warisan kota lama Semarang

1998_Juli_Edisi 092_bahas:
warisan kota lama Semarang

Kawasan Heerenstraat [kini Jl. Letjend Suprapto]

  • Gereja Blendhuk didirikan pada tahun 1753 yang di jaman belanda terkenal sebagai “de Nederlandsche Indische Kerk in Indonesia Semarang”. Perencananya adalah arsitek Belanda; H.P.A. de Wilde dan W.Westmass yang namanya tertulis di belakang mimbar.
  • Eks Gedung Pengadilan Negeri adalah bangunan kuno yang kini kurang terawat dan di masa penjajahan Belanda dipakai untuk mengadili rakyat non-eropa.
  • Gedung Marba dibangun pada pertengahan abad 19. Dulu dikenal sebagai toko serba ada “Ziekel” yang merupakan toko modern satu-satunya di kota lama masa itu. Pembangunannya diprakarsai oleh Marta Bajunet, seorang konglomerat dari Yaman.
  • Gedung PT Asuransi Jiwasraya bernomor 23-25 ini merupakan bangunan arsitektur modern pertama di kota lama karya Thomas Karsten.
  • Hotel Jansen merupakan hotel Eropa pertama di Semarang yang pernah ditinggali oleh Matahari, seorang spion wanita legendaries di masa perang dunia II. Gedung ini pernah berubah fungsi menjadi asrama polisi dan akhirnya dikosongkan dan sebagian bangunannya dihancurkan. Sat ini lahannya digunakan sebagai fasilitas parkir kantor Satlantas, dan sisa arsiteknya tinggal pagar halaman dan tiang bendera.
  • Kantor Advokat Oei Tiong Ham Concern hingga kini masih berfungsi Sebagai kantor advokat. Bersebelahan dengan gedung PT. Rajawali Nusindo dan PT Perkebunan XV, kompleks bangunan ini membentuk suatu komposisi dan fasade bangunan yang menarik.
  • Bank Exim berlokasi di Jl. Mpu Tantular 19, dulunya merupakan rumah tonil dengan nama “Societeits de Harmonie”. Mulainya dibangun tahun 1908 dan menjadi kantor “Nederlands Handel Maatschappij” yang dikuasai oleh pemerintah hindia belanda.
  • Jembatan Berok berasal dari bahasa Belanda “brug” yang berarti jembatan. Di jaman belanda, jembatan ini disebut “Gouvernements brug”, karena letaknya dekat dengan “de Groote Huis”.
  • Gedung H. Spiegel, berlokasi di ujung jl. Srigunting dan Jl. Kedasih. Dulu digunakan oleh perusahaan Winkel Maatschappij H. Spiegel yang didirikan tahun 1895. Perusahaan ini konon mengelola toko yang menyediakan barang keperluan sehari-hari model terbaru.

Kawasan Hoogendorpstraat [kini Jl. Kepodang]

  • Perkenunan XV, berlokasi di Jl, Mpu Tantular. Dulu digunakan untuk kantor NV Cultuur Maatschappij der Vorstenlanden”. Gedung dengan komposisi dan fasade bangunan menarik merupakan bagian dari edges kawasan kota lama dan masih dalam kondisi terawat.
  • Rajawali Nusindo, berlokasi di Jl. Kepodang 25-27. Didirikan tahun 1930 dan semula digunakan untuk kantor dagang Oei Tiong Ham Concern, orang terkaya di Semarang. Perencananya adalah seorang ahli bangunan berkebangsaan Cina bernama Liem Bwan Tjie.
  • Bank Bumi Daya, dulunya pernah didiami oleh harian “de locomotief” yang sangat terkenal di jaman belanda. Sebelumnya harian ini dikenal sebagai “Semarangsch Nieuws en Advertentieblad”. Tahun 1863 berubah menjadi “de locomotief” dan tahun 1875 berpindah tangan ke CE Van Kesteran.
  • Bank niaga, di masa kolonial belanda bangunan ini digunakan sebagai kantor “de Spaar Bank”.
  • Bank Dagang Negara semula merupakan kantor “Ecompto Bank” milik pemerintah kolonial yang akhirnya dinasionalisasi oleh pemerintah RI tanggal 11 April 1960.

Kawasan Oosterwalstraat/komedie straat [kini Jl. Cendrawasih]

  • Stasiun Kereta Api Tawang, mulai dibangun tanggal 17 Juni 1864 bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api dari Semarang ke Jogja melalui Solo. Pembangunannya dipimpin oleh Ir. Kepala J.P de Bordes yang saat itu pemilik NV NIS [Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij]
  • Gudang EMKL Marabunta, konon adalah gedung tonil yang diperkirakan sudah berdiri tahun 1854 yaitu saat adanya perkumpulan sandiwara atau tonil di kalangan masyarakat Eropa. Perkumpulan ini mengadakan pementasan setiap bulan. Saat itu, gedung ini dimanfaatkan untuk tonil dan cafeteria di sebelah utara.

Kawasan Gedangan [kini Jl. Ronggowarsito]

  • Susteran Gedangan dan Yayasan Kanisius. Sejak dulu daerah ini dikenal sebagai distrik religious yang berciri arsitektur gothik. Dibangun oleh seorang arsitek Belanda, M.Nestman pada tanggal 16 Februari 1905. Bangunan ini pernah digunakan sebagai panti asuhan Katolik Semarang, markas tentara Gurkha.
  • Gereja dan pasturan Gedangan merupakan gereja katolik pertama di Semarang yang bergaya gothik dan simbol kebebasan memeluk agama di masa lalu. Peletakan batu pertamanya pada tanggal 1 Oktober 1870. Dibangun selama 5 tahun oleh arsitek Van Bakel.

 

Leave a Reply

Close Menu