Berpikiran terbuka itu konon menyehatkan jiwa.

Ideologi Film

Written in

by

Buku ini membuat saya banyak belajar. Saya menikmati banyaknya satir yang berkembang, melintas di kepala ini. Berbagai pengetahuan mengalir deras dengan ritme yang memuncak dan melandai secara berulang – mengasyikkan.

Satu contoh, halaman 253 – 256, bagaimana penulis buku menguraikan persoalan nasionalisme Denmark melalui film Borgen, yang kemudian ikuti dengan halaman (pembatas bab) berikutnya menampilkan foto dari cuplikan adegan film Darah dan Doa karya Usmar Ismail. Yang melintas di kepala ini: film Borgen yang memperlihatkan para birokrat negara Denmark, berjalan dengan cepat, melakukan berbagai pertemuan penting dengan singkat dan langsung ke inti permasalahan – sering sambil berdiri, diikuti dengan gambaran para pejabat di Indonesia, yang cenderung berjalan santai ke mana pun mereka pergi, dan melakukan pertemuan-pertemuan di atas sofa-sofa yang gemuk – membuat orang yang mendudukinya sulit bangkit – bergerak.

Teknologi dan teknik
Industri budaya
Cultural Studies
Realitas
Artikulasi
Identitas
Ideologi
Nasionalisme
Hollywood, Bollywood, Nollywood
Kajian budaya
Distribusi, pengaliran (streaming)
Politik Identitas

Satu dari banyak pengetahuan, yang semoga dapat tetap mengisi ingatan di kepala ini, adalah menyoal otoritas dan otentisitas:
“.. identitas ternyata tidak merupakan suatu atribut dengan makna tetap untuk sekali dan selamanya..” (h.276).

Terima kasih Seno Gumira Ajidarma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *