Category: 2001 04 Edisi 123

  • menunggu buku murah

    2001_April_Edisi 123_Peduli: menunggu buku murah Joni Faizal Cerita tentang pengalaman mencari buku, bukan hanya milik Chairil Anwar, si “binatang jalang” yang hidup di jaman krisis di masa revolusi. Di jaman informasi serba mudah seperti sekarang pun masih banyak aksi semacam itu. Bagi beberapa kalangan mahasiswa saja (tentu yang gemar membaca), rasanya belum afdol jika belum […]

  • ular, ditakuti sekaligus diburu

    ular, ditakuti sekaligus diburu

    2001_April_Edisi 123_Lingkungan: ular, ditakuti sekaligus diburu Rohman Yuliawan Sifat licik dan munafik kerap diasosiasikan dengan ular, karena dibalik lenggak lenggaknya yang gemulai, tersimpan ancaman yang mematikan. Namun reptil yang ditakuti manusia karena keganasan bisanya, kini justru sedang terancam keberadannya akibat ulah manusia. Mungkin sudah menjadi takdir ular, sangat berbahaya sekaligus bermanfaat bagi manusia. Seluruh bagian […]

  • sastra eksil indonesia: akankah pulang?

    sastra eksil indonesia: akankah pulang?

    2001_April_Edisi 123_Seni: sastra eksil indonesia: akankah pulang? Joni Faizal Saat memeriksa buku Literary Wxile in the Twentieth Century: An Anlysis and Biograpical Dictionary (Martin Tucker ed. London 1991) dalam rangka penelitian “Media dan Sastra Eksil Indonesia”, kami berharap menemukan entri Indonesia dalam apendik “Negara Asal”. Ternyata tidak ada. Indonesia malah masuk pada apendiks berikutnya: “Negara […]

  • simbiosis mutualisme di jalan tamim

    2001_April_Edisi 123_Jelajah: simbiosis mutualisme di jalan tamim Joni Faizal Bagi masyarakat Bandung, nama Tamim sangat identik dengan tekstil. Karena memang di sinilah pusat tekstil di Bandung. Mulai dari kain kelas kiloan hingga sutra bermutu dapat ditemukan di sini. Hanya sensus jalan… Pagi itu gerimis mengguyur Kota Bandung. Tapi keibukan orang di Jalan Tamim seperti tidak […]

  • kentongan

    2001_April_Edisi 123_Milikita: kentongan Rohman Yuliawan Seberapa seringkah anda mendengar bunyi kentongan di lingkungan pemukiman anda? Bagi beberapa orang, suara kentongan mungkin hanya didengar saat bulan Ramadhan yang ditabuh untuk mengingatkan waktu sahur, atau ketika ada maling diketahui masuk kampung. Padahal sejarah perangkat komunikasi tradisional bangsa ini telah sedemikian panjang, walau rekaman mengenainya begitu kabur layaknya […]

  • cargo cult

    cargo cult

    2001_April_Edisi 123_Bahas: cargo cult Ade Tanesia Ketidakpastian situasi dan kebuntuan yang dialami oleh bangsa ini tidaklah mematahkan harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Harapan itu tentunya tidak lagi beralaskan perhitungan rasional, tetapi pada hal-hal yang irasional. Di masyarakat banyak muncul berbagai spekulasi tentang akan datangnya ratu adil yang menyelamatkan mereka dari […]

  • gupala arca yang setia menunggu

    2001_April_Edisi 123_Bahas: gupala arca yang setia menunggu Rohman Yuliawan Di bagian kanan kiri gerbang utama gedung-gedung besar, seperti kantor-kantor pemerintah atau bank swasta, gerbang hotel atau tempat wisata, acap kita saksikan sosok-sosok arca batu berwujud raksasa bertaring dalam posisi bersimpuh dengan penggada di tangan kanan dan ular dalam genggaman tangan kiri. Perwujudan yang tampak seram […]

  • nyaman menunggu dikala sakit

    2001_April_Edisi 123_Bahas: nyaman menunggu dikala sakit Rohman Yuliawan Pikiran apa yang muncul di benak anda ketika diminta membayangkan ruang tunggu di sebuah rumah sakit atau tempat praktek dokter? Ruang sempit yang disesaki pasien berwajah kuyu dan bosan, duduk berhimpitan di kursi panjang dari kayu yang ditata sepanjang selasar serta rak baca berisi majalah-majalah usang? Itulah […]

  • 40 hari di tepi kubur

    2001_April_Edisi 123_Bahas: 40 hari di tepi kubur Rohman Yuliawan Kematian seorang warga yang bertepatan dengan hari Jum’at atau Selasa kliwon, bagi masyarakat Jawa Tengah dianggap memiliki nilai khusus. Jasadnya harus selalu ditunggui sejak disemayamkan di rumah duka sampai ketika mayat di turunkan ke liang kubur dan diteruskan sampai tujuh hari atau malah empat puluh hari […]

  • menunggu

    menunggu

    2001_April_Edisi 123_Bahas: menunggu Ade Tanesia “Koran itu telah dibolak-baliknya berkali-kali. Dan yang ditunggu-tunggu itu tak juga kelihatan batang hidungnya. Kegiatan apa lagi yang harus dilakukan untuk membunuh waktu? Rokok sudah habis berbatang-batang hingga tenggorokan begitu kering. “Inilah sebait gambaran orang yang sedang menunggu, suatu situasi dimana rasa bosan, resah, dan kesal berbaur menjadi satu. Bait […]