Tegel antik berharga selangit …

2002_Maret_Edisi 132_Gaya:
Tegel antic berharga selangit …
Ade Tanesia


Mungkinkah harga tegel lebih tinggi dari harga tanah permeternya? Sangat mungkin, bila Anda memilih tegel antic. Bayangkan saja, sekeping tegel antic memilih tegel antic buatan Belanda yang dilukis dengan tangan harganya dapat mencapai Rp. 150.000,-. Artinya, untuk menutupi lantai seluas satu meter persegi saja paling tidak dibutuhkan 10 keping tegel yang akan bernilai Rp. 1.500.000,-. Sementara, hanya di daerah yang istimewa saja harga tanah dapat setinggi itu.

Memang tidak mudah memperoleh tegel antic. Hermanu dari Bentara Budaya Yogyakarta harus tekun mengumpulkan selama dua tahun untuk membuat pameran bertajuk “Het Tegelhuis, Pernik Pernik Tegel Lama” di tahun 2000. Ia mencarinya dari pedagang-pedagang di pasar Triwindu di Solo, artshop Pak Ming dan Pak Handoko di Semarang.
“Biasanya para pedagang mendapatkan tegel itu dari bonggkaran bangunan tua. Ada yang diual oleh pemilik rumah, tapi tak jarang berasal dari hasil curian,” ungkap Hermanu.

Menurut pria yang menjadi pengelola Bentara Budaya Jogjakarta sejak 1982 ini, sekeping tegel antik paling murah berharga Rp. 30.000,-. Biasanya, yang mencapai harga ratusan ribu adalah tegel yang motifnya dilukis dengan tangan. Motif yang banyak ditampilkan adalah bunga, kincir angin, buha-buahan, dan piala.

Bangunan tua di kawasan Kota Gede, misalnya, kerap menjadi sasaran para penguntil. Dengan mutu semen yang tak terlalu bagus, sungguh mudah mencopot tegel tersebut. Di sinilah masalah timbul, upaya pelestarian bangunan tua nampaknya tengah mendapat tantangan dengan munculnya kebutuhan sebagian masyarakat untuk mempercantik rumah mereka dengan tegel antic. Tentunya, bila tidak ada yang berminat, tidak akan ada pula aksi penyongkelan tegel dari bangunan tua. Dan bukan tidak mungkin, semakin tegel antic digemari, semakin rentan keutuhan gedung tua dari penyongkelan.

Tegel-tegel yang sekarang banyak diburu itu, sempat sangat digemari pada akhir abad ke-19. Saat itu pemerintah Hindia Belanda mulai membangun rumah-rumah loji berarsitektur Barat untuk kantor pemerintahan, kantor dagang, bank dan hotel di Batavia, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Setelah itu, tegel serupa mulai dipergunakan kalangan pedagang dan priyayi untuk menghias lantai atau dinding rumah mereka.

Jika menggunakan tegel antic dianggap terlampau mahal atau tidak ramah warisan budaya, ada cara lain dapat ditempuh untuk tetap memperoleh suasana lawasan dalam rumah. Keluarga Mayong dan Nurul Arifin, misalnya, lebih memilih menghias ruang 100 meter persegi di rumah mereka dengan tegel motif lawasan.
“Saya menyukai motifnya, selain ekosistem barang yang berbau kuno kan selalu menarik. Saya memilih tegel yang berwarna dasar krem dengan motif kuning, hijau, dan putih, yang saya beli dengan harga Rp. 40.000 sampai Rp. 79.000 per meternya,” ungkap Mayong.

Keinginan untuk menghadirkan kesan lawasan di rumah Anda melalui pemasangan tegel, untungnya masih dapat diwujudkan. Tidak perlu menunggu hasil bongkaran, tidak perlu membayar terlalu mahal, karena masih ada pabrik yang memproduksi tegel semacam yang antik itu. Salah satunya adalah pabrik tegel Kunci di Yogyakarta, yang telah memproduksi sejak tahun 1927.

Pabrik tegel Kunci, yang terletak di Jl. KS Tubun 95, Yogyakarta ini, tetap memakai cetakan kuno dari kuningan tinggalan Belanda untuk membuat sekitar 100 motif tegel. Ada empat jenis tegel yang masih diproduksi oleh Kunci, yaitu jenis Sablon Motif (memakai cetakan kuningan), Marblon (motif dilukis tangan). Polos Warna dan Natural (berwarna dasar abu-abu). Sesuai dengan ukuran cetakan yang tersedia, maka tegel yang diproduksi kebanyakan berukuran 20 x 20 Cm; 25×10 Cm dan 20×10 cm.

Selama ini Tegel Kunci hanya melayani pemesanan, karena biasanya corak dan jenis tegelnya ditentukan oleh konsumen.
“Pesanan cukup banyak, selebritis seperti Ghea Sukasah, koki Rudy Chaeruddin, Chosy Lattu, Mayong Suryo, juga memesan di sini,” lanjut Ir. Sugeng Prihatin, factory manager divisi tegel yang menyebut gaya tegel produksi Kunci sebagai gaya Jawa.

Untuk menjaga kualitas tegel, Kunci memproduksinya secara manual dan hanya dibantu mesin press. Agar warnanya terang dan tahan lama, maka bahan pewarnanya juga didatangkan langsung dari Belanda. Karena itulah tegal Kunci dijual dengan harga yang cukup mahal, sekitar Rp.27.000,- samapai Rp. 125.000,- per meter perseginya.
Sumber; Met TegerChuls, Pernik Tegel Lama, Katalog pameran, Yogyakarta: Bentara Budaya 22-27 Juli, 2000.

Leave a Reply

Close Menu