Si Oren Hidup Kembali

Si Oren Hidup Kembali

Setelah mati suri lebih dari enam tahun, bemo berbadan serat kaca itu bangun lagi. Konon akan dipergunakan untuk menjadi alat bantu sarasehan keliling, atau sekedar untuk jalan-jalan di kampung kota.

Perlu waktu lama memang untuk menabung dan mengumpulkan berbagai komponen untuk bisa kembali menjadi kendaraan bertenaga listrik.

Kali ini si oren menggunakan dinamo series wound dua kilowatt, mungkin bekas forklift. Dibeli dari Wiwien Vegas, perakit kendaraan listrik di Jogja, dengan harga Rp1,5juta. Semula, dinamo itu diatur oleh pengatur kecepatan elektronik (controller) Alltrax 7245, simpanan lama. Namun karena ada sedikit masalah, maka dinamo itu jadinya diatur oleh Curtis PCM 1204-401 yang didapat dari bung Ricky, pengusaha jasa perbaikan mobil golf di Jakarta Timur. Berikut potensiometer (throttle) ditebus dengan Rp5 juta. Konon itu adalah controller yang dipakai mobil golf zaman dulu. Pengatur kecepatan elektronik itu bertegangan 48 Volt dengan maksimum arus 225 Amper. Dua modul baterai yang masing berkapasitas 26 Volt 30 AmperHour, disambung secara seri menjadi 52 Volt 30 AmpereHour. Baterai-baterai itu didapat dari mas Tree di Jakarta Selatan, konon bekas Penerangan Jalan Umum, seharga Rp600ribu per modulnya. Empat kontaktor untuk mengatur arus listrik sehingga si oren dapat bergerak maju atau mundur dan sebuah kontaktor sebagai sakelar utama di dapat dari mas Wahyu Arief Budiman. Empat kontaktor 200A @Rp200ribu. Kontaktor 400A Rp600ribu. Durabox ukuran 250x350x150 Rp363ribu. Bila dijumlah dengan kabel, skun (schoon), MCB, cable glands, mur dan baut, maka total komponen elektrika bemo oren menghabiskan tidak kurang dari Rp8,5juta.

Sebuah Durabox yang dibeli dari toko daring menampung semua komponen elektronik yang mesti terhindar dari air dan debu.

Setiap kabel diusahakan menggunakan ukuran minimal 2,5 milimeter persegi (14 AWG) yang ujung-ujungnya disolder dan ditautkan erat dengan baut. Untuk menyambung dinamo, kabel dengan penampang 35 milimeter persegi (2 AWG) digunakan, agar arus listrik (maksimum 225 Amper itu) dapat tersalur dengan baik.

tabel kiriman dari pak Yohanes
sumber: https://quinled.info/2018/10/20/wire-thickness-needed/
Diagram elektrika

Terima kasih untuk mas Wahyu yang telah dengan sabar membimbing dan berbagi ilmunya.

Leave a Reply

Close Menu