Sebuah Eksperimen: DAO Bergerak

Melanjutkan proses belajar. Berikut ini coretan lanjutan kemarin untuk Pustaka Bergerak Indonesia, sebuah kelompok pendorong literasi di Indonesia yang bergerak sejak 2014. Kami menamakannya DAO Bergerak.

Memiliki keterbatasan dalam hal penulisan program komputer (coding), pembangunan DAO ini mengadopsi banyak aplikasi web3 yang tersedia di internet. Umumnya aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan dan perkembangan mereka pun demikian cepat, kami sering tergagap karenanya.

Per Februari 2022, kelompok Pustaka Bergerak Indonesia mencatat adanya 2.892 simpul yang tersebar di seantero Nusantara. Kelompok ini masih akan memperbarui catatan itu dengan akan diakannya pendaftaran ulang. Karena kondisi di Indonesia pada umumnya yang masih berjarak dengan teknologi web3 dan kriptogtafi, maka perhatian lebih diberikan pada aspek kemudahan (kesederhanaan – simplicity) akses.

Penggunaan Sourcecred sedang dicarikan caranya untuk dapat langsung dihubungkan pada situs pustakabergerak.id, sehingga pengguna tidak perlu membiasakan diri dahulu dengan media sosial Discord. Konon terlalu banyak hal baru yang perlu diketahui atau dipelajari, akan menyulitkan aksesibilitas. Dalam hal Identitas Berdaulat (Self Sovereign Identity) sedang dipertimbangkan untuk mengadopsi TYKN atau Hyperledger Indy yang akan dihubungkan ke sebuah dompet kripto yang dapat aktif segera, hanya dengan menuliskan alamat elektronik atau menyetujui nomor telepon genggam yang sedang digunakan.

Berikut ini alur yang akan dijalankan oleh anggota DAO Bergerak.

  1. Publik melakukan pendaftaran untuk menjadi anggota DAO Bergerak.
  2. Sebuah Self Sovereign Identity akan muncul bersama sebuah dompet Bergerak.
  3. Dompet baru tersebut akan berisi token 20 token BGRK.
  4. Bila dibutuhkan, dompet dapat diisi ulang dengan menukar Rupiah dengan token BGRK di laman penukaran.
  5. Menulis di situs pustakabergerak.id. Membutuhkan 20 token BGRK untuk menampilkan sebuah tulisan di pustakabergerak.id. Tulisan dapat berupa apa saja, antara lain:
    1. Resensi buku
    1. Cerita membangun simbul
    1. Pengalaman menambah buku
    1. Kisah membantu simpul lokal
  6. Penulis akan memperoleh 100 token BGRK dari Kas Bergerak dan sebuah Emblem Bergerak: Lima Jari.
  7. Anggota yang membaca tulisan tersebut, dapat memberi apresiasi kepada penulis dengan memberi (sekian) token BGRK dan/atau Emblem Bergerak.
  8. Anggota yang memberi apresiasi tersebut akan memperoleh 1 token BGRK dari Kas Bergerak.
  9. Anggota yang membagikan tautan tulisan akan memperoleh 0,5 token BGRK dari Kas Bergerak.
  10. Tulisan yang mendapat token BGRK dan Emblem Bergerak terbanyak dalam tujuh hari, akan memperoleh 100 BGRK tambahan dari Kas Bergerak.
  11. Tulisan yang muncul di pustakabergerak.id tersebut akan dikompilasi menjadi 10 edisi buku NFT yang kemudian dipasarkan di OpenSea.io. Bila NFT berupa buku itu terjual, para penulis akan memperoleh royalty berupa token BGRK. Hasil penjualan buku NFT itu akan mengisi Kas Bergerak. Buku NFT ini baru akan muncul, bila proposalnya disetujui oleh anggota.
  12. Setelah mengumpulkan 100 Emblem Bergerak, seorang anggota dapat mengajukan sebuah proposal. Dibutuhkan 100 token BGRK untuk mengajukan proposal. Disetujui atau ditolaknya proposal tergantung pada hasil pemungutan suara anggota. Hanya anggota dengan kepemilikan minimal 10 Emblem Bergerak yang dapat memberikan suaranya. Satu anggota bernilai satu suara.

Glosarium

Dompet Bergerak Wadah untuk menyimpan identitas dan mata uang kriptografi. Dengan dompet digital ini, anggota dapat mengakses tabungan, memberi apresiasi, membeli/membayar berbagai keperluan, selayaknya sebuah dompet yang berisi uang.

Kas Bergerak Wadah yang menyimpan dan mengalokasikan dana kriptografi di dalamnya. Isi dari celengan digital ini adalah milik dan merupakan hak dari setiap anggota untuk mengaksesnya, serta adalah kewajiban dari setiap anggota pula untuk mengisi dan mengembangkannya, demi kepentingan Pustaka Bergerak Indonesia.

Identitas yang Berdaulat (Self Sovereign IdentitySSID) Hanya pemilik identitas yang mengetahui dan berhak menggunakannya. Dengan metode SSID, setiap identitas berada di tangan pemiliknya. Pemilik dapat menentukan kegunaan dan kepentingan dari sebuah permintaan identitas.

Token BGRK Koin digital yang dibentuk oleh kriptografi, digunakan di dalam lingkungan Pustaka Bergerak Indonesia.

NFT Non Fungible Token (NFT) merupakan representasi digital dari aset yang tidak dapat dipertukarkan. Sederhananya, ia adalah stempel yang diberikan pada suatu berkas digital, yang dapat dipertukarkan, diperjualbelikan, dikoleksi, dan lain-lain, karena otentisitasnya terjamin di dalam ekosistem blockchain.

Proposal Berkas digital yang merupakan ajuan sebuah proyek. Proyek yang diajukan perlu didiskusikan di dalam sebuah forum sebelum memperoleh rekomendasi dari moderator Pustaka Bergerak Indonesia.

Emblem Bergerak Tanda ini merupakan peringkat kredibilitas anggota. Makin banyak Emblem Bergerak yang dimiliki, maka akan makin tinggi tingkat kepercayaan yang akan diberikan kepadanya dan akan semakin banyak akses yang akan diperolehnya. Emblem Bergerak berlatar belakang dan merupakan perluasan dari Salam Bergerak yang dituliskan oleh Nirwan A. Arsuka di laman Facebook pada 6 Maret: Tentang Salam Bergerak. Salam Literasi Bergerak, yang kerap diringkas jadi Salam Bergerak, adalah salam yang mengacungkan tapak tangan terbuka dengan lima jari. Salam yang kerap dihaturkan oleh relawan Pustaka Bergerak ini banyak terlihat antara lain di Rakornas Perpusnas 2020.

Salam Bergerak diilhami paling tidak oleh lima hal:
1. Lukisan tapak tangan lima jari di gua-gua cadas purba.
2. Gambar tapak tangan di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11.
3. Tera tapak tangan di surat Muhammad ke biara St. Chaterine.
4. Teknik navigasi samudera dengan tapak lima jari.
5. Gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak.

Salam lima jari adalah salam paling universal dalam sejarah. Salam ini disampaikan antar manusia, bahkan konon antar species, seperti yang ditunjukkan oleh sapaan beruang kepada manusia. Salam lima jari memang sapaan pertama buat dua pihak berbeda yang menjadi uluran tangan untuk mengikat persahabatan. Ia juga menjadi lambaian terakhir dari para pihak yang telah sempat bertaut, yang menjadi harapan untuk tetap mempererat hubungan yang sudah terjalin.

Salam lima jari adalah induk segala salam. Salam yang tak menggunakan lima jari adalah salam turunan, pengikat identitas kelompok yang lebih spesifik, bahkan eksklusif. Salam turunan itu punya tempat sendiri dalam kebudayaan karena membantu spesifikasi dan pengelompokan yang lebih canggih sehingga kebudayaan dapat berkembang makin jauh. Tapi salam lima jari, salam yang mencoba mengatasi segala perbedaan, akan selalu muncul di awal dan diakhir pertemuan, mengikat semangat untuk bergerak bersama memulai kehidupan baru. Dan seperti yang ditunjukkan antara lain oleh tarian terkenal karya I Wayan Limbak, tangan terbuka yang bergerak ritmis adalah pengobaran semangat juang, sekaligus upaya manusia menggapai kekuatan yang Maha Memberi.

Film Moana (2016) menarik antara lain karena mengangkat budaya dunia maritim yang mencakup Kepulauan Nusantara dan pulau-pulau Pasifik termasuk Selandia baru. Warga dunia maritim ini punya banyak persamaan, dan berbagi khazanah kebudayaan yang berusia ribuan tahun. Kecerdasan maritim para leluhur Nusantara dan Samudera Pasifik itu telah melahirkan berbagai teknik pembacaan bintang dan penentuan arah di tengah kegelapan samudera raya. Salah satu teknik navigasi itu, seperti yang ditampilkan sangat bagus dalam film Moana, adalah dengan menggunakan satu tangan lima jari yang diacungkan ke taburan bintang di langit luas.

Sosok tapak tangan lima jari juga tertera di surat jaminan Rasulullah SAW kepada para pengikut Kristus di biara Santa Katarina, Semenanjung Sinai, Mesir. Surat yang dibuat pada tahun 628 M itu berisi pernyataan janji dari Muhammad untuk memberi perlindungan dan berbagai hak istimewa kepada para pendeta di biara tersebut. Surat ini adalah teladan toleransi yang berkobar kuat dalam sejarah awal Islam. Surat janji tersebut bisa juga dianggap sebagai penegasan saling dukung di antara sesama kaum yang berpegang pada kitab (ahlul kitab), sesama kaum penggerak literasi. Bekas tapak tangan Rasul di lembaran asli surat janji tersebut adalah penegas yang melintasi jaman.

Gambar tapak tangan juga tertera di plakat aluminium-emas yang terpasang di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11. Kedua pesawat itu adalah benda pertama buatan manusia yang melintas keluar dari Tata Surya. Gambar serta pesawat tersebut boleh dikata adalah buah kecerdasan ilmiah manusia yang bergerak menjelajah paling jauh dari Bumi. Di dalam plakat itu tercantum gambar sosok sepasang manusia, dan salah satu di antaranya mengangkat tangan dengan salam lima jari. Plakat yang ditujukan buat peradaban lain di luar angkasa itu, memuat informasi tentang asal-usul pesawat dan makhluk hidup yang membuatnya.

Inspirasi terbesar dari Salam Bergerak memang adalah lukisan tapak lima jari di gua-gua cadas purba. Lukisan tangan ini adalah buah kecerdasan artistik tertua dalam sejarah. Meski ditemukan di berbagai penjuru, namun karya seni cadas figuratif tertua di dunia itu tersimpan bukan di Benua Eropa atau Amerika, tapi di Indonesia. Persisinya di wilayah karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, dan di perbukitan kapur Maros – Pangkajene, Sulawesi Selatan. Selain usianya yang sekitar 44.000 tahun, lukisan purba itu juga sangat menarik karena menandaskan adanya kemampuan naratif yang hebat dan kesanggupan membayangkan hal-hal yang tak nyata, yakni kecerdasan artistik yang kompleks, yang dulu dikira hanya ada pada manusia modern yang lebih mutakhir.

Yang jelas, lukisan-lukisan gua yang menggegerkan dan merombak sejarah seni dunia itu adalah bukti bahwa leluhur manusia yang kemudian beranak pinak di Nusantara itu memang sangat kreatif. Mereka juga pemberani karena merekalah generasi pertama manusia yang nekad menyeberangi lautan dan melahirkan budaya maritim tertua di bumi.

Indonesia memang punya posisi penting dalam evolusi kecerdasan dan kebudayaan ummat manusia, dan mestinya juga peran menonjol dalam gerakan literasi dunia. Seni lukis figuratif-naratif yang terekam di gua-gua purba Indonesia itu adalah juga jejak literasi tertua dalam sejarah. Kecerdasan para leluhur yang menyingkapkan fajar kebangkitan kecerdasan artistik dan kesadaran literasi tertua di dunia itu tentu perlu terus dihidupkan, dirayakan seperti nyala api yang terbayang pada gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak yang menyambungkan bumi dan langit.

Pustaka Bergerak menyerap lima sumber ilham itu dan menjadikan tapak lima jari sebagai Salam Bergerak, salam untuk mengobarkan Gerakan Literasi Semesta. Harapannya adalah agar gerakan yang dibangun secara mandiri dan tumbuh dari bawah ini bisa ikut mengembangkan lebih jauh kecerdasan yang tak cuma melahirkan seni gua, dan turut memperluas kemampuan generasi baru membaca sekaligus menghidupi taburan bintang dan keluasan jagat raya.

Relawan yang kini bergerak dengan kemampuannya sendiri, dengan kuda, perahu, motor, sepeda, gerobak, becak, bahkan dengan kakinya sendiri, pelan-pelan tumbuh dan terus berjejaring menggandakan diri . Mereka mungkin tidak akan menjadi bagian dari generasi Indonesia yang sudah bergerak antar planet, yang berumah di bumi tapi menjelajah jauh ke seberang langit. Tapi gerakan mereka yang mengupayakan kegembiraan dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan berbagai cara dan kemeriahan produksi pengetahuan di berbagai kalangan dan penjuru, dapat ikut meletakkan dasar dan mempersiapkan lahirnya generasi yang lebih baik.

Gerakan mandiri yang tumbuh dari bawah ini memang doa sekaligus penyataan terima kasih serta pembayaran utang pada negeri dan dunia yang ditinggali. Dengan segala kesederhanaannya, jaringan PBI berharap terus menciptakan peristiwa-peristiwa kecil yang bisa ikut menyumbang batu bata pembangunan peradaban yang semakin maju dan tak gentar berbagi dengan peradaban lain yang tumbuh di kawasan lain di keluasan alam semesta yang penuh berkah dan keajaiban ini.

Leave a comment

Your email address will not be published.