Srikandi Jeruk: sebuah Kelompok Usaha Bersama Batik Lasem

Bertempat di Desa Jeruk, tahun 2006, empat orang Ibu berkolaborasi untuk memperbaiki jalan hidup masing-masing. Sekarang jumlah mereka 12 orang, Pak William Kwan dari Institut Pluralisme Indonesia yang mendampingi mereka hingga mandiri. Di sebuah pertigaan jalan desa yang sepi, sebuah papan berwarna putih menunjukkan lokasi di mana sebagian ibu-ibu Desa Jeruk memproduksi batik Lasem. Anehnya, …

Empat Jam di Lasem #3: Rumah Pojok

Rumah di persimpangan jalan utama di Lasem ini menarik. Arsitekturnya campur aduk bukan gaya cina, sedikit terlihat gaya kolonial. Ada bagian yang meninggi di depan, seperti menara pengintai. Tangga untuk ke ‘menara’ sepertinya bukan ‘asli’, karena sudut anak tangganya tidak nyaman. Tiga kamar di dalamnya terpisah dari kamar mandi yang terletak di halaman belakang. Rumah …

Empat Jam Di Lasem #2: Pabrik Tegel

Dulu bernama Tegel Fabriek Lasem Lie Thiam Kwie. Luas sekali pekarangan belakangnya. Taman yang luas dengan pohon-pohon besar menolak kenyataan, bahwa lokasinya berada di samping jalan yang berisik. Pabrik ubin di belakang, sekarang hanya memproduksi bata ‘konblok’ atau ubin berdasarkan pesanan, itupun bila cetakan tegel masih bisa ditemukan dan belum rusak.