TV

1997_akhir Juli_Edisi 071_pilihan:
TV

Yang terlalu menggoda, memudahkan, membuai, menguntungkan, dan …menakutkan

Untuk mengomentari kekuatan pengaruh televisi dalam kseharian kita, seorang Garin Nugroho merasa perlu untuk mengutip pendapat Foster Wallace dalam buku Fictional Futures (1988), “Kita hidup bersamanya, tidak hanya melihatnya… maka seperti generasi yang lebih tua, manusia abad ini tidak punya ingatan tentang dunia tanpa membicarakan televisi. Ingatan tentang dunia terbangun bersama di dalamnya.”

Dan, kalau ternyata temuan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (1996) adalah benar, artinya kita harus mengakui kekuatan sihir sebuah benda bernama televisi . Kekuatan besar yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh Paul Nipkow sekalipun. Ketika pada tahun 1884 ia berhasil mematenkan Jantra Nipkow yang menjadi cikal bakal televisi mekanis, boleh jadi benak pria Berlin ini hanya dipenuhi oleh rumus-rumus untuk menciptakan prinsip pembentukan gambar. Ia mungkin akan tercengang bila mengetahui bahwa temuannya telah membuat anak-anak Indonesia (usia 6-15 tahun) “merasa harus” menyisihkan 22-26 jam per minggu untuk menonton televisi!

Apa mau dikata, tidak berbeda jauh dengan mandi atau gosok gigi, menonton televisi telah menjadi ritual harian yang oleh kebanyakan dari kita diterima sebagai nasib teknologi.

Berawal dari radio
Gagasan awal televisi adalah transmisi elektrik dari elemen gambar dan suara secara simultan. Ide dasar temuan ini sebenarnya merupakan lanjutan dari teknologi radio rintisan Dane pada tahun 1802. Penemuan Dane yang membuahkan pendapat bahwa “pesan dapat dikirim melalui kawat beraliran listrik dalam jarak pendek”, kemudian dikembangkan oleh James Maxwell, Heinrich Hertz dan Guglemo Marconi.

Berpijak pada prinsip Dane, James Maxwell menemukan prinsip baru untuk mewujudkan gelombang yang digunakan televisi tahun 1865. Menurutnya, gerakan magnetis dapat mengarungi ruang angkasa melalui gelombang dengan kecepatan cahaya. Setelah diuji oleh Henrich Hertz, ternyata rumusan Maxwell benar adanya. Lalu melalui percobaan praktis, rumusan Maxxwell dilanjutkan oleh Guglemo Marconi, Hasilnya, pada tahun 1895, Marconi dapat menerima tanda tanpa melalui kawat dengan jarak satu mil dari sumbernya.

Mulai menangkap gambar
Adalah George Carey di Boston yang pada tahun 1875 mulai mengembangkan gambar televisi. Namun ditahun 1880, penayangan elemen gambar dengan cepat dan berurutan, garis demi garis, frame demi frame dikemukakan oleh W.E Sawyer dari Amerika dan Maurice Leblanc dari Prancis, Penemuan ini memungkinkan digunakannya satu kabel atau saluran untuk transmisi.

Penemuan yang paling efektif berasal dari Paul Nipkow, bapak pertelevisian dunia, yang mematenkan ciptaannya pada tahun 1884. Mahasiswa Berlin yang brillian ini telah menciptakan sebuah alat bernama jantra nipkow atau nipkow disk yang melahirkan televisi mekanis atau electrische teleskop. Dengan alat itu, Nipkow menemukan prinsip gambar kecil yag dibentuk oleh elemen-elemen secara teratur (scanning device). Elemen-elemen itu akan membentuk gambar ketika diputar secara mekanis dengan lingkaran spiral.

Metode Nipkow telah berkembang sedemikian rupa sampai munculnya penemuan teknik elektronik. Salah satu yang terpenting adalah penelitian pada tahun1920 oleh tiga ahli, Charles F. Jenskin dari negeri Paman Sam, John Logie Baird dari Skotlandia dan Ernst F.W. Alexander dari General Electric Amerika Serikat. Dari penelitian itu, di tahun 1925 Jenskin berhasil membuat gambar bayangan atau silhouette. Lalu pada tahun 1928, Baird menemukan dasar-dasar televisi berwarna. Ia juga yang kemudian berhasil menciptakan gambar hidup (bioskop).

Sementara itu, Alexander dari General Electric di New York tetap melakukan percobaan hingga pada tanggal 11 september 1928 perusahaan ini berhasil menanyangkan drama televisi untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. The Queen’s Messenger plus suaranya di salurkan melalui stasiun radio WGY. Penanyangan ini mempergunakan tiga kamera dan siarannya dapat ditangkap oleh televisi ukuran 3 sampai 4 inchi.

Menjadi Industri
Merujuk keberhasilan General Electric menayangkan drama televisi pertama pada tahun 1928, David Sarnoff dari Radio Corporation of Amerika (RCA) memprediksikan bahwa dalam lima tahun mendatang televisi menjadi bagian dari kehidupan manusia. Ternyata, pernyataan Sarnoff bukan hanya sekedar ramalan tanpa bukti. Tahun 1930, Philo Farnsworth menciptakan televisi khusus untuk di rumah-rumah hasil, yang kemudian disusul dengan keberhasilan produksi telvisi set pada tahun 1939 oleh Allen B. Dumont (yang saat itu bermodal awal US$ 500).

Hijrahnya seorang ahli Rusia, Vladimir K. Zworykin, ke Amerika juga merupakan momen penting dalam lesatan perkembangan televisi. Di tahun 1923, pria ini merancang tabung kamera ikonoskop yang mendasari perkembangan sistem televisi elektris. Tidak berhenti sampai disitu, Zworykin telah mematenkan televisi berwarna elektronis pada tahun 1925. Ciptaannya didemonstrasikan pada tahun 1939 di New York World’s Fair. Fakta-fakta ini telah menyebabkan David Sarnoff siap menanamkan uang sebesar US$ 1 juta untuk program pengenalan televisi siaran.

Industri televisi pun lantas menjamur, dan menjadi awal kemunculan berbagai stasiun televisi besar seperti NBC, CBS. Melalui NBC President Roosevelt merupakan Presiden pertama Amerika Serikat yang masuk televisi. Di tahun 941, CBS sudah menyiarkan berita serbuan pasukan Jepang ke pelabuhan Pearl Harbour Hawaii. Akibat serbuan Jepang ini pada bulan April 1942.

Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan untuk menghentikan semua pembangunan studio radio dan televisi. Stasiun ini digunakan untuk keperluan pertahanan sipil, tempat latihan dan perintah-perintah dari palang merah. Setelah perang dunia, Stasiun WNET sudah menyiarkan film penyerahan pasukan Jepang diatas Kapal Missisipi kepada Jendral Mac Arthur.

Eropa pun tidak ketinggalan dengan percobaan-percabaan pertelevisiannya, walaupun agak terlambat karena dilanda Perang Dunia II. Usai perang industry televisi menemukan jalan lancar. Jerman Barat memulai siaran televisinya tahun 1984 yang dikoordinasi oleh Association of Broadcasting Corporation/ARD. The British Broadcasting Corporation/BBC Inggris telah memulainya sejak tahun 1936. Dan tahun 1973 BBC sudah dapat menanyangkan upacara penobatan raja George VI. Terhenti karena perang, BBC II memantapkan program dan teknologi televisi warnanya pada tahun 1964. Tahun 1954, pemerintah Inggris mendirikan Independent television Authority (ITA) untuk mengatur televisi komersial. Italia memulai debut televisinya pada tahun 1953 melalui RAI (Radio Televisi Italiana). Sampai dengan tahun 1970, negara maju seperti Jepang. Uni Sovyet, Inggris, Amerika dan Jerman Barat memiliki lebih dari 100 stasiun televisi.

Di wilayah Asia, jepang merupakan negara paling maju di bidang televisi. Kenjiro Takayanangi adalah perintis televisi Jepang yang telah melakukan penelitiannya sejak tahun 1927. Pada tahun 1953, stasiun NHK membuat televisi siaran pertama di Jepang, juga di Filipina di tahun yang sama. 1955. Muangthai mulai mengoperaikan stasiun televisinya, disusul Indonesia dan RRC pada tahun 1962.

Leave a Reply

Close Menu