takut dan reaksi syaraf

2001_Februari_Edisi 121_bahas:
takut dan reaksi syaraf
Rohman Yuliawan

Reaksi manusia terhadap bahaya adalah salah satu reaksi yang banyak dipelajari. Di tahun 1920-an, Walter Cannon menggolongkan apa yang disebutnya sebagai respon “lawan atau lari”; tekanan darah meningkat, detak jantung makin cepat, daerah seolah terpompa dari sitem pencernaan ke dalam otot, pupil mata membesar dan fenomena lain yang terutama muncul pada sistem syaraf simpatetis dan mempersiapkan tubuh untuk keadaan darurat. Respon tersebut diatur oleh suatu struktur dalam otak manusia, seperti hypothlamus dan amydola, yang bekerja diluar tingkat kesadaran. Hasil riset terbaru, terutama yang dilakukan oleh Joseph LeDoux telah memperlihatkan bahwa hubungan emosional juga dapat terjalin pada tingkat kesadaran ini. Jadi phobia, rasa panik dan reaksi serta kekuatiran yang mewarnai kehidupan manusia sehari-hari biasanya dipelajari dan terbangkitkan secara bawah sadar walaupun juga terkait dengan kesadaran kita. Sisi emosional muncul, reaksi tersebut tidak selalu mencerminkan hasil olahan otak secara sadar. Hasil penelitian menunjukkan : saya tertarik pada orang ini tapi tidak menyukai orang lain, saya takut pada tikus, sangat menikmati suara air hujan-.seringkali tanpa mengetahui alasannya. Jadi takut merupakan perasaan naluriah yang melindungi kita dari bahaya, tapi juga dapat membodohkan kerja otak manusia.

Leave a Reply

Close Menu