Transportasi Silam

1996_ mula Januari_Edisi 036_lepas:
Transportasi Silam

Tahun 1814, Raffles menemukan kembali Candi Borobudur yang diperkirakan didirikan akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9. Sejak itu, berbagai penelitian terhadap relief candi mulai gencar dilakukan. Berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu turun tangan. Kehidupan masa lalu pun mulai direka dan dibayangkan berdasarkan rangkaian adegan pada panil-panil relief.

Ragam sarana transportsi masa lalu adalah salah satu yang terekam di dinding candi bertingkat-tingkat ini. Dari 1460 panil yang ada, 59 di antaranya menggambarkan sarana transportasi yang dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu tandu, pikul, kuda, kereta, dan gajah.

Tandu, dapat dibedakan berdasarkan komponen; tempat duduk, tongkat pikulan, tenaga penggerak, hiasan sandaran, dan hiasan tenda.

Pikul, dapat dibedakan berdasarkan komponen; tongkat pikulan, tenaga pengerak, beban yang dipikul.

Kereta, dapat dibedakan berdasarkan komponen; badan, tempat duduk, tenaga penggerak, kusir dan kernet, roda, hiasan badan, hiasan sandaran, hiasan bum (ikatan kuda), hiasan tenda.

Kuda, dapat dibedakan berdasarkan komponen; alas duduk, hiasan tali kendali, hiasan badan.

Gajah, dapat dibedakan berdasarkan komponen; alas tempat duduk, mahkota, hiasan badan, hiasan tenda.

(Sumber: Bentuk-Bentuk Angkutan Pada Relief Candi Borobudur – Skripsi FS-UI Jurusan Arkeologi, Irawan)

Leave a Reply

Close Menu