Teater Tetas: Questioning Ekalaya

Teater Tetas akan ikut ambil bagian dalam acara BIS Performing Arts Festival 2010, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh British International School Jakarta. Kali ini Teater Tetas akan menampilkan sebuah lakon bertajuk “Questioning Ekalaya”, sebuah naskah yang ditulis dan disutradarai oleh Ags. Arya Dipayana. Naskah tersebut merupakan penggalan dari epik Mahabharata, berisi kisah raja Paranggelung Ekalaya yang ditolak oleh Resi Durna ketika memohon untuk diterima sebagai muridnya.

Sebagai seseorang yang memiliki kesungguhan dalam upaya meningkatkan kualitas diri, Ekalaya kemudian membuat patung berujud Resi Durna. Ia menyepi di sebuah hutan untuk melatih diri. Setiap kali ia memulai latihan, dia lakukan terlebih dulu memohon restu kepada patung tersebut, seolah-olah seorang murid yang memohon petunjuk gurunya. Syahdan, Ekalaya kemudian memiliki kemampuan yang bahkan melampaui Arjuna, murid terkasih Resi Durna. Hal ini melahirkan kecemburuan Arjuna, yang dengan caranya kemudian berusaha untuk mengungguli Ekalaya.

“Questioning Ekalaya” bukan saja merupakan cerminan bahwa suatu kehendak untuk belajar sungguh-sungguh akan menemukan jalannya, melainkan juga suatu gambaran bagaimana seorang kesatria seperti Arjuna menyikapi pesaingnya, dan betapa seorang guru sebesar Resi Durna ternyata dapat juga berbuat alpa. Lakon berdurasi kurang-lebih 90 menit ini akan didukung oleh pemain-pemain Teater Tetas, yaitu Hari Prasetyo, Meyke Vierna, Ayat Muhammad, Artasya Sudirman, Dea Malyda, Yosep Viar, Adi Nugraha, Lukman Dardiri, Yova Tri Wahyuni dan Jerryanto.

Pentas “Questioning Ekalaya” akan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 April 2010, jam 19.00, bertempat di Raffles Stage, World Theatre, British International School yang beralamat di Bintaro Jaya sektor 9, Jakarta Selatan. Pertunjukan itu berlaku untuk umum. Pemesanan tiket pertunjukan dapat dilakukan dengan menghubungi Stefanie di telepon [021] 745 1670 ext. 608 atau melalui e-mail: worldtheatre@bis.or.id

Leave a Reply

Close Menu