Tatto Inspired From Within….

1996 _akhir Juli_ Edisi 049_:
Tatto Inspired From Within….

They decorate the body but they also enhance the soul. Tattoos are more than skin deep, you know, that ink surfaces from your soul.

“When I’am receiving work from my tattoo artist, there is only him and I and the Pain” said a client of Samoan tattooist, Paulo Sulu’ape.

(sumber : The Art of the new Zealand Tattoo by Anne Nicholas, 1994 : Tandem Press)

Tukang Tato…. Ada Juga Tukang Gores!

Tukang Tato telah menerapkan standar profesionalisme dalam dunia pertatoan. Seperti kebersihan peralatan, pengetahuan mengenai struktur tubuh manusia, memiliki standar harga berdasarkan tingkat kesulitan desain.

Tukang gores, biasanya memuat tato tanpa memperdulikan pengetahuan mengenai tubuh manusia. Mereka tidak memiliki disiplin profesi dan bisa dibayar dengan segala bentuk kompensasi, misalnya satu ekor ayam dll.

Macam-macam alat tato
Tato cara suku Mentawai: jarum tato terbuat dari besi yang diberi tangkai kayu dan pemukul. Sedangkan zat warnanya dihasilkan dengan cara membakar daun pisang atau tempurung kelapa. Kemudian arang atau tempurung pada tempurung kelapa dan dicampur air tebu. Orang Mentawai membuat tato dengan cara tusuk dengan notif dominan tumbuhan, hewan, geometris dan manusia.

Tato cara suku dayak Kalimantan: sama halnya sperti orang Mentawai, orang Dayak membuat tato dengan jarum bertangkai kayu. Melalui cara tusuk, pewarnanya, yang terbuat dari jelaga dan damar, menembus kulit. Kemudian terbentuklah motif-motif tumbuhan, hewan, dan geometris.

Tato cara Irian: membuat tato dengan menggoreskan pisau bambu ke kulit. Luka akibat goresan itu diberi lumpur agar tetap terbuka dan tidak bersenyawa lagi. Motif dominannya adalah geometris.

Saat ini, terutama di kalangan masyarakat perkotaan, pembuatan tato dilakukan dengan mesin elektrik. Masih ini ditemukan pada tahun 1891 di Inggris. Kemudian zat pewarnanya menggunakan tinta sintesis (tinta tato).

(Sumber : Tradisi tato pada beberapa suku bangsa di Indonesia oleh Anggraeni, Fak Sastra UGM 1992-1993). Dari : Tatowier magazin

Leave a Reply

Close Menu