Category: 2001 03 Edisi 122

  • pengungsi kecil

    pengungsi kecil

    2001_Maret_Edisi 122_peduli: pengungsi kecil Joni Faizal Kalau saja anak-anak diberi kesempatan untuk memimpin mungkin tidak akan ada perang di dunia ini….Begitulah suatu kali Filipavic memaki orang dewasa. Filipavic tidak salah. Ia seperti banyak orang di dunia, merindukan kedamaian. Ia sendiri bukan tidak pernah merasai bagaimana kejamnya perang. Tapi lebih dari itu, perang telah merenggut nyawa […]

  • tungku

    tungku

    2001_Maret_Edisi 122_lingkungan: tungku Pernahkah anda bayangkan, bahwa polusi yang dikeluarkan dari tungku dapur yang tak sehat sama dengan menghisap 100 batang rokok per hari? Memasak di tungku yang sudah dilakukan umat manusia selama ribuan tahun ternyata mengakibatkan dampak negatif yang begitu besar. Tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga kerusakan hutan. Oleh karena itu Jaringan […]

  • antara klien & seniman

    2001_Maret_Edisi 122_seni: antara klien & seniman Ade/Joni/Rohman Enam puluh empat tahun silam, pelukis S. Sudjono, dengan lantangnya berpidato di saat pendirian PERSAGI, bahwa para seniman Indonesia seharusnya tidak lagi melukis panorama cantik Indonesia yang seringkali disebut mooi indie. Sebaiknya, seorang seniman harus mengekspresikan realitas paling pahit sekalipun dari bangsa ini. Namun hingga kini, toh lukisan-lukisan […]

  • benda-benda seni penghangat kota

    benda-benda seni penghangat kota

    2001_Maret_Edisi 122_jelajah: benda-benda seni penghangat kota j. Ullis Lekso Saat itu musim dingin. Salju putih di sekujur kota telah menyambut kedatanganku ke kota Passau, Jerman. Dari kota inilah, perjalanan ke beberapa kota di Jerman bermula. Dan benda-benda seni yang tergeletak di ruang-ruang kota telah begitu menarik perhatian. Untuk benda-benda itulah, kameraku dibidikkan. Jerman tidaklah seperti […]

  • bekas hotel toegoe yang perlu dirawat

    bekas hotel toegoe yang perlu dirawat

    2001_Maret_Edisi 122_revital: bekas hotel toegoe yang perlu dirawat Ade Tanesia/Rohman Yuliawan Setiap datang ke Yogyakarta, Ibu yang telah berusia 77 tahun itu selalu minta diatur ke Toegoe. Setiap melintasinya, bayangan masa lalu yang indah langsung saja terbesit dibenaknya. Selama satu tahun, bersama suaminya pahlawan nasional Iswahyudi yang namanya diabadikan sebagai lapangan terbang Madiun- ia pernah […]

  • garam dari lumpur bledug kuwu

    garam dari lumpur bledug kuwu

    2001_Maret_Edisi 122_Peduli: garam dari lumpur bledug kuwu Rohman Yuliawan Garam ternyata tidak harus selalu diperoleh dari penguapan air laut. Anda juga bisa mendapatkan garam dari gumpalan lumpur. Lumpur? Ya, di desa Kuwu, kecamatan Kradenan Grobogan, Jawa Tengah, petani garam mengumpulkan lumpur lunak yang mengandung air garam dan mengolahnya secara tradisioanl menajdi garam yang lezat. Di […]

  • hotel de sal playa : penginapan bernuansa garam

    2001_Maret_Edisi 122_Peduli: hotel de sal playa : penginapan bernuansa garam RohmanYuliawan Dalam lembar promosinya, pengelola Hotel de Sal Playa, Bolivia, menuliskan “pasti tersedia garam di meja makan hotel”. Ya, promosi tersebut tidaklah berlebihan, karena meja makan di hotel itu terbuat dari garam. Yang mengagumkan tidak hanya meja makan saja yang terbuat dari garam, namun seluruh […]

  • salt dough: mainan dari garam

    2001_Maret_Edisi 122_Peduli: salt dough: mainan dari garam Rohman Yuliawan Dari penyedap dimeja dapur, kini garam kembali banyak disuka sebagai bahan mainan anak-anak yang aman, praktis dan menarik. Salt Dough atau adonan garam adalah adonan yang terbuat dari campuran garam, tepung, dan air yang kemudian dibentuk menjadi beraneka sosok boneka kecil nan lucu atau ragam hiasan […]

  • hambar tanpa garam

    hambar tanpa garam

    2001_Maret_Edisi 122_Peduli: hambar tanpa garam Rohamn Yuliawan Bayangkan jika tak ada garam di dunia ini. Tentunya segala makanan yang kita santap begitu hambar. Garam telah menghantarkan rasa asin yang adalah lawan dari manis. Perannya begitu penting, sampai-sampai ada ungkapan…”kamu adalah garam dunia”, yang menyimbolkan bagaimana hidup kita sebagai manusia seharusnya seperti garam, yaitu memiliki arti […]

  • tindik

    2001_Maret_Edisi 122_Gaya: tindik Rohamn Yuliawan/Ade Tanesia “Saya menindik alis, bibir dan pusar biar terlihat gagah”, ujar Deny, yang ditemui di tengah mentato legannnya di malioboro. Biar terlihat ini dan itu rupanya impian setiap orang yang menindik bagian-bagian tubuhnya. Rasa sakit tak jadi masalah, yang penting “saya bisa terlihat seperti yang saya inginkan”. Tindik memang telah […]