Sedikit tentang DAO: Catatan#1

Dalam proses mempelajari apa itu jaringan blockchain dan berbagai hal yang dapat diperbuat di dalam dan di atasnya, ada beberapa catatan esensial yang ditemukan.

Jaringan blockchain yang mulai diaplikasikan oleh mata uang kripto Bitcoin pada 3 Januari 2009 itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengeliminasi para ‘penengah’ di dunia keuangan. Dalam konsep (white paper) nya, Satoshi Nakamoto menulis:

Sebuah versi sistem pembayaran elektronik peer-to-peer murni yang membuat pembayaran secara daring dapat terjadi langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui sebuah lembaga keuangan.

Satoshi Nakamoto

Sebelumnya adalah Nick Szabo yang memperkenalkan konsep kontrak pandai (smart contract) pada 1994. Baru pada 2013, Vitalik Buterin, bersama teman-temannya, memunculkan konsep yang berhasil diaplikasikan dengan blockchain bernama Ethereum. Mereka berkeyakinan bahwa blockchain tidak terbatas hanya digunakan untuk memperbaiki sistem keuangan dunia, seperti tujuan dari blockchain yang digunakan Bitcoin, namun dapat memperbaiki tata kelola dunia. Berbagai kontak pandai dapat menggantikan (menghilangkan) kebutuhan pihak ketiga untuk mengatur hidup manusia. Tidak memerlukan manusia untuk mengelola hidup manusia lain. Yang dibutuhkan adalah berbagai kesepakatan yang tidak dapat diedit (imutable), tercatat secara transparan, dan disimpan secara terdesentralisasi.

Sistem ini tidak membutuhkan seseorang untuk menaruh kepercayaannya kepada orang atau institusi di luar diri mereka sendiri, Namun, kesepakatan-kesepakatan yang bebas sensor, transparan, dan terdesentralisasi itu membutuhkan adanya kepercayaan orang pada sistem yang dibangun.

Satu dari banyak dasar dari kesepakatan-kesepakatan itu adalah sebuah tokenomi. Sistem ekonomi yang bergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand) atas sebuah token yang nilainya ditentukan oleh ‘pasar’.

Temuan mendasar: Sistem yang canggih seperti apa pun tidak akan berjalan, bila tidak didukung oleh kelompok yang menyetujui sistem tersebut sebagai sebuah kesepakatan bersama. Sistem blockchain dengan berbagai kontrak pandai di dalamnya bergantung pada keterlibatan (transaksi) penggunanya. Bila sistem tersebut memberi kemudahan dan perbaikan kualitas hidup, maka ia akan berkembang sampai jauh.

Contoh sederhana yang ditemui dalam proses pembangunan DAO Bergerak, adalah dalam hal pemberian nilai pada token BGRK. Apakah akan muncul suatu nilai pada token BGRK yang disepakati oleh para penggunanya? Apakah fungsi dari token BGRK cukup handal sehingga akan memperbaiki dan memperbaiki kualitas hidup penggunanya?

Token BGRK akan digunakan anggota DAO Bergerak untuk ‘bertransaksi’. Mulai dari memberi apresiasi pada sebuah tulisan, membeli karya NFT, mengajukan dan/atau menyetujui sebuah proposal, dan lain-lain. Sudah semestinya proses pengumpulan dan pemberian token BGRK akan mempermudah hidup setiap anggota DAO Bergerak. Intinya ada pada fungsi token BGRK. Apakah ia dapat mendorong kualitas hidup anggota ke arah yang lebih baik? Kunci penting untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah keterlibatan anggota untuk bersama-sama menentukan: hal apa saja yang dapat dilakukan pada token BGRK, sehingga siklus penawaran dan permintaan token BGRK dapat terus berkembang, membesar, demi perbaikan-perbaikan di dalam hidup masing-masing anggota. Ketika kebutuhan token meningkat, maka nilainya akan membesar. Ketika token tersebut tidak diharapkan (tidak memiliki nilai), maka dapat dianggap token tersebut tidak berfungsi.

Token BGRK hanya merupakan alat tukar yang disepakati bersama, antar anggota DAO Bergerak. Banyaknya token yang akan dicetak, didistribusikan, digunakan, dan lain-lain, tergantung dari banyak-sedikitnya kebutuhan kelompok. Sebuah mekanisme pemungutan suara anggota atas sebuah proposal terkait hal inilah yang akan menentukan. Persetujuan dari anggota dimintakan sebelum proses cetak dan distribusi token dilakukan. Tidak ada pihak sentral (berkuasa) yang menentukan.

Catatan mendasar yang ditemui adalah: bagaimana mendorong publik (sementara ini adalah anggota Pustaka Bergerak Indonesia) untuk secara sadar menjadi anggota DAO Bergerak dengan memenuhi hak dan kewajibannya, serta terlibat secara penuh dalam mengembangkan sistem (secara praktis akan terlihat dari nilai token) yang dibangun demi kesejahteraan bersama itu.

Leave a comment

Your email address will not be published.