Wayang

1996_mula Mei_Edisi 044_:
Wayang

Perjalanan Wayang di Nusantara
Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indoneisa setidaknya pada masa pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976-1012). Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia sejak abad ke-10. Di antaranya berupa naskah kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuno yang ditulis pada masa pemerintah raja Dyah Balitung (898-910). Kitab ini merupakan terjemahan dari kitab Ramayana karangan pujangga India Waalmiki yang selanjutnya mengalami penambahan falsafah Jawa. Contohnya adalah karya Empu Kanwa Kakawin agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-13 memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi Empu Kanwa wayang tersebut. Pada awal abad ke-15, yakni jaman kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus terutama pada konsep religi dari falsafah wayang kulit.Sejak jaman Mataram di Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk dari Mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak jaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berasal dari Nabi Adam. Silsilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. —– Selanjutnya, mulailah dikenal adanya cerita Wayang Pakem dan cerita Wayang Carangan (mengambil lakon di luar pakem)

Museum Wayang
Museum Wayang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta. Museum Wayang diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975 oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta H. Ali Sadikin, dengan tujuan membina kebudayaan nasional dan karakter bangsa Indonesia. Fungsi museum ini adalah untuk menyimpan, merawat, dan mempergunakan wayang dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari luar negeri.

Bangunan yang ditempati adalah sebuah bangunan tua bergaya Eropa, yang dahulu merupakan gereja bagi orang Belanda di Indonesia (1640), dan koleksi di Museum Oud Batavia dipindah ke Museum Sejarah Jakarta, yang berseberangan  dengan museum sebelumnya. Atas prakarsa Gubernur Ali Sadikin, Museum Batavia lama dijadikan Museum wayang.

Leave a Reply

Close Menu