Mimpi Bikin DAO

DAO, Decentrized Autonomous Organization, adalah suatu sistem yang dapat mengotomatisasi kegiatan administratif di dalam suatu organisasi. Pengambilan keputusan atas suatu hal dilakukan dengan pemungutan suara anggota. Setiap anggota memiliki andil dalam keberlanjutan organisasi. DAO itu adalah suatu tata kelola sebuah organisasi yang berjalan secara otomatis. Tata kelola ini diatur oleh banyak Kontrak Pandai (smart contracts) yang diletakkan di dalam sebuah blockchain, sebuah sistem yang bebas sensor (imutable), transparan, dan terdesentralisasi. Kontrak-kontrak Pandai itu mengatur tahapan dan keputusan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.

Sebagai awal berikut ini adalah sebuah skema yang dibuat sebagai gambaran bagaimana sebuah DAO berkerja. Skema ini dibuat untuk menginisiasi pembangunan DAO Bergerak, sebuah sistem otomatis yang berkelanjutan di dalam kelompok Pustaka Bergerak Indonesia.

Banyak aplikasi (dAppsdececentralized application) dan modul tersedia di jaringan internet yang dapat digunakan sebagai ‘prosesor’ untuk berjalannya sebuah DAO. Proses yang kini sedang dijalani, adalah merangkai berbagai aplikasi dan modul itu menjadi sebuah sistem yang terintegrasi dan memudahkan.

Dana maupun aset yang terkumpul, baik yang diperoleh dari kontribusi publik maupun dari hasil berbagi keuntungan dari suatu proyek (NFT, dApps, DeFi) , ditempatkan di dalam sebuah Kas Bersama (GnosisSafe). Dana dan aset tersebut akan dialokasikan untuk lima hal: Kas Insentif Anggota, Kas Proyek NFT, Kas Proyek dApps, dan Tabungan. Alokasi masing-masing kas adalah 20% dari total nilai Kas Bersama.

Dana untuk Kas Insentif Anggota diberikan melalui mekanisme peran yang diproses oleh aplikasi Collab.Land dan SourceCred yang terhubung dengan media sosial berkanal, Discord. Dana dan/atau aset untuk Kas Proyek NFT, Kas Proyek dApps, Kas Defi akan secara otomatis diserahkan pada masing-masing proposal yang telah disetujui, ketika suatu proposal disetujui (melalui mekanisme pemungutan suara) oleh anggota untuk dijalankan.

Pengelolaan sistem dijalankan secara otomatis oleh berbagai aplikasi dan modul. Untuk menjaga privasi dan pengembangan ke konsep Universal Basic Income nantinya, pendaftaran anggota diproses oleh suatu aplikasi Self Sovereign Identity (SSI). TypeForm digunakan untuk penulisan proposal. SnapShot untuk pengajuan dan pemungutan suara suatu proposal. Zodiac Reality adalah modul yang digunakan Snapshot tadi untuk mengakses GnosisSafe. Alokasi untuk Tabungan merupakan dana yang tetap berada di dalam Kas Bersama. Aset yang diproduksi dan/atau terkumpul akan disimpan di dalam InterPlanetary File System (IPFS), sehingga dapat selalu tersedia untuk (hampir) selamanya. Publik dapat kemudian membeli produk NFT yang diterbitkan anggota melalui OpenSea (pasar NFT terbesar saat ini – marketplace) dan mengakses aplikasi yang dibangun oleh anggota melalui Github. Untuk berpartisipasi dalam proyek Decentralized Finance (DeFi), pengembangan nilai token BGRK, nantinya publik dapat menggunakan SushiSwap.

Publik, anggota, dan para kontributor dapat menyaksikan berbagai kinerja dan transaksi yang dilakukan di dalam sistem yang transparan dan egaliter ini melalui facebook, twitter, instagram, dan nantinya subdomain dao.pustakabergerak.id.

Desain Sehari-hari

Tepat pukul delapan pagi. Kantor Badan Pertanahan Nasional Depok, baru saja buka. Antrian pengambilan nomor terlihat mulai memanjang di pelataran. Nomor yang saya dapatkan melalui daring, tidak dimengerti oleh petugas. Saya dipersilakan masuk, untuk menanyakan pada petugas di dalam gedung. Berbagai pertanyaan dilengkapi dengan istilah yang masih asing tersembur dari mulut petugas berseragam krem di dalam. Sudah validasi? Mau bikin plot? SKKP? Karena melihat saya kebingungan, petugas itu mempersilakan saya menunggu, sambil memberikan secarik kertas bernomor E09. Entah apa maksudnya.

Ruangan di dalam gedung itu dingin. Meja-meja pelayanan masih banyak yang kosong, kursi-kursi empuk di depannya mulai dipenuhi warga kota, menunggu panggilan.

Desain ruangan itu terlihat meriah. Warna-warni. Nama kantor menggunakan huruf tanpa kait (sanserif) dengan nilai keterbacaan rendah, tertempel di atas keramik (granit?). Terlihat lampu kuning berbinar dari belakang huruf-huruf itu. Meriah.

Merasa cukup untuk berada di dalam ‘hingar bingar’ visual, saya pun keluar dan menghirup udara pagi.

Berjalan sedikit ke samping gedung yang ‘ramai’ tadi, beberapa pedagang sedang melayani sarapan dari samping motor atau gerobak mereka. Ada bubur ayam, bakmi ayam, kopi.

Satu di antara mereka sangat unik. Berbeda dan sangat ‘mengundang’. Sebuah motor berpayung warna-warni, dengan kotak kayu besar berisi mesin fotokopi ukuran mini di dalamnya.

Nama pemiliknya Ade Yopi. Sudah tiga bulan ini ia melayani orang yang membutuhkan jasa fotokopi, pindai, dan cetak dari tepi trotoar. Mesin fotokopinya bekerja cepat karena menggunakan teknologi laser, agar konsumen tidak menunggu lama, katanya.

Di bawah mesin fotokopi terdapat sebuah laci, ia menyimpan kertas, amplop, dan alat tulis di situ.

Mesin fotokopi yang Ade beli bekas, mendapatkan listrik dari sebuah aki (accu) mobil 12 Volt 60 Ampere per jam yang dipasangkan di tengah motor. Tegangannya 12 Volt dari aki diubah oleh sebuah penaik tegangan (inverter) yang tertempel rapih pada dinding kotak menjadi 220 Volt. Ade mengisi (charge) aki itu setiap dua hari.

Desain sederhana dan tepat-guna.

Ia bilang kekurangan dari perangkat fotokopi bergerak itu akan nyata saat turun hujan. Tampias. Ia berencana untuk mengganti payung warna-warni yang ia gunakan sekarang dengan tenda berpenampang lebih luas Namun ia juga menambahkan, tenda akan menyulitkan dirinya saat SatPol PP datang dan mengusir para pedagang trotoar. Payung lebih ringkas untuk situasi yang mengharuskannya untuk segera menyingkir.

Patungan untuk Ibukota Negara?

Bagaimana kalau rakyat Indonesia berpatungan untuk Ibukota Negara (IKN) melalui blockchain?

Seperti yang telah diketahui umum,

  1. Undang-undang nomor 3 tahun 2022 tentang IKN telah disahkan. Hal ini memastikan, bahwa negara ini akan membangunnya, sehingga mau tidak mau  – setidaknya untuk masa pemerintahan Bapak Jokowi,
  2. Anggaran fase pertama IKN adalah Rp45 Triliun[1],
  3. Investor utama yang awalnya bersedia mendukung pembangunan IKN telah menarik diri[2], Badan Otorita IKN dan BAPPENAS mengajak publik untuk patungan[3],
  4. Anggaran Pembelanjaan Negara Tahun Anggaran 2022 mengalokasikan anggaran sebesar 19,4 persen[4] untuk pembangunan IKN,
  5. Di dalam Anggaran Pembelanjaan Negara Tahun Anggaran 2022 Anggaran Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2022 yang direncanakan sebesar Rp1.840.660.470.591.000,00 (satu kuadriliun delapan ratus empat puluh triliun enam ratus enam puluh miliar empat ratus tujuh puluh juta lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah), yang diperoleh dari sumber: a. Penerimaan Perpajakan; b. PNBP; dan c. Penerimaan Hibah. Pendapatan pajak penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a direncanakan sebesar Rp680.876.949.909.000,00 (enam ratus delapan puluh triliun delapan ratus tujuh puluh enam miliar sembilan ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan ribu rupiah).

Decentralized Autonomous Organization (DAO) di atas blockchain dapat digunakan. Sebuah DAO dapat ikut memastikan dana yang terkumpul dari publik dipergunakan secara tepat dan disetujui melalui konsensus. Bila 5% dari pendapatan pajak penghasilan itu, digunakan untuk pembangunan IKN, maka ada sekitar Rp34 Triliun dana yang digunakan dari penghasilan rakyat Indonesia. Nilai yang besar dan penting untuk dikawal dan dipastikan penggunaannya.

Dengan menggunakan sebuah sistem yang aman, tak bisa diedit, transparan, otomatis, dan inklusif, seperti yang blockchain tawarkan, mestinya negara ini sepertinya akan bisa lebih baik.

  1. Rakyat dan pengelola negara:
    • Warga negara Republik Indonesia pembayar pajak (memiliki NPWP),
    • Warga negara pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP),
    • Jurnalisme Warga
    • Kementerian Keuangan,
    • Badan Otorita Ibukota Negara,
    • Badan Pengawas Keuangan,
    • Komisi Pemberantasan Korupsi,
  2. Mendaftarkan diri dengan akun WEB3 dan memperoleh Self Sovereign Identity menjadi Warga IKNWarga negara menukarkan Rupiah ke token melalui Decentralized Exchange, dan menyimpannya di Gnosis Safe.
  3. Dengan token itu pula, Warga IKN akan memperoleh ‘tiket’ untuk masuk ke kanal Discord dan menyimpan data, laporan, dan lain-lain di InterPlanetary File System,
  4. KemenKeu dan/atau Badan Otorita IKN mencetak (mint) NFT proyek dan mengajukannya ke SnapShot sebagai proposal. NFT yang diajukan berupa Amdal, Desain, Rencana Anggaran, Tabel waktu, dan lain-lain,
  5. Untuk dapat melakukan pemberian suara, warga harus membaca, menganalisis, spesifikasi, Rancangan Anggaran, proses, dan lain-lain yang ada di IPFS dan di media massa pada umumnya, melalui kanal-kanal Discord yang disiapkan,
  6. Pemungutan suara dilakukan.
  7. Bila proposal disetujui Warga IKN, maka dana dari publik di Gnosis Safe akan dicairkan ke akun Badan Otorita IKN atau pihak yang tertulis pada NFT terkait.


[1] https://ekonomi.bisnis.com/read/20220125/10/1493181/kemenkeu-ungkap-alasan-anggaran-proyek-ikn-masuk-ke-program-pen

[2] https://money.kompas.com/read/2022/03/15/152042126/softbank-batal-investasi-di-ikn-nusantara-begini-kata-ekonom

[3] https://ekonomi.bisnis.com/read/20220322/9/1513903/bappenas-minta-partisipasi-publik-dalam-rpp-uu-ikn-begini-caranya?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_2

[4] https://ekonomi.bisnis.com/read/20220118/10/1490383/sri-mulyani-tegaskan-proyek-ikn-masuk-program-pen-2022

Blockchain demi Akal Sehat

Negara telah banyak bekerja dengan atau tanpa kesederhanaan dalam berpikir. Hal ini yang membuat kami (khususnya saya) berpikir, bahwa adalah sebuah kebutuhan bagi rakyat jelata pada umumnya untuk memiliki organisasi yang membolehkan diri masing-masing untuk menjadi diri sendiri secara bermartabat.

Hidup manusia di zaman modern membutuhkan pendapatan yang sesuai dengan konteks di mana ia tinggal, untuk meraih sandang, pangan, papan yang layak – pas dan cukup. Tidak lebih, tidak kurang. Kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan yang memadai adalah lapisan kedua yang dibutuhkan untuk meraih kecukupan tadi. Pendapatan seseorang yang dierosi oleh banyak pihak yang tidak pernah merasa cukup, menjadi persoalan di dunia ini. Ini adalah persoalan cara berpikir, buah dari akal yang tidak sehat.

Ada di dalam sebuah sistem web3 yang dinamakan jaringan blockchain. Jaringan tersebut menghubungkan banyak titik (node) di alam maya yang berfungsi menyimpan berbagai kesepakatan dan memroses berbagai fungsi. Jaringan yang tersebar, tidak memiliki pusat, itu membolehkan banyak hal untuk tersedia, tercatat, dan terlindungi. Sistem web3 itu memungkinkan dorongan positif sebagaimana akal sehat akan membuahkan cara pikir yang sederhana – bekerja bersama, menuju konsensus bersama meraih kepentingan bersama.. sebuah kondisi yang pas, cukup.

Teknologi web3 telah digulirkan sejak lama, kongkritnya adalah ketika blockchain untuk Bitcoin mulai bergulir di awal 2010. Ia tidak serta merta muncul, namun melalui proses intelektual yang panjang sejak 1950an. Konsep Blockchain Bitcoin bertujuan sederhana, menghilangkan pihak ketiga dalam suatu transaksi (keuangan). Pada 2013, blockchain Ethereum yang digulirkan seorang kelahiran Rusia, warga negara Kanada, bernama Vitalik Buterin berupa konsep sepanjang 36 halaman. Kemudian bersama kawan-kawannya, dari sebuah kamar hotel di Switzerland, mereka mengembangkan sistem ‘buku besar’ (ledger) itu menjadi sebuah sistem yang dapat mengoperasikan banyak kesepakatan digital (smart contrat) di dalamnya. Solidity sebagai bahasa pemrograman menjadi bahasa universal untuk membangun berbagai kontrak sosial – kesepakatan antar pihak.

Teknologi berkembang sangat cepat. Sejak 2017 ada rangkaian sistem yang bekerja berdampingan dengan blockchain Ethereum, untuk dapat menjawab kelemahan yang dimiliki oleh Ethereum. Adalah Polygon – awalnya bernama jaringan Matic – sebuah jaringan yang dibangun oleh tiga orang India, Jaynti Kanani, Sandeep Nailwal dan Anurag Arjun, yang berada di luar blockchain Ethereum, terhubung secara lekat dan dapat menjawab berbagai masalah yang dimiliki oleh blockchain Ethereum, khususnya persoalan: pengembangan (scalability), kecepatan (speed) – yang otomatis berdampak pada biaya (gas fee). Dengan Polygon Plasma Chains, Polygon disebut sebagai lapisan kedua (Layer-2) dari Ethereum dapat menekan biaya menjadi kurang dari 1% dari biaya yang dibutuhkan, bila sesorang melakukan transaksi, verifikasi, atau apa pun di blockchain Ethereum. DAO Bergerak menggunakan jaringan Polygon dengan argumentasi di atas itu.

Sebuah ekosistem perlu dibangun atas dasar kesepakatan bersama. Ia tidak dapat tiba-tiba muncul – apalagi muncul karena hanya diinginkan oleh sekelompok yang berkuasa. Awal pembangunan ekosistem Bergerak adalah dengan menggunakan berbagai aplikasi web3 yang telah tersedia, untuk membangun sebuah organisasi yang dapat mengakomodasi berbagai hal demi kepentingan bersama – yang dapat memberi ‘kecukupan’ di atas itu, secara transparan, partisipatif, dan egaliter. Secara wujud, sebuah aplikasi Otomatisasi Organisasi yang terDesentralisasi (Decentralized Autonomous Organization – DAO) menjadi awal. Kami menamakannya DAO Bergerak.

DAO Bergerak diharapkan dapat mefasilitasi berbagai suara yang tergabung sebagai anggota. Keanggotaannya bersifat egaliter. tidak ada kekhususan (priviledge) dalam hal nilai sebuah suara, prinsip yang diadopsi adalah satu anggota memiliki satu suara. DAO Bergerak dibuat dengan mengaplikasi sifat-sifat seperti transparansi, konsensus bersama, dan otomatisasi karena itu ia dapat bekerja secara sangat efisien. Di dalam DAO bergerak, akan terdapat mekanisme patungan yang mengumpulkan dana untuk kepentingan pembangunan ekosistem milik bersama. Dana yang terkumpul dengan mekanisme tersebut ditampung dan dicatat di dalam sebuah kas bersama. Dana di dalam kas dapat digunakan, bila suatu rencana dari seorang (atau lebih) anggota, berbentuk proposal sederhana, disetujui oleh anggota DAO. Pemberian suara, persetujuan, atau penolakan dilakukan secara transparan.

Teknologi blockchain masih baru – sebuah kata yang memang bersifat relatif – karena itu masih banyak eksperimentasi dan usaha yang perlu dilakukan. Kami percaya akan banyak kebaikan yang dapat diberikan oleh teknologi – sebagai alat, bukan hanya kosmetika – di masa pasacamodern ini. Kami berusaha keras untuk mempelajari, memahami, dan mencobanya, demi tidak tergantung pada para pengelola negara yang dinilai lebih sering untuk tidak menggunakan akal sehat mereka.

Branjangan

Kiriman Samuel Indratma

Ngisor gayam kaline lumaku bisu
Ora sindhen, ora nembang gendhingan lagu
Branjangan niyup ngarasi pipining banyu
Anyep dicecep, kekebet wulu
Klper, lap ilang dinulu

Langite biru kasaput lamating mega
Srengengene wutah mancur cahya maya-maya
Branjangan nenga kekalangan ngirup hawa
Seger diulu tekan ing dadha
Berag kekiter mrana-mrana

Si ati tansah nyidham antenging kali
Edhuming gayam tentreming sepi
Beninging banyu anyeping ili
Sing nyangking ayem bungah ati

Si ati tansah kangen langit biru
Sinaput ing mega ayu
Bungah yen ta bisa ngangsu
Sunaring srengenge pikuwating laku


Karya Dr. I. Kuntara Wiryamartana, SJ
Komposisi @dimawankresnowoadjie
Vocal @caturbenyekkuncoro

Karya syair ini dibuat ketika rama Kuntara sedang berada di Kolese St. Ignatius tahun 1968. Ditemukan dan dibukukan oleh editor Dr. G. Budi Subanar. Terangkum dalam buku Sradda-Jalan Mulia-Jalan Sunyi Manusia Jawa Kuna.

Kumpulan syair rama Kuntara ini dicoba dengan beragam kemungkinan baru melalui kolaborasi musik, visual, dan ragam jenis cabang seni. Kerja ini kemudian diberi nama:

SRADDHA-JALAN MULIA ART PROJECT

Tresna Jati

Kiriman Samuel Indratma

Geguritan dalam bahasa Jawa ini ditulis bulan Januari 1968 oleh Dr, I. Kuntara Wiryamartana, SJ di Kolese St. Ignasius-Kota Baru, Yogyakarta.

Sebuah ungkapan hati yang unik. Kecintaan hati yang berkobar kepada Gusti Pangeran junjungannya, menjadikan dunia seolah bisa diukur dengan rentang telapak tangan. Dengan mengandaikan diri sebagai burung garuda, kepak sayapnya telah membawa hingga membubung tinggi dan menjelajah bumi tiada lelah.
Sebuah ungkapan tresna jati-cinta sejati.

Geguritan itu kemudian digubah menjadi sebuah lagu dengan irama keroncong oleh seorang musisi-komposer yakni Imoeng CR.

Imoeng CR banyak bertekun dalam musik keroncong, bahkan membentuk kelompok Orkes Keroncong Tresnawara bersama anak-anak muda di kota Yogyakarta. Karya komposisi Imoeng CR,Tresna Jati ini, pertama kali diujicobakan di Taman Budaya Yogyakarta.

Dari uji coba dalam konser keroncong itu, kemudian Endah Laras mengajukan diri kepada Imoeng CR dan kepada Dr. G. Budi Subanar, SJ selaku inisiator gagasan- untuk membawakan lagu tersebut kelak suatu saat.

Maka pada sebuah kesempatan perhelatan ArtJog ke 10 – 2017, Endah Laras mengaransemen dalam versinya. Dan menggemalah Lagu Keroncong Tresna Jati.

Geguritan Tresna Jati adalah pintu pembuka pertama sraddha-jalan Mulia Art Project.

Peletakan Sinci Ita

PELETAKAN SINCI ITA MARTADINATA HARYONO & RITUAL RUJAK PARE

Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Semarang
Diskusi Tipis-tipis Boen Hian Tong “Sinci Ita”

Time: May 13, 2021 07:00 PM SemarangJoin
Zoom Meetinghttps://zoom.us/j/92511643991…Meeting ID: 925 1164 3991Passcode: 683144https://youtu.be/b0LemivfEjQ

Kamis, 13 Mei 2021Jam 19:00 – 21:001.

Acara:
Pasang pita hitam (diiringi gembreng)
Doa ke Thian (diiringi gembreng)
Penyerahan & Peletakan Sinci Ita di Altar Boen Hian Tong (diiringi baca puisi Xs Budi Tanuwibowo)
Peletakan bunga mawar putih
Menyalakan lilin
Doa di Altar Boen Hian Tong
Membakar kertas doa
Makan rujak pare (narasi)
Diskusi
Penutup

RESEP RUJAK PARE
1. Iris pare mentah tipis-tipis.
2. Cuci bersih, taburi es batu.
3. Siapkan sambal rujak, tambahi bunga kecombrang.
4. Uleg.
5. Rujak pare sambal bunga kecombrang siap disajikan.

Sinci adalah papan kayu bertuliskan nama leluhur yang sudah meninggal dan diletakkan pada altar, dan bagi orang Tionghoa, sinci adalah bentuk penghormatan tertinggi. Ita Martadinata Haryono, seorang aktivis kemanusiaan, yang tewas dibunuh 9 Oktober 1998, tak lama sebelum ia berencana bersaksi di sidang PBB terkait peristiwa Tragedi Mei ’98. Di bulan Mei 2021 Boen Hian Tong akan meletakkan Sinci Ita Martadinata di altar perkumpulan untuk mengenang Tragedi Mei ’98 sekaligus menjadi simbol gerakan melawan lupa.Selain seremoni peletakan sinci, akan ada Diskusi melalui zoom pada tanggal 13 Mei 2021 jam 19:00 mendatang dan ritual makan bersama “Rujak Pare Sambal Bunga Kecombrang”.

Kepahitan pare melambangkan pahitnya Tragedi Mei 1998, bunga kecombrang simbol kekerasan seksual yang menimpa perempuan Tionghoa yang diulek, dianiaya, diperkosa.

Perkumpulan Boen Hian Tong meyakini – keluarga adalah lembaga sakral yang harus selalu dijaga, dirawat, dilindungi. Diskusi Tipis-Tipis tidak dimaksudkan untuk menghakimi, membenarkan atau memberi solusi; tapi melalui paparan dan diskusi serta testimoni, tumbuh inspirasi, menuju pemahaman dan kesadaran baru.