NFT Hutan Rakyat

Senang mengetahui adanya program Perusahaan Hutan Tanaraya (Perhutana).

Program yang dimunculkan oleh kelompok seni Jatiwangi Art Factory (JAF)[2] ini mendorong perlindungan pada hutan rakyat[3] dengan mencatatkan keberadaan lahan yang dikelola oleh Perhutani[4], sebuah lembaga negara) pada rantai-blok (blockchain).

Perhutana menginjeksi ‘energi kontemporer’ pada Perhutani.

Sekilas, Perhutana itu menawarkan sebidang tanah berukuran 4 x 4 meter untuk dimiliki publik. Publik yang membelinya seharga Rp4 juta per 16 meter persegi itu akan memperoleh: 1. Sebidang tanah yang kemudian diwakafkan/dihibahkan untuk menjadi Hutan rakyat atas nama pembeli, 2. Sebuah sertifikat kepemilikan fisik berupa sebuah batu bata terbuat dari terakota, 3.  Sertifikat kepemilikan digital dalam format Non-Fungible Token (NFT), token yang tak tergantikan dan tercatat selamanya di rantai-blok.. Jadi.. kira-kira semacam adopsi hutan begitu.

Saat ini Perhutana sedang menggelar programnya itu di Documenta 15 dan mendapat reaksi positif dan tentunya juga negatif. Satu di antara reaksi negatif yang diterimanya dapat dibaca di sini.

Saving and destroying the planet

In the vast Hübner Areal venue of Kassel’s industrial east, the Indonesian collective Jatiwangi Art Factory’s large exhibition displaying their practice of creating clay tiles is accompanied by a confusing message about the enviroment. The collective, which are based in the Northern Majalengka area of Java, are attempting to protect swathes of rainforest that are under threat from industralisation and human expansion.

To counteract this, they are offering 16m sq. plots of the forest for sale, each of which will be considered “sacred” and protected by Indonesian law. However, the plot comes not only with a title deed, but a corresponding NFT too. The recent controversy around the environmental impact of cryptocurrency and other blockchain-based assets makes one question whether the best way to protect the planet is by emitting more carbon into the atmosphere.

Sepertinya Kabir Jhala, penulis artikel di artnewspaper.com di atas itu, tidak cukup memiliki referensi tentang rantai-blok. Ia menyamaratakan mekanisme konsensus dari semua rantai-blok seperti jaringan Bitcoin. Cuplikan tentang cara kerja rantai-blok bisa diintip di sini. Rantai-blok Bitcoin menggunakan mekanisme proof-of-work (PoW) sebagai cara mevalidasi transaksi. Mekanisme PoW mengakibatkan para validator di dalam rantai-blok Bitcoin itu berlomba untuk membesar kemampuan komputer mereka, yang otomatis meningkatkan kebutuhan energi (listrik). Menurut sebuah artikel BBC[6], konsumsi listrik untuk melakukan proses validasi transaksi di jaringan Bitcoin mencapai 121 ribu Terawatt per jam, yang konon lebih besar dari konsumsi negara Argentina, Belanda, atau Arab Saudi.

Perhutana memanfaatkan pasar NFT Hic-et-nunc/objkt (NFT marketplace) yang berada di atas rantai-blok Tezos. Mekanisme konsensus yang digunakan oleh rantai-blok Tezos adalah proof-of-stake (PoS). Berbeda dengan rantai-blok Bitcoin yang menggunakan mekanisme konsensus proof-of work (PoW). Pada rantai blok Tezos, setiap validator perlu membeli dan ‘mempertaruh atau memancangkan’ (stake) koin XTZ untuk dapat ikut memroses transaksi dan memperoleh bayaran untuk itu. Rantai-blok Tezos menggunakan energi dua juta kali lebih rendah dari pada energi listrik yang digunakan pada rantai-blok Ethereum[7] yang menggunakan mekanisme konsensus PoW sama dengan rantai-blok Bitcoin. Konon pada awal Agustus 2022 Ethereum akan berubah ke mekanisme konsensus PoS).

Perhutana bisa menjadi sebuah alternatif untuk melakukan konservasi, pada hal ini: hutan. Perhutana mengaitkan cara pengelolaan hutan yang konservatif dengan ‘dunia baru’ yang terus bergerak, dunia digital. Mungkin di saatnya nanti, Perhutana akan membangun rantai-blok yang ramah lingkungan lengkap dengan pasar NFT-nya sendiri, sehingga dana publik yang terkumpul dapat benar-benar berada di dalam wilayah yang terkait, yaitu Indonesia. Perhutana pun dapat mengembangkan pemetaan berbasis kesepakatan-pandai (smart contract) seperti yang ditawarkan oleh NextEarth.io. Untuk peta dasarnya mungkin dapat berkerja sama dengan Perhutani dan/atau Badan Pertanahan Nasional, kemudian meletakkan grid di atasnya dengan menggunakan Mapbox Tiling Service atau yang sejenis.

Menyenangkan!


[2] https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/07/18/mengenal-jatiwangi-art-factory-pusat-seni-dan-budaya-di-majalengka

[3] https://kmmh.fkt.ugm.ac.id/2021/01/19/hutan-rakyat-solusi-alternatif-dalam-mendukung-pembangunan-hutan-indonesia-yang-lestari/

[4] https://www.perhutani.co.id/tentang-kami/struktur-organisasi/divisi-regional/janten/kph-majalengka/

[6] https://www.bbc.com/news/technology-56012952

[7] https://nftnow.com/guides/everything-to-know-about-the-tezos-blockchain-and-nfts/

Senang mengetahui adanya program Perusahaan Hutan Tanaraya

(Perhutana).[1]

Program yang dimunculkan oleh kelompok seni Jatiwangi Art Factory (JAF)[2] ini mendorong perlindungan pada hutan rakyat[3] dengan mencatatkan keberadaan lahan yang dikelola oleh Perhutani[4], sebuah lembaga negara) pada rantai-blok (blockchain).

 Perhutana menginjeksi ‘energi kontemporer’ pada Perhutani.

Sekilas, Perhutana itu menawarkan sebidang tanah berukuran 4 x 4 meter untuk dimiliki publik. Publik yang membelinya seharga Rp4 juta per 16 meter persegi itu akan memperoleh: 1. Sebidang tanah yang kemudian diwakafkan/dihibahkan untuk menjadi Hutan rakyat atas nama pembeli, 2. Sebuah sertifikat kepemilikan fisik berupa sebuah batu bata terbuat dari terakota, 3.  Sertifikat kepemilikan digital dalam format Non-Fungible Token (NFT), token yang tak tergantikan dan tercatat selamanya di rantai-blok.. Jadi.. kira-kira semacam adopsi hutan begitu.

Saat ini Perhutana sedang menggelar programnya di Documenta 15 dan mendapat reaksi positif dan tentunya juga negatif. Satu di antara reaksi negatif yang diterimanya dapat dibaca di sini.

Saving and destroying the planet

In the vast Hübner Areal venue of Kassel’s industrial east, the Indonesian collective Jatiwangi Art Factory’s large exhibition displaying their practice of creating clay tiles is accompanied by a confusing message about the enviroment. The collective, which are based in the Northern Majalengka area of Java, are attempting to protect swathes of rainforest that are under threat from industralisation and human expansion.

To counteract this, they are offering 16m sq. plots of the forest for sale, each of which will be considered “sacred” and protected by Indonesian law. However, the plot comes not only with a title deed, but a corresponding NFT too. The recent controversy around the environmental impact of cryptocurrency and other blockchain-based assets makes one question whether the best way to protect the planet is by emitting more carbon into the atmosphere.

Kabir Jhala, penulis artikel di artnewspaper.com itu, sepertinya kurang cukup memiliki referensi tentang rantai-blok. Ia menyamaratakan semua rantai-blok seperti jaringan Bitcoin. Rantai-blok Bitcoin menggunakan mekanisme proof-of-work (PoW) sebagai cara mevalidasi transaksi. Mekanisme PoW mengakibatkan para validator di dalam rantai-blok Bitcoin itu berlomba untuk membesar kemampuan komputer mereka, yang otomatis meningkatkan kebutuhan energi (listrik). Menurut sebuah artikel BBC[5], konsumsi listrik untuk melakukan proses validasi transaksi di jaringan Bitcoin mencapai 121 ribu Terawatt per jam, yang konon lebih besar dari konsumsi negara Argentina, Belanda, atau Arab Saudi.

Perhutana memanfaatkan pasar NFT Hic-et-nunc/objkt (NFT marketplace) yang berada di atas rantai-blok Tezos. Mekanisme validasi transaksi yang digunakan oleh rantai-blok Tezos adalah proof-of-stake (PoS). Pada Tezos, setiap validator perlu membeli dan ‘mempertaruh atau memancangkan’ (stake) koin XTZ untuk dapat ikut memroses transaksi dan memperoleh bayaran untuk itu. Rantai-blok Tezos menggunakan energi dua juta kali lebih rendah dari pada energi listrik yang digunakan pada rantai-blok PoW Ethereum (yang konon pada awal Agustus 2022 akan berubah ke PoS).[6]

Jadi Perhutana dapat dianggap sebagai sebuah alternatif yang betul untuk melakukan konservasi, khususnya hutan. Perhutana mengaitkan cara pengelolaan hutan yang konservatif dengan ‘dunia baru’ yang terus bergerak, dunia digital. Mungkin di saatnya nanti, Perhutana akan membangun rantai-blok yang ramah lingkungan dan pasar NFT-nya sendiri, sehingga dana publik yang terkumpul dapat benar-benar berada di dalam wilayah yang terkait, yaitu Indonesia. Pertahana pun dapat mengembangkan pemetaan berbasis kesepakatan-pandai (smart contract) seperti yang ditawarkan oleh NextEarth.io. Untuk peta dasarnya mungkin dapat berkerja sama dengan Perhutani dan/atau Badan Pertanahan Nasional, kemudian meletakkan grid di atasnya dengan menggunakan Mapbox Tiling Service atau yang sejenis.

Menyenangkan!


[2] https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/07/18/mengenal-jatiwangi-art-factory-pusat-seni-dan-budaya-di-majalengka

[3] https://kmmh.fkt.ugm.ac.id/2021/01/19/hutan-rakyat-solusi-alternatif-dalam-mendukung-pembangunan-hutan-indonesia-yang-lestari/

[4] https://www.perhutani.co.id/tentang-kami/struktur-organisasi/divisi-regional/janten/kph-majalengka/

[5] https://www.bbc.com/news/technology-56012952

[6] https://nftnow.com/guides/everything-to-know-about-the-tezos-blockchain-and-nfts/

Sedikit tentang Lapisan dalam Rantai-blok

Rantai-blok (Blockchain) merupakan sebuah sistem digital yang memroses, mencatat, dan menempatkan catatan berupa berkas-berkas digital tersebar di dalam suatu jaringan komputer yang saling terhubung. Mekanisme konsensus, berupa kesepakatan (‘cara main’) yang dipilih untuk menjalankan blok-rantai secara berkelanjutan, berada di lapis utama sistem. Ada banyak ‘cara main’ atau mekanisme konsesus. Ragam mekanisme ini menentukan bagaimana rantai-blok itu beroperasi. Lapis utama ini yang umumnya disebut layer 1 sebuah rantai-blok. Idealnya, setiap hal berkaitan dengan tugas: memproses, mencatat, menyimpan data dapat dilakukan di dalam lapis utama ini, namun karena sistem rantai blok ditempatkan secara tersebar di dalam jaringan komputer, maka waktu untuk memroses akan lebih tinggi dibandingkan dengan sistem sentral yang tergantung pada ‘sebuah’ server. Kemampuan rantai-blok diuji ketika terbentuk antrian panjang menunggu validasi jejaring. Sebagai gambaran, rantai-blok Bitcoin hanya dapat mevalidasi 4,6 transaksi per detik, sedangkan Visa, penyedia kartu kredit itu, dapat mevalidasi 1700 transaksi setiap detiknya.[1] Persoalan ‘sambungan’ (throughput) ini memang ‘kelemahan’ dari penggunaan banyak komputer yang tersambung dalam sebuah jaringan (desentrasilasi) untuk melakukan afirmasi. Perlu waktu yang lebih banyak untuk mendapatkan persetujuan atau penolakan, karena jarak antara komputer di dalam jejaring itu. Dalam sebuah sistem yang sentralistik, seperti Visa, ‘sebuah’ komputer (server) dengan kapasitas super besar dapat menyatakan afirmasi dengan segera.

Desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas adalah trilema suatu rantai-blok yang ada saat ini. Rantai-blok pada umumnya memiliki kepastian pada dua hal yang pertama: penempatan berkas yang terdesentralisasi, dengan begitu keamanan berkas yang terjaga. Hal ketiga, yaitu: skalabilitas, menjadi tidak pasti ketika jumlah pengguna rantai-blok berkembang. Skalabilitas adalah kemampuan untuk memroses validasi, hal ini merupakan masalah yang saat ini (akhir Juli 2022) dapat ditanggulangi dengan pembentukan lapisan pendukung, yang biasa disebut lapis kedua (layer 2), lapisan yang berada di sisi luar sebuah rantai-blok. Lapis 2 ini khusus menangani proses validasi.


[1] https://towardsdatascience.com/the-blockchain-scalability-problem-the-race-for-visa-like-transaction-speed-5cce48f9d44

Mengintip Documenta Fifteen dari Jauh

Ulrike Schmatz, warga kota Kassel mengungkap Documenta kali ini “Lebih revolusioner”.[1]

Ada dua konsep besar yang disodorkan untuk Documenta 15 yaitu Lumbung dan Dari-Untuk Kassel.[2] Konsep-konsep itu dipilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh sebuah komite yang terdiri dari delapan pelaku seni sejak September 2018 sampai kemudian menentukan keputusannya pada bulan Februari 2019.[3] Komite seleksi Documenta 15 menyampaikan keputusannya dalam sebuah pertemuan pers:

“We have appointed ruangrupa because they have demonstrated the ability to appeal to various communities, including groups that go beyond pure art audiences, and to promote local commitment and participation. Their curatorial approach is based on an international network of local community-based art organizations. We are eager to see how ruangrupa will develop a concrete project for and from Kassel. At a time when innovative strength particularly stems from independent organizations active on the community level, it seems only logical to offer this collective approach a platform with Documenta.”[4]

Angela Dorm, menteri pendidikan tinggi, riset, dan seni untuk Provinsi Hesse, menjelaskan bahwa: “documenta is consciously giving room to the non-European view”. Ia menyatakan adalah penting untuk memilih ruangrupa, yang sering menggunakan seni untuk membicarakan persoalan di dalam publik di negara asalnya.

Dan jadilah ruangrupa sebagai kurator perhelatan seni dunia Documenta 15, yang mana merupakan untuk pertama kalinya kegiatan seni itu kurasi seninya dilakukan oleh sebuah kelompok dan untuk pertama kalinya pula dilakukan oleh pihak dari di negara non eropa. Menanggapi terpilihnya ruangrupa sebagai kurator Documenta 15, wakil ruangrupaAde Darmawan[5] dan Farid Rakun menyampaikan keinginan mereka: “..membuat platform seni dan budaya yang berorientasi global, kooperatif antar disiplin ilmu yang berdampak,”[6]

Documenta, perhelatan seni yang reputasinya sejajar dengan Venice Biennale, Guangju Biennale, dan pagelaran seni dunia lainnya itu, diselenggarakan secara serentak di dua lokasi Kassel dan Atena sejak 18 Juni 2022 sampai dengan 25 September 2022.

Sabtu, 18 Juni 2022, Frank-Walter Steinmeier, membuka perhelatan seni 100 hari itu, di Museum Fridericianum dan Documenta Halle di pusat kota Kassel, Hesse, kurang lebih 380 kilometer dari Berlin, ibulota Jerman. Konon adalah merupakan suatu tradisi seorang Presiden Republik Federal Jerman, untuk hadir dan membuka secara resmi kegiatan lima tahunan yang telah berumur 67 tahun itu. Niat betul! Sehari sebelumnya, ia masih di Jakarta bertemu presiden Jokowi di Jakarta, Indonesia.[7] Pidato pembukaan presiden itu menggambarkan pentingnya Documenta 15 sebagai sebuah kegiatan yang memiliki pengaruh besar bagi khususnya rakyat Jerman. Ia menyatakan seni dan kebebasan berpendapat adalah pilar konstitusi Jerman dapat memulai adanya diskusi yang sangat penting dan dibutuhkan. Walau demikian, Steinmeier pun menegaskan, bahwa mempertanyakan keberadaan Israel adalah hal yang melebihi batas, terlebih, dengan tidak adanya seniman yang berasal dari Israel yang diundang di Documenta 15.[8]

Perlakuan seni (art direction) oleh ruangrupa membuat banyak pihak bingung[9] dan ini menimbulkan banyak ‘gesekan’[10].

Kelompok musik qasidah Nasidah Ria dari Semarang ikut memeriahkan acara pembukaan Documenta 15. Format karaoke yang dimunculkan pada pertemuan pers, musik bergaya BDSM (Bondage, discipline (or domination), sadism, and masochism) yang diselenggarakan di ruang bawah tanah, terus memunculkan banyak pertanyaan bagi mereka yang tidak mengenal ruangrupa secara dekat. Pertanyaan-pertanyaan terkait di mana posisi berbagi sumber daya, kepemilikan koletif, dan keberlanjutan yang tercakup dalam konsep Lumbung itu? Gagasan lumbung yang disodorkan rupanya tidak cukup cepat untuk dapat diserap oleh penghuni negara eropa pada umumnya, saya pun tergagap-gagap menyerapnya. Tapi itu menyenangkan. Pengetahuan baru!

Ada beberapa topik menarik yang melintas saat saya mencari lubang-lubang intip untuk belajar tentang Documenta 15 ini. Berikut ini adalah di antaranya:

Direktur Perhutana, Ginggi Syar Hasyim Harga kavling sendiri diberikan harga sebesar Rp4 juta dengan ukuran 4×4 meter. Pertama, pembeli akan memiliki hutan yang diwakafkan menjadi hutan adat. Kedua, pembeli akan mendapat sertifikat khusus dari Perhutana dan yang ketiga, secara ekonomi bisa menjual belikan sertifikat digitalnya pada platform NFT (Non-Fungible Token).[11]

The Question of Funding jdul karya dari sebuah kelompok seniman asal Palestina yang mencuatkan pertanyaan: Bagaimana cara bekerjasama.[12] Inisiatif mereka di dalam Documenta 15 adalah bagaimana membangun sebuah model komunal yang dapat mefasilitasi pembangunan infrastruktur kebudayaan di Palestina dan dunia. Mereka menyodorkan penggunaan sistem blockchain, sebuah sistem di dunia maya yang menghilangkan pihak ketiga (yang perlu dipercaya) dalam mengakomodir suatu interaksi.

Kehadiran mereka dalam Documenta 15 memicu penolakan karena dikaitkan dengan sebuah pusat kebudayaan Khalil al-Sakakini, yang mana kegiatan aktivitasnya disalah-artikan oleh beberapa media Jerman.[13]

Rasa yang saya dapat saat mengintip Documenta 15 adalah membanggakan. Membanggakan untuk dapat melihat proses dan ‘hasil’ yang telah dilakukan oleh ruangrupa dalam menggelar Documenta 15. Antara lain, menarik untuk mengetahui bagaimana ruangrupa menyodorkan system majelis itu.[14] Menarik untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh kesenian kontemporer.

Entah mengapa, dari mengintip sedikit tentang Documenta 15 ini, saya banyak belajar tentang banyak hal dan diingatkan soal reifikasi – komodifikasi manusia.

Ulrike Schmatz bingung. Ia tidak dapat menemukan wujud lumbung yang ia kenal.[15]

Beberapa tautan tentang Documenta 15 dapat diintip di:

https://www.youtube.com/watch?v=MWhczPJBX6o
https://www.e-flux.com/notes/472663/artists-statement-in-support-of-ruangrupa

https://www.e-flux.com/notes/467337/diversity-as-a-threat-a-scandal-about-a-rumor
https://www.e-flux.com/notes/467337/antisemitism-accusations-against-documenta-a-scandal-about-a-rumor

https://bdsmovement.net/what-is-bds

http://artestetica.org/news/leggi/903/artistic-direction-of-documenta-15

https://www.on-curating.org/issue-20-reader/interview-stockel-gillick-on-funding.html#.YrgPlB2lbeR
https://www.dw.com/id/dari-jakarta-ke-kassel-memboyong-lumbung-ke-documenta-15/a-47796226
https://www.daserste.de/information/wissen-kultur/ttt/videos/ttt-titel-thesen-temperamente-video124.html

[1] https://www.dw.com/id/documenta-lumbung-dan-ruangrupa/a-62186616

[2] https://ruangrupa.id/documenta-15/ dan https://www.dw.com/id/dari-jakarta-ke-kassel-memboyong-lumbung-ke-documenta-15/a-47796226

[3] https://documenta-fifteen.de/en/documenta-commission/

[4] https://www.a-n.co.uk/news/documenta-15-jakarta-based-artist-collective-ruangrupa-selected-as-artistic-directors-of-2022-international-exhibition/

[5] Ade Darmawan adalah direktur kelompok seni ruangrupa. Pada 2019 ia menerima anugerah kebudayaan Indonesia 2019 dalam kategori Pelopor Pencipta Pembaharu:  Membawa Ekosistem Seni Rupa ke Tingkat Dunia

[6] https://hot.detik.com/art/d-4442809/ruangrupa-terpilih-jadi-direktur-artistik-documenta-15.

[7] https://kemlu.go.id/berlin/id/news/19368/documenta-fifteen-dibuka-oleh-presiden-republik-federal-jerman-ruang-rupa-dari-indonesia-sukses-menjadi-kurator-pertama-dari-asia

[8] https://youtu.be/PDjKGEqOgbo

[9] https://www.theartnewspaper.com/2022/06/21/documenta-15-most-controversial-kassel-exhibition

[10] https://www-nytimes-com.cdn.ampproject.org/c/s/www.nytimes.com/2022/06/10/arts/design/documenta-ruangrupa.amp.html

[11] https://www.rmoljabar.id/jaga-keberlangsungan-oksigen-dprd-jabar-apresiasi-program-perhutana

[12] https://documenta-fifteen.de/en/lumbung-members-artists/the-question-of-funding/

[13] https://www.jadaliyya.com/Details/44043/Who-was-Khalil-al-Sakakini-Diaries-to-Palestine

[14] https://ruangrupa.id/2021/10/08/pengumuman-lumbung-artists-documenta-fifteen/

[15] https://www.dw.com/id/documenta-lumbung-dan-ruangrupa/a-62186616

Iwan Ismael Selalu Bergerak

Iwan Ismael, kelahiran Medan 6 Juni 1966, adalah seorang pelaku street art yang sangat aktif hingga kini dan juga melukis di studio. Ia mulai berpameran sejak 1986, sering melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menggarap karya-karya stensil di tembok-tembok yang ditemui. Iwan beberapa kali berpameran tunggal, mulai di TIM Jakarta, museum Mpu Tantular Surabaya, IFI Bandung, Taman Budaya Jawa Barat, dan di Rumah Proses Bandung. Ia terlibat juga pada Triennale Small print di Chamaliere France, #2 print di Penang Malaysia, Biennale Banten, dan Biennale Jawa Barat (Bijaba).

Pada saat Pandemi, Iwan menggarap lima edisi pameran artQ secara daring. Pada awal 2022, bersama Forum Drawing Indonesia (FDI) ia menggagas Indonesia Menggambar: bulan Mei sebagai bulan menggambar nasional. Gagasan ini melibatkan 250 komunitas dari Aceh hingga Papua.

Mas Mandor
2021
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
150 x 120 cm
Keluarga Kecil
2021
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
70 x 70 cm
Pemotret
2021
Stencil, aerosol, acrylic on canvas
70 x 70 cm
Berbeda itu Indah
2022
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
80 x 70 cm
Pengangkat Batu
2021
Stencil, aerosol,acrilyc on canvas
150 x 120 cm
Mencoba Melihat
2022
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
80 x 70 cm
Opa Said
2019
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
150 x 120 cm
+62 811-2304-936
kantormael@yahoo.com

Dokumentasi Pustaka Bergerak #1

Banyak kegiatan Pustaka Bergerak yang direkam dalam bentuk video. Berikut ini empat di antaranya. Unggah kegiatan kalian dan bagikan, agar dunia dapat ikut belajar. Bila ada yang ingin terlibat dalam kegiatan ‘menuju Istanbul’ Pustaka Bergerak Indonesia, sila isi dan kirim formulir ini.

Vespa Pustaka Tanah Ombak
Pondok Baca Kampung Kabor
Liputan NHK: Kuda Pustaka Gunung Slamet
Liputan TV5.ca

Selain kiriman video dari teman-teman Pustaka Bergerak, ada pula kiriman cerita yang dibuat oleh M. Assegaf berjudul Mengingat Perjalanan Panjang dan kiriman beberapa foto dari Tanah Ombak berikut ini.

Sedikit tentang DAO: Catatan#1

Dalam proses mempelajari apa itu jaringan blockchain dan berbagai hal yang dapat diperbuat di dalam dan di atasnya, ada beberapa catatan esensial yang ditemukan.

Jaringan blockchain yang mulai diaplikasikan oleh mata uang kripto Bitcoin pada 3 Januari 2009 itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengeliminasi para ‘penengah’ di dunia keuangan. Dalam konsep (white paper) nya, Satoshi Nakamoto menulis:

Sebuah versi sistem pembayaran elektronik peer-to-peer murni yang membuat pembayaran secara daring dapat terjadi langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui sebuah lembaga keuangan.

Satoshi Nakamoto

Sebelumnya adalah Nick Szabo yang memperkenalkan konsep kontrak pandai (smart contract) pada 1994. Baru pada 2013, Vitalik Buterin, bersama teman-temannya, memunculkan konsep yang berhasil diaplikasikan dengan blockchain bernama Ethereum. Mereka berkeyakinan bahwa blockchain tidak terbatas hanya digunakan untuk memperbaiki sistem keuangan dunia, seperti tujuan dari blockchain yang digunakan Bitcoin, namun dapat memperbaiki tata kelola dunia. Berbagai kontak pandai dapat menggantikan (menghilangkan) kebutuhan pihak ketiga untuk mengatur hidup manusia. Tidak memerlukan manusia untuk mengelola hidup manusia lain. Yang dibutuhkan adalah berbagai kesepakatan yang tidak dapat diedit (imutable), tercatat secara transparan, dan disimpan secara terdesentralisasi.

Sistem ini tidak membutuhkan seseorang untuk menaruh kepercayaannya kepada orang atau institusi di luar diri mereka sendiri, Namun, kesepakatan-kesepakatan yang bebas sensor, transparan, dan terdesentralisasi itu membutuhkan adanya kepercayaan orang pada sistem yang dibangun.

Satu dari banyak dasar dari kesepakatan-kesepakatan itu adalah sebuah tokenomi. Sistem ekonomi yang bergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand) atas sebuah token yang nilainya ditentukan oleh ‘pasar’.

Temuan mendasar: Sistem yang canggih seperti apa pun tidak akan berjalan, bila tidak didukung oleh kelompok yang menyetujui sistem tersebut sebagai sebuah kesepakatan bersama. Sistem blockchain dengan berbagai kontrak pandai di dalamnya bergantung pada keterlibatan (transaksi) penggunanya. Bila sistem tersebut memberi kemudahan dan perbaikan kualitas hidup, maka ia akan berkembang sampai jauh.

Contoh sederhana yang ditemui dalam proses pembangunan DAO Bergerak, adalah dalam hal pemberian nilai pada token BGRK. Apakah akan muncul suatu nilai pada token BGRK yang disepakati oleh para penggunanya? Apakah fungsi dari token BGRK cukup handal sehingga akan memperbaiki dan memperbaiki kualitas hidup penggunanya?

Token BGRK akan digunakan anggota DAO Bergerak untuk ‘bertransaksi’. Mulai dari memberi apresiasi pada sebuah tulisan, membeli karya NFT, mengajukan dan/atau menyetujui sebuah proposal, dan lain-lain. Sudah semestinya proses pengumpulan dan pemberian token BGRK akan mempermudah hidup setiap anggota DAO Bergerak. Intinya ada pada fungsi token BGRK. Apakah ia dapat mendorong kualitas hidup anggota ke arah yang lebih baik? Kunci penting untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah keterlibatan anggota untuk bersama-sama menentukan: hal apa saja yang dapat dilakukan pada token BGRK, sehingga siklus penawaran dan permintaan token BGRK dapat terus berkembang, membesar, demi perbaikan-perbaikan di dalam hidup masing-masing anggota. Ketika kebutuhan token meningkat, maka nilainya akan membesar. Ketika token tersebut tidak diharapkan (tidak memiliki nilai), maka dapat dianggap token tersebut tidak berfungsi.

Token BGRK hanya merupakan alat tukar yang disepakati bersama, antar anggota DAO Bergerak. Banyaknya token yang akan dicetak, didistribusikan, digunakan, dan lain-lain, tergantung dari banyak-sedikitnya kebutuhan kelompok. Sebuah mekanisme pemungutan suara anggota atas sebuah proposal terkait hal inilah yang akan menentukan. Persetujuan dari anggota dimintakan sebelum proses cetak dan distribusi token dilakukan. Tidak ada pihak sentral (berkuasa) yang menentukan.

Catatan mendasar yang ditemui adalah: bagaimana mendorong publik (sementara ini adalah anggota Pustaka Bergerak Indonesia) untuk secara sadar menjadi anggota DAO Bergerak dengan memenuhi hak dan kewajibannya, serta terlibat secara penuh dalam mengembangkan sistem (secara praktis akan terlihat dari nilai token) yang dibangun demi kesejahteraan bersama itu.

Sebuah Eksperimen: DAO Bergerak

Melanjutkan proses belajar. Berikut ini coretan lanjutan kemarin untuk Pustaka Bergerak Indonesia, sebuah kelompok pendorong literasi di Indonesia yang bergerak sejak 2014. Kami menamakannya DAO Bergerak.

Memiliki keterbatasan dalam hal penulisan program komputer (coding), pembangunan DAO ini mengadopsi banyak aplikasi web3 yang tersedia di internet. Umumnya aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan dan perkembangan mereka pun demikian cepat, kami sering tergagap karenanya.

Per Februari 2022, kelompok Pustaka Bergerak Indonesia mencatat adanya 2.892 simpul yang tersebar di seantero Nusantara. Kelompok ini masih akan memperbarui catatan itu dengan akan diakannya pendaftaran ulang. Karena kondisi di Indonesia pada umumnya yang masih berjarak dengan teknologi web3 dan kriptogtafi, maka perhatian lebih diberikan pada aspek kemudahan (kesederhanaan – simplicity) akses.

Penggunaan Sourcecred sedang dicarikan caranya untuk dapat langsung dihubungkan pada situs pustakabergerak.id, sehingga pengguna tidak perlu membiasakan diri dahulu dengan media sosial Discord. Konon terlalu banyak hal baru yang perlu diketahui atau dipelajari, akan menyulitkan aksesibilitas. Dalam hal Identitas Berdaulat (Self Sovereign Identity) sedang dipertimbangkan untuk mengadopsi TYKN atau Hyperledger Indy yang akan dihubungkan ke sebuah dompet kripto yang dapat aktif segera, hanya dengan menuliskan alamat elektronik atau menyetujui nomor telepon genggam yang sedang digunakan.

Berikut ini alur yang akan dijalankan oleh anggota DAO Bergerak.

  1. Publik melakukan pendaftaran untuk menjadi anggota DAO Bergerak.
  2. Sebuah Self Sovereign Identity akan muncul bersama sebuah dompet Bergerak.
  3. Dompet baru tersebut akan berisi token 20 token BGRK.
  4. Bila dibutuhkan, dompet dapat diisi ulang dengan menukar Rupiah dengan token BGRK di laman penukaran.
  5. Menulis di situs pustakabergerak.id. Membutuhkan 20 token BGRK untuk menampilkan sebuah tulisan di pustakabergerak.id. Tulisan dapat berupa apa saja, antara lain:
    1. Resensi buku
    1. Cerita membangun simbul
    1. Pengalaman menambah buku
    1. Kisah membantu simpul lokal
  6. Penulis akan memperoleh 100 token BGRK dari Kas Bergerak dan sebuah Emblem Bergerak: Lima Jari.
  7. Anggota yang membaca tulisan tersebut, dapat memberi apresiasi kepada penulis dengan memberi (sekian) token BGRK dan/atau Emblem Bergerak.
  8. Anggota yang memberi apresiasi tersebut akan memperoleh 1 token BGRK dari Kas Bergerak.
  9. Anggota yang membagikan tautan tulisan akan memperoleh 0,5 token BGRK dari Kas Bergerak.
  10. Tulisan yang mendapat token BGRK dan Emblem Bergerak terbanyak dalam tujuh hari, akan memperoleh 100 BGRK tambahan dari Kas Bergerak.
  11. Tulisan yang muncul di pustakabergerak.id tersebut akan dikompilasi menjadi 10 edisi buku NFT yang kemudian dipasarkan di OpenSea.io. Bila NFT berupa buku itu terjual, para penulis akan memperoleh royalty berupa token BGRK. Hasil penjualan buku NFT itu akan mengisi Kas Bergerak. Buku NFT ini baru akan muncul, bila proposalnya disetujui oleh anggota.
  12. Setelah mengumpulkan 100 Emblem Bergerak, seorang anggota dapat mengajukan sebuah proposal. Dibutuhkan 100 token BGRK untuk mengajukan proposal. Disetujui atau ditolaknya proposal tergantung pada hasil pemungutan suara anggota. Hanya anggota dengan kepemilikan minimal 10 Emblem Bergerak yang dapat memberikan suaranya. Satu anggota bernilai satu suara.

Glosarium

Dompet Bergerak Wadah untuk menyimpan identitas dan mata uang kriptografi. Dengan dompet digital ini, anggota dapat mengakses tabungan, memberi apresiasi, membeli/membayar berbagai keperluan, selayaknya sebuah dompet yang berisi uang.

Kas Bergerak Wadah yang menyimpan dan mengalokasikan dana kriptografi di dalamnya. Isi dari celengan digital ini adalah milik dan merupakan hak dari setiap anggota untuk mengaksesnya, serta adalah kewajiban dari setiap anggota pula untuk mengisi dan mengembangkannya, demi kepentingan Pustaka Bergerak Indonesia.

Identitas yang Berdaulat (Self Sovereign IdentitySSID) Hanya pemilik identitas yang mengetahui dan berhak menggunakannya. Dengan metode SSID, setiap identitas berada di tangan pemiliknya. Pemilik dapat menentukan kegunaan dan kepentingan dari sebuah permintaan identitas.

Token BGRK Koin digital yang dibentuk oleh kriptografi, digunakan di dalam lingkungan Pustaka Bergerak Indonesia.

NFT Non Fungible Token (NFT) merupakan representasi digital dari aset yang tidak dapat dipertukarkan. Sederhananya, ia adalah stempel yang diberikan pada suatu berkas digital, yang dapat dipertukarkan, diperjualbelikan, dikoleksi, dan lain-lain, karena otentisitasnya terjamin di dalam ekosistem blockchain.

Proposal Berkas digital yang merupakan ajuan sebuah proyek. Proyek yang diajukan perlu didiskusikan di dalam sebuah forum sebelum memperoleh rekomendasi dari moderator Pustaka Bergerak Indonesia.

Emblem Bergerak Tanda ini merupakan peringkat kredibilitas anggota. Makin banyak Emblem Bergerak yang dimiliki, maka akan makin tinggi tingkat kepercayaan yang akan diberikan kepadanya dan akan semakin banyak akses yang akan diperolehnya. Emblem Bergerak berlatar belakang dan merupakan perluasan dari Salam Bergerak yang dituliskan oleh Nirwan A. Arsuka di laman Facebook pada 6 Maret: Tentang Salam Bergerak. Salam Literasi Bergerak, yang kerap diringkas jadi Salam Bergerak, adalah salam yang mengacungkan tapak tangan terbuka dengan lima jari. Salam yang kerap dihaturkan oleh relawan Pustaka Bergerak ini banyak terlihat antara lain di Rakornas Perpusnas 2020.

Salam Bergerak diilhami paling tidak oleh lima hal:
1. Lukisan tapak tangan lima jari di gua-gua cadas purba.
2. Gambar tapak tangan di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11.
3. Tera tapak tangan di surat Muhammad ke biara St. Chaterine.
4. Teknik navigasi samudera dengan tapak lima jari.
5. Gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak.

Salam lima jari adalah salam paling universal dalam sejarah. Salam ini disampaikan antar manusia, bahkan konon antar species, seperti yang ditunjukkan oleh sapaan beruang kepada manusia. Salam lima jari memang sapaan pertama buat dua pihak berbeda yang menjadi uluran tangan untuk mengikat persahabatan. Ia juga menjadi lambaian terakhir dari para pihak yang telah sempat bertaut, yang menjadi harapan untuk tetap mempererat hubungan yang sudah terjalin.

Salam lima jari adalah induk segala salam. Salam yang tak menggunakan lima jari adalah salam turunan, pengikat identitas kelompok yang lebih spesifik, bahkan eksklusif. Salam turunan itu punya tempat sendiri dalam kebudayaan karena membantu spesifikasi dan pengelompokan yang lebih canggih sehingga kebudayaan dapat berkembang makin jauh. Tapi salam lima jari, salam yang mencoba mengatasi segala perbedaan, akan selalu muncul di awal dan diakhir pertemuan, mengikat semangat untuk bergerak bersama memulai kehidupan baru. Dan seperti yang ditunjukkan antara lain oleh tarian terkenal karya I Wayan Limbak, tangan terbuka yang bergerak ritmis adalah pengobaran semangat juang, sekaligus upaya manusia menggapai kekuatan yang Maha Memberi.

Film Moana (2016) menarik antara lain karena mengangkat budaya dunia maritim yang mencakup Kepulauan Nusantara dan pulau-pulau Pasifik termasuk Selandia baru. Warga dunia maritim ini punya banyak persamaan, dan berbagi khazanah kebudayaan yang berusia ribuan tahun. Kecerdasan maritim para leluhur Nusantara dan Samudera Pasifik itu telah melahirkan berbagai teknik pembacaan bintang dan penentuan arah di tengah kegelapan samudera raya. Salah satu teknik navigasi itu, seperti yang ditampilkan sangat bagus dalam film Moana, adalah dengan menggunakan satu tangan lima jari yang diacungkan ke taburan bintang di langit luas.

Sosok tapak tangan lima jari juga tertera di surat jaminan Rasulullah SAW kepada para pengikut Kristus di biara Santa Katarina, Semenanjung Sinai, Mesir. Surat yang dibuat pada tahun 628 M itu berisi pernyataan janji dari Muhammad untuk memberi perlindungan dan berbagai hak istimewa kepada para pendeta di biara tersebut. Surat ini adalah teladan toleransi yang berkobar kuat dalam sejarah awal Islam. Surat janji tersebut bisa juga dianggap sebagai penegasan saling dukung di antara sesama kaum yang berpegang pada kitab (ahlul kitab), sesama kaum penggerak literasi. Bekas tapak tangan Rasul di lembaran asli surat janji tersebut adalah penegas yang melintasi jaman.

Gambar tapak tangan juga tertera di plakat aluminium-emas yang terpasang di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11. Kedua pesawat itu adalah benda pertama buatan manusia yang melintas keluar dari Tata Surya. Gambar serta pesawat tersebut boleh dikata adalah buah kecerdasan ilmiah manusia yang bergerak menjelajah paling jauh dari Bumi. Di dalam plakat itu tercantum gambar sosok sepasang manusia, dan salah satu di antaranya mengangkat tangan dengan salam lima jari. Plakat yang ditujukan buat peradaban lain di luar angkasa itu, memuat informasi tentang asal-usul pesawat dan makhluk hidup yang membuatnya.

Inspirasi terbesar dari Salam Bergerak memang adalah lukisan tapak lima jari di gua-gua cadas purba. Lukisan tangan ini adalah buah kecerdasan artistik tertua dalam sejarah. Meski ditemukan di berbagai penjuru, namun karya seni cadas figuratif tertua di dunia itu tersimpan bukan di Benua Eropa atau Amerika, tapi di Indonesia. Persisinya di wilayah karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, dan di perbukitan kapur Maros – Pangkajene, Sulawesi Selatan. Selain usianya yang sekitar 44.000 tahun, lukisan purba itu juga sangat menarik karena menandaskan adanya kemampuan naratif yang hebat dan kesanggupan membayangkan hal-hal yang tak nyata, yakni kecerdasan artistik yang kompleks, yang dulu dikira hanya ada pada manusia modern yang lebih mutakhir.

Yang jelas, lukisan-lukisan gua yang menggegerkan dan merombak sejarah seni dunia itu adalah bukti bahwa leluhur manusia yang kemudian beranak pinak di Nusantara itu memang sangat kreatif. Mereka juga pemberani karena merekalah generasi pertama manusia yang nekad menyeberangi lautan dan melahirkan budaya maritim tertua di bumi.

Indonesia memang punya posisi penting dalam evolusi kecerdasan dan kebudayaan ummat manusia, dan mestinya juga peran menonjol dalam gerakan literasi dunia. Seni lukis figuratif-naratif yang terekam di gua-gua purba Indonesia itu adalah juga jejak literasi tertua dalam sejarah. Kecerdasan para leluhur yang menyingkapkan fajar kebangkitan kecerdasan artistik dan kesadaran literasi tertua di dunia itu tentu perlu terus dihidupkan, dirayakan seperti nyala api yang terbayang pada gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak yang menyambungkan bumi dan langit.

Pustaka Bergerak menyerap lima sumber ilham itu dan menjadikan tapak lima jari sebagai Salam Bergerak, salam untuk mengobarkan Gerakan Literasi Semesta. Harapannya adalah agar gerakan yang dibangun secara mandiri dan tumbuh dari bawah ini bisa ikut mengembangkan lebih jauh kecerdasan yang tak cuma melahirkan seni gua, dan turut memperluas kemampuan generasi baru membaca sekaligus menghidupi taburan bintang dan keluasan jagat raya.

Relawan yang kini bergerak dengan kemampuannya sendiri, dengan kuda, perahu, motor, sepeda, gerobak, becak, bahkan dengan kakinya sendiri, pelan-pelan tumbuh dan terus berjejaring menggandakan diri . Mereka mungkin tidak akan menjadi bagian dari generasi Indonesia yang sudah bergerak antar planet, yang berumah di bumi tapi menjelajah jauh ke seberang langit. Tapi gerakan mereka yang mengupayakan kegembiraan dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan berbagai cara dan kemeriahan produksi pengetahuan di berbagai kalangan dan penjuru, dapat ikut meletakkan dasar dan mempersiapkan lahirnya generasi yang lebih baik.

Gerakan mandiri yang tumbuh dari bawah ini memang doa sekaligus penyataan terima kasih serta pembayaran utang pada negeri dan dunia yang ditinggali. Dengan segala kesederhanaannya, jaringan PBI berharap terus menciptakan peristiwa-peristiwa kecil yang bisa ikut menyumbang batu bata pembangunan peradaban yang semakin maju dan tak gentar berbagi dengan peradaban lain yang tumbuh di kawasan lain di keluasan alam semesta yang penuh berkah dan keajaiban ini.

Proposal DAOBergerak

Untuk mengajukan sebuah proposal pendanaan dari DAOBergerak, calon pengaju proposal perlu memperkenalkan dan mendiskusikannya lebih dulu di kanal Discord Bergerak.

Pertama-tama, masuklah dulu ke Discord Bergerak dan pilih kanal Proposal. Diskusi terkait proposal secara umum akan ditemui di sana. Bila sudah yakin ingin mengajukan suatu proposal, buatlah sebuah kanal baru. Kanal di dalam kanal Proposal ini akan diberi nama (pendek) yang sama dengan nama (pendek) proposal. Kanal ini nantinya akan diisi oleh hal-hal spesifik yang membahas proposal yang akan diajukan. Undanglah teman dan anggota lain untuk berdiskusi dan memberi masukan. Bila pengetahuan dan keyakinan sudah dipikir cukup, serta anggota menganggap proposal layak untuk diajukan, maka calon pengaju proposal dapat meminta rekomendasi dari moderator, yang bila semua lancar, sebuah tautan untuk formulir pengajuan proposal akan dikirimkan ke alamat surat elektronik calon pengaju proposal.