Tinka Pola (Meracik Bentuk dan Warna)

1996_ mula Februari_Edisi 038_jalan:
Tinka Pola (Meracik Bentuk dan Warna)

Konstruksi pasak lubang di sekujur tubuh tokoh TINKI, BIRDI, DOGI, dan KITI memungkinkan kreatifitas melanglang ke dunia keragaman bentuk. BIRDI merentangkan kaki pnjangnya. DOGI dapat mengibaskan ekornya ke samping. Atau malah TINKI dapat meminjam ekor TIKI. Itulah keleluasaan yang ditawarkan produk kayu kelahiran Temanggung ini.

Keempat tokoh dalam seri pertama Tinka Pola ini pada dasarnya penyederhanaan bentuk yang tidak selalu konsisten dengan bentuk aslinya. Stilasi terjadi di sana-sini. Bentuk dalam Tinka Pola lebih berpijak pada karakter yang dibawakan oleh tokoh-tokohnya.

Dengan kesederhanaan bentuk yang mengandalkan tampilan dasar papan, proses produksi pun menjadi lebih singkat. Penyeragaman ukuran, pemotongan, pembentukan, pewarnaan manjadi lebih mudah. Untuk produk yang dibuat masal, nampaknya, kesederhanaan bentuk adalah salah satu kunci untuk memudahkan proses pembuatan dari control kualitas.

Kalau nama Tinka Pola berasal dari kata tingkah pola nampaknya merupakan pemilihan nama yang tepat. Lewat racikan bentuk dan warna, batang kayu Pulai pun menjadi hidup dan….menghibur. Ya, begitulah Tinka Pola. Biarpun sederhana, tapi dapat “betingkah”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Close Menu