Category: 1998 03 Edisi 088

  • Picik

    1998_Maret_Edisi 088_peduli: Picik Picik merupakan kata lain dari cupet- kacamata kuda – yang esensinya adalah “cara berpikir manusia yang sempit dan tidak terbuka terhadap berbagai sisi kehidupan manusia lainnya”. Esensi ini nampaknya sederhana, namun dalam praktek picik bukan sekedar dua suku kata, melainkan bisa menjadi bentuk kekejaman dan kegilaan fanatisme manusia yang memakan jutaan korban. […]

  • Yati Pesek: Masyarakat yang menginginkan saya jadi pelawak

    1998_Maret_Edisi 088_bahas: Yati Pesek: Masyarakat yang menginginkan saya jadi pelawak Pesan Wanita dalam kancah perlawakan di Indonesia seringkali mengenaskan. Wanita hanya menjadi pajangan dan obyek lelucon. Biasanya modal utama mereka adalah kecantikan dan bentuk tubuh cukup sintal. Sedikit saja yang memiliki kemampuan melawak, tercatat dalam sejarah antara lain, Raden Ayu Srimulat, tarida, Ratmi B29, sofia, […]

  • Berawal dari Ngobrol

    1998_Maret_Edisi 088_bahas: Berawal dari Ngobrol Mengintip Pekerja Kreatif Kelompok Bagito dan Patrio “Ah nggak ada. Ya cuma nggobrol-nggobrol gini!” ungkap Didin, salah satu personel Bagito setengah bercanda ketika menjawab pertanyaan mengenai proses kreatif. BaSho, salah satu acara komedi yang pernah berada di rating jajaran atas RCTI. “Proses awalnya sih, memang ngobrol kayak begini. Tapi bagaimana […]

  • Komedi : Di balik Layar Dagelan Mataram Baru

    1998_Maret_Edisi 088_bahas: Komedi : Di balik Layar Dagelan Mataram Baru Pengulangan ! Penjiplakan ! adalah persoalan yang kerap terlontar dalam dunia lawak di Indonesia. Berbagai pihak menilai lawak Indonesia terjebak pada lelucon banyolan badut-badutan, konyol-konyolan tanpa menyisakan sebuah renungan bagi penontonnya. Sebuah kelompok lawak Yogyakarta, yang menyebut dirinya Dagelan Mataram Baru, sangat peduli akan persoalan […]

  • Komedi : Pada mulanya

    1998_Maret_Edisi 088_bahas: Komedi : Pada mulanya Aristoteles mengatakan, “komedi telah mengurangi kepedihan manusia dengan cara tertawa”. Ini pertunjukan komedi adalah lucu, sehingga komedi harus mendahului berbagai realita yang kadang lebih lucu dan tidak masuk akal. Dalam perkembangannya, komedi kerap merujuk pada beberapa karakter tertentu, misalnya orang pilon, bodoh, penakut, pelit, jenaka, dan penipu yang mengganggu […]

  • “Jangan Terlalu Akrab”

    1998_Maret_Edisi 088_nuansa: “Jangan Terlalu Akrab” Tidak banyak orang yang diberi keberanian untuk mencoba. Kami percaya betul hal itu. Masalahnya, kami telah punya sederet pengalaman sehubungan dengan hal tersebut. Salah satunya adalah memberi kesempatan agar seseorangg berani mencoba mengatur perusahaan kami. Nah…seru bukan?! Sepertinya memang gampang mengatur orang. Apalgi kalau jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi, seperti […]