Teko … Teko … Teko

1997_akhir Januari_Edisi 061_santap:
Teko … Teko … Teko

Tahun 1925 dapat disebut sebagai awal dari munculnya kesadaran di benak para pengusaha perlengkapan meja akan pentingnya iklan untuk mempromosikan model-model baru dari produk mereka. Salah satu contoh dari keberhasilan mengkombinasikan model baru dan iklan seperti itu dapat dilihat dari kiprah Cube Teapot Company. Karya mereka dinilai sebagai karya revolusioner oleh Pottery Gazette pada bulan Oktober 1925.

Ketika pada tahun 1920-an Cube Teapots mulai memperkenalkan bentuk kubus untuk teko produksi mereka, sebenarnya karya mereka tidak dapat dikatakan baru. Pada tahun 1878, Worcester, salah satu perusahaan perlengkapan meja ternama, telah memproduksi teko kubus dengan sentuhan oriental berupa kombinasi bambu pada gagangnya. Tidak hanya itu, pada tahun 1870-an dan 1880-an, perancang kenamaan bernama Christopher Desser (1834-1904) pernah membuat teko untuk teh dan kopi dengan bentuk mirip keluaran Wocester hanya saja terbuat dari bahan metal. Dan setelah itu, teko kubus dari perak dengan pegangan kayu dipatenkan sebagai karya dari Robert Johnson pada tahun 1916, dan dipasarkan sebagai produk yang mudah untuk dikemas dan disimpan.

Berbicara tentang teko, akan mengajak kita untuk mengenal pula kebiasaan minum teh, pada umumnya minuman ini disajikan dengan menggunakan teko, di berbagai negara. Inggris, Cina dan Jepang adalah tiga negara yang terkenal dengan kebiasaan minum teh. Mereka mengenal berbagai acara mimun teh, perlengkapan dan jenis teh. Di Jepang, misalnya, mereka mengenal berbagai jenis perlengkapan minum teh, mulai dari wadah air untuk membuat teh, wadah menjerang teh, wadah untuk teh kental dan teh encer, wadah untuk memberi aroma pada teh, sampai cawan. Dan setiap jenis perlengkapan tersebut terdiri pula dari berbagai bentuk dengan fungsi dan nama yang berbeda.

Orang Jepang mengenal dua jenis teh, yaitu teh kental (koicha) dan teh cair (usucha), yang disajikan dengan wadah yang berbeda.

Untuk teh kental, yang bisanya disajikan pada acara-acara yang sangat formal, digunakan wadah yang disebut cha-ire. Wadah ini pada umumnya terbuat dari keramik dengan tutup dari gading yang dasarnya dilapisi kertas emas. Apabila teh yang disajikan tersebut mengandung racun, maka kertas emas tersebut akan berubah warna.

Untuk teh encer digunakan wadah yang disebut usuchaki atau uski. Biasanya wadah ini terbuat dari kayu, keramik, bamboo, atau papier-mache berlapis rak dengan dekorasi warna emas.

Leave a Reply

Close Menu