Wadah Pecinta Kereta Api Yogyakarta

2001_September_Edisi 128_Sekitar Kita:
Wadah Pecinta Kereta Api Yogyakarta
Rohman Yuliawan

Naik kereta api…tut..tut..tut… siapa hendak turut….. Demikian penggalan lirik lagu anak-anak yang pernah akrab ditelinga. Anda mau ke Bandung, atau Surabaya? Seperti lanjutan lirik lagu di atas, naiklah kereta api, Moda trasnportasi masal ini memang cukup populer, apalagi bagi para commuter, atau pengguna tetap layanan angkutan kereta api untuk ke tempat kerja. Sosoknya juga menarik untuk dilihat, tak heran banyak orang tua menyempatkan diri menemani anaknya bermain di tepi rangkaian gerbong kereta melintas.

Bahkan beberapa kota di Indonesia, semisal Bandung dan Jakarta, sudah berdiri kelompok hobilis dan pecinta kereta api. Di Yogyakarta wadah serupa juga didirikan pada awal tahun 2001. IPPKA namanya, kependekan dari Ikatan Persaudaraan Pecinta Kereta Api. “Ada banyak rallfan dan hobilis kereta api di wilayah jawa Tengah dan DIY, namun belum ada wadah untuk berkegiatan bersama. Karena itu kami merintis IPPKA,” ujar Ugik Rahmad, pendiri sekaligus ketua IPPKA.

Meski baru beranggotakan sekitar 15 orang. Ugik bersama rekan-rekannya terus berupaya mempopulerkan hobi langka ini. Karena itu IPPKA membuka diri untuk menerima anggota baru tanpa batasan, asalkan memiliki kepedulian dan segala yang berkaitan dengan kereta api, IPPKA juga memiliki koleksi buku, foto majalah dan beberpada CD tentang kereta api di berbagai negara yang dapat diakses oleh umum. “Ada banyak teman dari beberapa kampus yang mencari referensi ke sini,” kata Ugik seraya menunjukkan daftar nama di buku tamu. IPPKA juga berencana untuk mengadakan kunjungan ke lintasan KA lama, depo LOK dan Balai Yasa untuk penggemar kereta ataupun masyarakat umum. Mari kita tunggu bersama.

Leave a Reply

Close Menu