Tresna Jati

Kiriman Samuel Indratma

Geguritan dalam bahasa Jawa ini ditulis bulan Januari 1968 oleh Dr, I. Kuntara Wiryamartana, SJ di Kolese St. Ignasius-Kota Baru, Yogyakarta.

Sebuah ungkapan hati yang unik. Kecintaan hati yang berkobar kepada Gusti Pangeran junjungannya, menjadikan dunia seolah bisa diukur dengan rentang telapak tangan. Dengan mengandaikan diri sebagai burung garuda, kepak sayapnya telah membawa hingga membubung tinggi dan menjelajah bumi tiada lelah.
Sebuah ungkapan tresna jati-cinta sejati.

Geguritan itu kemudian digubah menjadi sebuah lagu dengan irama keroncong oleh seorang musisi-komposer yakni Imoeng CR.

Imoeng CR banyak bertekun dalam musik keroncong, bahkan membentuk kelompok Orkes Keroncong Tresnawara bersama anak-anak muda di kota Yogyakarta. Karya komposisi Imoeng CR,Tresna Jati ini, pertama kali diujicobakan di Taman Budaya Yogyakarta.

Dari uji coba dalam konser keroncong itu, kemudian Endah Laras mengajukan diri kepada Imoeng CR dan kepada Dr. G. Budi Subanar, SJ selaku inisiator gagasan- untuk membawakan lagu tersebut kelak suatu saat.

Maka pada sebuah kesempatan perhelatan ArtJog ke 10 – 2017, Endah Laras mengaransemen dalam versinya. Dan menggemalah Lagu Keroncong Tresna Jati.

Geguritan Tresna Jati adalah pintu pembuka pertama sraddha-jalan Mulia Art Project.

This Post Has One Comment

  1. matur sembah nuwun sudah diupload di Aikon. kereeen

Leave a Reply

Close Menu