wedi-memedi..

2001_Februari_Edisi 121_bahas:
wedi-memedi..
Rohman Yuliawan

Masyarakat Jawa memang punya kebudayaan unik. Seseorang yang dilahirkan sebagai orang Jawa masih perlu belajar untuk “menjadi Jawa” yang salah satu syaratnya harus memiliki rasa wedi (takut). Wedi adalah bagian dari ekspresi rasa hormat (respek) dalam interaksi sosial. Hildred Geertz, menyimpulkan bahwa “wedi” bukanlah selalu merupakan ekspresi hormat yang tulus, melainkan ketakutan bertingkah laku yang dianggap salah atau tidak sopan. Juga dalam mendidik anak, kecemasan ditumbuhkan sebagai alat unutk mengendalikan pertumbuhan mereka, yaitu dengan cara menakut-nakuti. Alhasil, banyak anak yang takut pada sosok orang dewasa yang belum dikenalnya, atau pada orang gila dan terlebih lagi pada sosok-sosok makhluk halus seperti genderuwo, mayit atau wewe.

Nah, untuk memunculkan wedi seperti itu muncullah para memedi atau hantu, berupa sosok seram, menakutkan dan memiliki kekuatan untuk mempermainkan manusia. Ada banyak sekali hantu dalam masyarakat Jawa; gundung pringis, wedon, kuntilanak, peri, banaspati, genderuwo, buto ijo, dan lain-lain, dan peristiwa-peristiwa yang kadang tidak masuk akal, misal seseorang dipindah tidur di luar rumah tanpa menyadari sama sekali atau anak kecil yang berhari-hari hilang ditemukan berada di pucuk pohon besar dan dikenal angker kata orang dibawa wewe semakin menegaskan keberadaan mereka.

Menurut Surono, memedi dalam masyarakat Jawa juga memiliki fungsi sosial dalam bentuk pesan-pesan moral yang tercerna lewat kisah-kisah pertemuan dengan hantu. Hantu gundung pringis (kepala tanpa tubuh, menggelinding sambil tertawa terkikik-kikik) muncul di tahun 60-an saat banyak kejadian pemenggalan kepala kaum beragama dan aktifis partai terlarang. Hantu ini kerap menyaru jadi ayam atau kelapa yang tergeletak dijalan, namun saat diambil orang maka barang tersebut akan berubah menjadi kepala penuh darah dengan mata menyala dan tertawa-tawa. Pesan moral kejadian tersebut adalah kita jangan mengambil barang yang bukan hak kita.

Leave a Reply

Close Menu