TUKANG CUKUR dulunya disebut juga AHLI BEDAH

1997_awal Desember_Edisi 082_bahas:
TUKANG CUKUR dulunya disebut juga AHLI BEDAH

Sebutan tukang cukur dalam Bahasa Inggris disebut “barber”, berasal dari bahasa Latin,”barba”, yang berarti jenggot. Sejak jaman Romawi dan Yunani Kuno, tempat yang paling favorit bagi warga kota sebagai pusat bertukarnya informasi. Tempat ini kadang jadi ajang diskusi, tersebarnya gosip, dan munculnya berita-berita actual. Dalam perkembangang selanjutnya, tukang cukur tidak lagi hanya perlu modal keterampilan memangkas rambut, karena di Amerika, misalnya, sebuah tempat pangkas rambut bisa jadi tempat bertukar informasi tentang duel para jagoan. Karena itu, seorang tukang cukur perlu siasat jitu untuk mengolah informasi untuk disampaikan kepada para pelanggan agar jadi opini yang menarik perhatian. Selain itu, salah satu modal yang juga harus dimilikinya adalah bakat untuk dapat menyimpan rahasia.

Tukang cukur pun ternyata pernah punya peranan penting dalam sejarah medis, khususnya pada perkembangan ilmu bedah. Hal ini terjadi pada abad ke VII, dimana tukang cukur di Eropa juga membuka praktek sebagai ahli bedah. Sebagian keahlian ini mereka dapatkan dari diktat-diktat Ibu Sina [Avencenna], yang merupakan pelopor sekligus pengarang buku ilmu kedokteran pada jaman pertengahan. Dalam kurun waktu berikutnya, keahlian membedah ini diperkenalkan dan dimasukkan ke dalam kurikulum di beberapa Perguruan Tinggi di Eropa. Hasilnya, di College de St. Come, yang berdiri di Paris sekitar tahun 1210, terdapat dua pilihan akademik, yaitu ahli bedah dan tukang cukur bedah! Agar kedua profesi ini dapat dibedakan, maka diciptakan jubah atau pakaian praktek yang harus mereka pakai, jubah untuk ahli bedah biasanya dibuat lebih panjang dari pada jumlah tukang cukur bedah

Meskipun praktek para tukang cukur bedah pernah dilarang oleh Gereja di tahun sebelumnya, yakni tahun 1163 – karena mempunyai resiko pendarahan-profesi cukur dan bedah tidaklah hilang begitu saja. Pengambil alihan profesi ini oleh kalangan Gereja, yang di kenal dengan Rasor et Minutor, tetap mempu memberi jalan keluar dan perkembangan profesi ini menjadi bertambah diakui.

Baru pada tahun 1365, para tukang cukur bedah memiliki organisasi yang resmi. Sebutan untuk mereka pun jadi lebih memiliki genggsi, misalnya “Master”, atau “Mister”, bahkan “Dr”. Kemudian pada tahun 1505 didirikan fakultas special jurusan cukur bedah di University of Paris. Dan dari pengakuan itu tersebutlah nama Ambroise Pare – yang mengawali karirnya dari tukang cukur keliling – menjadi Bapak Bedah Modern.

Pada jaman Loucis XV di Perancis tahun 1743, profesi tukang cukur dipisahkan lagi dari ahli bedah. Dan di Inggris sendiri larangan ini terjadi pada masa pemeritahan George II. Dan pada tahun 1800-an, setelah didirikannya College untuk ahli bedah di masa pemerintahan George II, pembedahan tidak lagi yang ditangani oleh tukang cukur. Tukang cukur hanya diperkenankan untuk memotong rambut dengan segala aktivitas lainnya yang berkenan dengan itu. Peraturan itu berlaku hingga sekarang.

Leave a Reply

Close Menu