Category: 2001 07 Edisi 126

  • dan segalanya menjadi

    2001_Juni_Edisi 125_Bahas: dan segalanya menjadi Ade Tanesia Bisa jadi, orang lain enggan berpakaian ala militer semenjak tentara di Indonesia diidentikan dengan berbagai kekerasan terdahap sipil. Memang demam baju loreng dan sepatu boot mulai menurun, tapi ada kecenderungan baru sebagai penggantinya. T-shirt bertuliskan FBI,CIA,NYPD, yang terpampang besar di punggung atau dada, marak dipakai. Nampaknya, sebagian masyarakat […]

  • Do It Yourself

    2001_Juni_Edisi 125_Gaya: Do It Yourself Ade Tanesia “Smart, Affordable Solutions to make life easier”. Dengan motto inilah, sejak tahun 1943, Ingvar Komprad dari Swedia melansir IKEA yang banyak menerapkan konsep pada mebel dan beragam dekorasi rumah yang diproduksinya. Rancangan dengan teknologi “bongkar-pasang” ini telah memberikan banyak kemudahan sekaligus merangsang kreativitas para pemakainya. Rumit di awal, […]

  • menyelamatkan hutan, meringankan hutang

    2001_Juli_Edisi 126_Bahas: menyelamatkan hutan, meringankan hutang Ade Tanesia/Rohman Yuliawan 143 milyar USD, dengan nilai tukar rupiah Rp. 9.500,- per dollar, maka menjadi Rp. 1,3 kuadriliun. Inilah angka fantastis untuk hutang luar negeri Indonesia sampai dengan bulan Desember 2000. Entah generasi ke berapa yang bisa melunasi hutang Indonesia. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meringankan hutang kita. […]

  • mencipta kembali puisi secara lisan

    2001_Juli_Edisi 126_Bahas: mencipta kembali puisi secara lisan Lisabona Rahman/Alex Supartono Masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia SD? Salah satu tugasnya adalah ke depan kelas, mendeklamasikan puisi Chairil Anwar, Diponegoro, yang ada dalam buku pelajaran terbitan Balai Pustaka. Pastilah sangat sedikit dari kita yang mempunyai pengalaman indah dengan tugas itu karena dilihat sebagai soal hafalan saja. Pernah […]

  • deklamasi

    2001_Juli_Edisi 126_Bahas: deklamasi Ade Tanesia/Rohman Yuiawan Pada bulan April lalu, Biro Sastra Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menggelar lomba deklamasi yang membawakan karya-karya puisi Chairil Anwar. Berbagai aksi deklamasi ditampilkan, ada yang tampil dengan marah-marah, menggebrak, menghentak, jaket dilepas, dan diputar di atas kepala. Ada pula wanita yang tampil mirip “mak lampir” yang naik panggung dengan […]

  • YPKKI

    2001_Juli_Edisi 126_Sekitar Kita: YPKKI Ade Tanesia YPKKI, Penyalur Aspirasi Konsumen Kesehatan Kemana Anda harus melapor jika suatu kali hak-hak Anda sebagai konsumen kesehatan diabaikan? Atau Anda pernah bermasalah dengan dokter, bidan, obat atau pun layanan kesehatan lainnya-yang selama ini Anda percaya-telah nerugikan Anda?Ada baiknya Anda konsultasikan masalah Anda ke YPKKI atau Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan […]

  • Perdamaian di mulai dari Kampung

    2001_Juli_Edisi 126_Sekitar Kita: Perdamaian di mulai dari Kampung Ade Tanesia Selain keluarga, basis perumbuhan seseorang adalah kampung, lingkungan seosialnya yang paling awal. Kesadaran inilah yang paling awal. Kesadaran inilah yang menjdi dasar bagi Yayasan Anak Wayang untuk menyelenggarakan pertunjukan Kabaret (Persahabatan Anak Kampung) pada tanggal 21-22 Juli 2001 di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta. Sangat beralasan […]

  • Mengkaji Sumber Daya Laut Indonesia

    2001_Juli_Edisi 126_Sekitar Kita: Mengkaji Sumber Daya Laut Indonesia Rohman Yuliawan Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumberdaya kelautn yang sangat besar, hanya saja sampai saat ini belum diolah secara baik dan bijak. Negara kita terdiri dari 17.508 pulau dengan wilayah laut seluas 5,8 juta km2 dan terletak di wilayah Indopasifik yang merupakan pusat keanekaragaman hayati lautan. Bermacam-ragamnya […]

  • Manajemen Komunitas ala Komunitas Gayam 16

    2001_Juli_Edisi 126_Sekitar Kita: Manajemen Komunitas ala Komunitas Gayam 16 Rohman Yuliawan Penyelenggaraan suatu even biasanya dikelola dengan manajemen hirarkis yng mensyaratkan kejelasan peran dan tanggungjawab, Sapto Raharjo, seniman musik Yogyakarta, mengistilahkan manajemen serupa sebagai manajemen panitia, di mana pernik-pernik tanggung jawab didelegasikan pada bagian-bagian tertentu dalam tubuh kepanitiaan. Sapto berpendapat bahwa manajemen even semacam itu […]

  • buku di Indonesia: jendela dunia yang berkarat

    2001_Juli_Edisi 126_Bahas: buku di Indonesia: jendela dunia yang berkarat Rohman Yuliawan Ada petuah bijak yang mengatakan bahwa buku adalah “jendela dunia”, sebuah bidang pada dinding peradaban yang memungkinkan cahaya pengetahuan menerobos masuk dalam kegelapan pemikiran. Namun di Indonesia “jendela-jendela” pengetahuan agaknya dipenuhi karat pada engselnya sehingga hanya sedikit saja yang bisa terpentang lebar. “Karat” tersebut […]