Telur Berhias

1997_awal Juni_Edisi 070_seni:
Telur Berhias

Bagi umat Kristiani, tak lengkap merayakan Hari Raya Paskah tanpa ada telur warna-warni. Menghias telur Paskah ternyata telah ada sejak abad ke-11 terutama di daratan Eropa. Bermula dari pengumpulan telur oleh anak-anak pada hari Jum’at Agung dan diakhiri dengan saling menukar di hari Minggu Paskah. Telur ini pun dipercaya untuk mengusir roh jahat atau melindungi dari hal-hal lainnya. Contohnya di Serbia, pada Minggu Paskah para petani mengubur telur berwarna merah di ladang anggurnya, dengan keyakinan panennya akan berhasil pada musim gugur berikutnya. Lain lagi di Macedonia, telur tersebut ditanam di setiap pojok ladang untuk melindungi dari serangan salju dan kilat yang merupakan dua musuh utama ladang anggur.

Telur Paskah mulai populer di Eropa pada abad ke-13. Awalnya, hanya dikenal telur berwarna merah. Baru selanjutnya muncul warna lain, seperti biru, ungu muda, hijau dan sebagainya. Proses pewarnaannya pun masih sangat sederhana yaitu dengan cara dicelup. Warna merah yang dominan pada hiasan di telur ini menyimpan berbagai macam arti. Di Rumania bahkan ada peribahasa yang menyatakan “apabila Umat Kristiani berhenti mencelup telur Paskahnya dengan warna merah, maka kiamat pun sudah dekat”. Dan hampir di seluruh dataran Eropa terdapat kepercayaan bahwa warna merah melambangkan darah pengorbanan Yesus Kristus. Sementara pendapat lain menyatakan cahaya dan api, dua dari empat elemen kehidupan.

Setelah dipoles dengan warna pilihan, telur tersebut harus ditambahkan cuka untuk melindungi dan mempercerah warnanya. Telur bermotif ini memiliki berbagai nama sesuai tempatnya. Di Rusia disebut pissankis, di Ceko dikenal dengan nama kraslices, dan di Percancis disebut paquelets.

Mulai Dihias Dengan Papier-mache
Motif dan bahan pembuatan telur hias terus berkembang. Di Rusia, pada abad ke-18, dimulai oleh pembuat perhiasan dan diikuti oleh pengrajin gelas. Popler-mache sebagai salah satu kehandalan para seniman Rusia juga dituangkan dalam seni mendekor telur ini. Produk telur hias papler-mache ini terus berkembang sampai akhir abad ke-19 dan permulaan abad 20. Salah satu pabrik yang tercatat memproduksi telur hias papier-mache ialah The Vishniakov di desa Fedoskin, yang pada tahun 1850 tekah mempekerjakan 8 seniman. Pabrik tersebut terus berkembang, sehingga pada tahun 1876 tercatat berhasil menjadi tempat bagi 25 pelukis dan sekitar 250 pekerja. Telur-telur hasil pabrik inilah yang pada tahun 1880-an terkenal sebagai pemasok telur hias untuk daerah Moskow dan sekitarnya.

Selain di Fedoskino, pabrik pembuatan papier-mache dan telur hias ini juga terdapat di Mstera, Gestovo, Kholoui dan Palekh. Di bawah kekuasaan Tsar Alexander I (1801-1825), telur hias mulai bercirikan keagungan Rusia. Hiasan yang sering muncul antara lain gambar dari Perjanjian Baru, Yesus Disalib dan figure dari Nabi Suci Rusia.

Telur-Telur Carl Faberge
Membicarakan telur hias tidak akan pernah melewatkan nama Carl Faberge (1838-1920). Ia adalah desainer perhiasan kondang yang tinggal di St. Petersburg, Kepiawaiannya memadu batu permata semakin menjadi perbincangan setelah ia merancang telur hias untuk kaum elit Rusia, bahkan negara-negara lain di daratan Eropa.

Hingga kini, telur-telur Feberge tetap diburu orang. Bahkan , replikanya pun tetap bernilai tinggi.

Sumber: Hovart, Victor, 1978, Easter Eggs : A Collector;s Guide, Souvenir Press, London.

Leave a Reply

Close Menu