Belajar Di Pinggir Jalan #1: Tambal Ban Motor

Tambal Ban vespa Rp 7.000,- + 25 menit. Ban yang kempes dilepaskan dari pemutarnya. Ban dalam dikeluarkan, dipisahkan dari ban luar. Ban dalam diisi angin, dicelup dalam ember berisi air, sambil diperhatikan bagian mana yang meniupkan balon-balon udara. Tusuk lubang yang ditemukan berlubang dengan korek api kayu sebagai penanda. Cabut batang korek api tadi, dan …

OHAJE: Obrolan Hasil Jalan-jalan

OHAJE Ngobrol-ngobrol santai, berbagi (sharing) hasil jalan-jalan Senin, 26 Juli 2010 Pukul 09.30 Ruang Seminar Gedung K, lantai 4 Fakultas Serirupa dan Desain Universitas Tarumanagara Pembuka: Kepala Studio Seni Rupa: Juli Asmanto Jalan-jalan ke Juwana dan Lasem: dari bangunan tua hingga sejarah studio foto di Juwana: Arief Adityawan S. + Enrico Halim + Leonard Pratama …

Empat Jam di Lasem #3: Rumah Pojok

Rumah di persimpangan jalan utama di Lasem ini menarik. Arsitekturnya campur aduk bukan gaya cina, sedikit terlihat gaya kolonial. Ada bagian yang meninggi di depan, seperti menara pengintai. Tangga untuk ke ‘menara’ sepertinya bukan ‘asli’, karena sudut anak tangganya tidak nyaman. Tiga kamar di dalamnya terpisah dari kamar mandi yang terletak di halaman belakang. Rumah …

Empat Jam Di Lasem #2: Pabrik Tegel

Dulu bernama Tegel Fabriek Lasem Lie Thiam Kwie. Luas sekali pekarangan belakangnya. Taman yang luas dengan pohon-pohon besar menolak kenyataan, bahwa lokasinya berada di samping jalan yang berisik. Pabrik ubin di belakang, sekarang hanya memproduksi bata ‘konblok’ atau ubin berdasarkan pesanan, itupun bila cetakan tegel masih bisa ditemukan dan belum rusak.