Tater Boal

1996_awal Oktober _Edisi 054_seni:
Tater Boal

Teater, rakyat, dan perubahan

Kalau ada pertunjukan teater yan diprotes karena aktornya tidak berakting dengan baik, ceritanya tidak bagus,mungkin sudah seing kita temui. Tapi kalau teater yang meminta peonton untuk menyumbangkan gagasan mereka unutk akhir cerita, atau bahkan mengundang penontonnya ke panggung unutk memerankan adegan yang diinginkannya, mungkin hanya ada di Rio de Janeiro.

Adalah Agusto Boal, seorang anggota Dewan Kota Rio 1992, yang mengembangkan cara berteater yang pada akhirnya berkembang menjadi semacam majelis rakyat tersebut. Bagi Boal berteater adalah suatu proses belajar dan berpikir bersama. Banyak hal menarik yang ditemuinya dalam berteater, salah satunya adalah pada tahun 960, ketika ia menampilkan pertunjukkan tentang bagaimana mengangkat senjata. Dalam pertunjukkan itu, seorang penonton yang adalah petani, maju ke depan dan menyarankan untuk melakukan serangan bersenjata terhadap tuan tanah yang menindas. Peristiwa tersebut menyadarkan Boal untuk lebih mendengarkan apa yang dibicarakan oleh rakyat. Berdasarkan pengalaman tersebut, Bola mengembangkan teater yang melibatkan penonton, dengan meminta mereka menyumbang gagasan di akhir cerita. Perubahan besar terjadi kerika seseorang penonton wanita marah terhadap interpretrasi pemain yang memerankan adegan mengatasi ketidak jujuran seorang suami. Menurutnya itu tidak sesuai dengan keinginan wanita tadi. Akhirnya, Bola meminta wanita tersebut untuk naik ke atas panging dan memerankan adegan yang diinginkannya. Denagn cara ini akhirnya Bola menciptakan Forum Teater yang dalam persoalan serta memiliki fungsi untuk melatih tindakan tersebut dalam kehidupan nyata.

Cara kerja teater ini adalah dengan melibatkan 12 orang pekerja budaya. Mereka inilah yang mendatangi tempat-tempat rakyat berkumpul seperti gereja, atau sekolah. Disana mereka mengajak penduduk memainkan adegan pendek mengangkat isu-isu tertentu manyangkut kepentingan masyarakat seperti rasisme, jaminan sosial, dsb. Lalu salah satu adegan dalam pertunjukan itu diulang kembali. Kali ini para penonton bertindak sebagai aktor utama yang dapat memotong dan menyela pertunjukkan dan kmudian mereka dapat memainkan adegan itu sesuai dengan yang diinginkan.

Tahap selanjutnya sesuai pertunjukkan adalah membawa gagasan yang lahir dalam pertunjukkan teaternya menjadi undang-undang. Salah satu contoh sukses yang diraihnya adalah ditetapkannya undang-undang yang mengatur posisi telepon umum di jalan. Hal ini dimaksudkan agar orang buta yang menggunakan trotoar tidak menabrak tiang telepon di jalan. Selain itu adalah undang-undang tentang peningkatan dana kesehatan dan hak-hak buruh perempuan yang sedang hamil.

Leave a Reply

Close Menu