Selibat: Kehidupan tanpa jodoh

1999_Agustus_Edisi 103_selip:
Selibat: Kehidupan tanpa jodoh

Kalau begitu banyak orang gelisah menanti jodohnya, maka pilihan segelintir orang untuk hidup selibat (tidak menikah menjadi suatu kejanggalan yang tentunya membutuhkan keberanian besar). Lalu bagaimana mereka menyikapi persoalan jodoh? Berikut obrolan singkat dengan Bhikku Sasana Bodhi yang kini tengah melanjutkan sekolah Filsafat di program S2 UGM dan Bhikku Cittagotto di Vihara Dammacakkka, sunter, Jakarta Utara. Beliau mengenyam pendidikan di Srilanka selama 6 tahun. Keduanya kita sapa dengan sebutan Banthe.

Mengapa Banthe memutuskan unutk menjadi Bhikku?
Bhikku Sasana Bodhi : Sebenarnya dalam agama Budha, seseorang bebas memilih jalan hidup, entah itu selibat (tidak menikah) atau berumah tangga. Tapi saya lebih tertarik untuk mencari kehidupan yang lebih kekal.

Sebagai Bhikku, Banthe tentunya tak mencari jodoh, namun apakah ada konsep jodoh dalam arti lebih kuat?
Bhikku Sasana Bodhi : Tentunya jodoh seperti suami isteri justru harus dihindari. Seorang Bhikku adalah samana, yang mencurahkan hidup untuk pengolahan spiritual demi mencapai kecemerlangan yang sifatnya abadi. Kalau jodoh hanyalah sementara, sehingga di dunia ini seorang Bhikku hanya butuh makan, pakaian sekedarnya, obat-obatan, dan tempat tinggal. Bhikku tidak boleh tinggal di rumah orang yang telah berumah tangga, seperti orang tua, teman, saudara, lebih dari 3 hari 3 malam.

Lalu, bagaimana Banthe mengatasi tuntutan biologis?
Bhikku Sasana Bodhi : Tuntutan itu harus ditinggalkan sama sekali lewat latihan-latihan yang dikembangkan. Misalnya mengendalikan pikiran, karena segala sesuatu berakar dari pikiran, juga melakukan meditasi, karena terdapat sikap duduk padmasana (bunga teratai) yang mampu meredam syaraf-syaraf yang membuat fisik ini terangsang. Dalam agama Budhha dikenal istilah Cakra yang letaknya di dekat fungsi reproduksi. Cakra ini biasanya berputar cepat, nah kalau latihan meditasi dengan sikap duduk padmasana, maka perputaran Cakra diperlambat sehingga mengatur peredaran darah, detak jantung lebih stabil. Juga menolak jenis makanan yang bisa memproduksi hormon seksual.

Bhikku Chittagotto: Menjadi Bhikku ada 5 dasar latihan yaitu : tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berbohong dan mabuk-mabukkan. Lalu ada 8 sebagai latihan permulaan yaitu, 5 meliputi latihan dasar seperti yang diatas ditambah 3 lagi yaitu: mengendalikan diri dari makan, tidak menghibur diri dengan menyanyi, menari, bermain musik dan tidak berhias. Dan yang terakhir yaitu tidak tidur, tidak duduk di tempat yang tinggi dan mewah, dan berpuasa, misalnya muali tengah hari pk 12.00 hingga pagi hari. Tidak boleh makan apapun kecuali air putih.

Kembali soal jodoh, apakah ada hubungannya dengan reinkarnasi?
Bhikku Sasana Bodhi: Budha memang mengenai reinkarnasi atau tumimba lahir. Ada golongan kosmis yang mengatur karmaniama atau hukum keteraturan moral, sehingga orang yang memiliki kesamaan karma baik di masa lalu, bisa saja bertemu kembali di masa kini.

Leave a Reply

Close Menu