tukang gigi

1997_akhir Mei_Edisi 069_lepas:
tukang gigi

Hendak pasang gigi dengan harga murah?Tukang gigi ternyata merupakan pilihan yang telah berusia panjang untuk urusan pasang gigi dengan harga murah.

Tukang Gigi Sinar di Suryatmajan, Yogyakarta malah sudah ada sejak 40 tahun silam, dan telah pula berpindah tangan ke anak lelakinya.

Di Yogyakarta papan reklame dengan gambar gigi manusia setengah menganga, berikut deretan huruf tebal besar berbunyi “Tukang Gigi” mudah ditemui di kawasan pecinan. Tidak jarang ruang praktek para tukang gigi ini bersatu dengan usaha lainnya seperti bengkel, toko, salon, dll.

Apakah tukang gigi ini merupakan pilihan reparasi gigi bagi kaum yang tidak mampu?

“Untuk orang tak mampu, tidak mungkin mereka punya uang untuk mengurusi giginya”, ujar pemilik Ahli Bikin Gigi Sinar. Memang, dibanding di dokter, membuat gigi di Tukang Gigi lebih murah. Harganya bisa berkisar antara Rp. 37.500,- sampai Rp. 75.000,-. Namun lain lagi dengan harga gigi yang terbuat dari porselin, bisa mecapai ratusan ribu rupiah. Jika gigi “brondol” semua, maka satu sel gigi lengkap harganya “hanya” Rp. 600.000,-. “Hanya”? Ya, karena di dokter gigi harganya bisa mencapai jutaan rupiah!

Keahlian menjadi tukang gigi ini biasanya diwarisi secara turun temurun, tanpa pendidikan khusus. Porsi para tukang gigi adalah membuat dan memasang gigi. Jika sudah ada rasa sakit yang mengenai syaraf, biasanya tukang gigi tidak mau menangani dan menyerahkan penanganannya ke dokter gigi.

“Kalau kami menerima, bisa dicabut ijinnya, ujar pemilik Gigi 9.

Di samping tukang gigi yang membuka praktek di pinggir jalan, ada juga tukang gigi keliling/panggilan. Misalnya pak Asmawi yang telah menekuni bidang ini sejak tahun 1929. Tukang gigi asal jember ini mempelajari seluk beluk reparasi gigi manusia di sebuah perkumpulan tukang gigi di Jember. Menurutnya, di daerah itu banyak sekali orang yang terjun di bidang ini, biasanya mereka mantan pelayan di dokter gigi. Dengan peralatan yang tersimpan di atas, ia pergi ke pasar Bering Harjo dan Malioboro. Salah satu pelanggannya adalah nenek yang jualan di pasar. Memang tarif yang dikenakan lebih murah daripada tukang gigi praktek, berkisar antara Rp. 5.000,- sampai Rp. 15.000,-. Jasa yang diberikannya antara tambal gigi atau pasang gigi. Untuk mendapat berbagai jenis gigi palsu biasanya ia datang ke toko Gigi Kobra Denta yang menjual gigi palsu dari resin.

Lalu, bagaimana sebuah gigi palsu dipasang?

Untuk pemasangan gigi, langkah pertamanya ialah mengukur gigi dengan sendok cetakan yang sebelumnya telah ditaruh lelehan karet. Lalu cetakan itu dipaskan pada mulut pasiennya. Beberapa menit kemudian karet yang terdapat dalam cetakan akan mengeras dan membentuk struktur gigi pasien, yang utuh dan tidak utuh. Baru kemudian ke dalam cetakan karet itu dituangkan gips dan nantinya akan mengeras berbentuk deretan gigi seseorang. Gips inilah yang menjadi acuan untuk menyesuaikan ukuran gigi palsu yang hendak dipasang. Jika sudah cocok, maka gigi palsu tersebut ditempel di antara sela gigi ompong dengan lem. Tidak seperti di dokter, jangan berpikir akan ada pemotretan gigi sebelum pemasangan. Kepiawaian seorang tukang gigi basanya ditentukan dari pengalaman….karena itu tidak mengherankan hingga puluhan tahun berkutat dengan cetakan dan gigi ompong pasiennya.

Sumber:
Hasil perbincangan dengan Asmawi, tukang gii di Jl. Keloran, Bantul.
Hasil perbincangan dengan pemilik Ahli Gigi Sinar di Jl. Suryatmajan.

Leave a Reply

Close Menu