Sekolah Bebas Seragam !

2001_Juni_Edisi 125_Bahas:
Sekolah Bebas Seragam !
Ade Tanesia

“Untuk apa murid pakai seragam sekolah. Di Indonesia semua di seragamkan, maka hasilnya seperti ini. Saya anti seragam”, ungkap Pater Drost dengan nada tinggi. Tokoh pendidikan yang satu ini memang kontroversional, idenya agar murid tidak perlu memakai seragam sekolah menjadi legenda tersendiri.

“Manusia telah dijadikan anggota kawanan” begitu pendapat mantan Kepala Sekolah SMA Kanisius periode 1977-1987 ini tentang seragam. Keunikan atau otentiknya setiap manusia yang sudah terberikan telah teringkari melalui praktek seragam. Penyeragaman kostum murid di Indonesia merupakan bentuk represi negara, serta meluluh lantakkan karakter pribadi warganya. Seragam hanya melahirkan mental penurut, pengikut, bukan kemerdekaan untuk menjadi pribadi yang kuat. “Saya dulu pernah didatangi pegawai Depdikbud. Mereka suruh semua guru memakai seragam. Saya bilang, tidak! Murid akan stress bila melihat semuanya harus berseragam”, ungkapnya.

Seorang siswa yang tidak memakai seagam, akan merasa dirinya tidak dikekang dan hal ini sangat kondusif untuk merangsang daya ciptanya sekaligus rasa tanggung jawab. Ignas, seorang murid SMU Kolose De Brito, Yogyakarta, menganggap bahwa tanpa seragam sekolah seperti yang dialaminya, telah melatihnya untuk bertanggung jawab. Seluruh tindakan siswa tergantung pada tanggung jawab dirinya sendiri. Ia sendiri merasa lebih bebas dan dipercaya oleh sekolah. Lain lagi pendapat Afie dari SMU MUHI I Yohyakarta, yang justru melihat seragam dibutuhkan untuk meredam perbedaan kaya dan miskin antar siswa.

Untuk tanggapan yang terakhir ini, Pater Drost tidak setuju. “omong kosong, ini penipuan! Bagaimana bisa menghilangkan perbedaan si kaya dan si miskin. Toh, mereka di luar juga akan tahu kalau pulang sekolah ada yang naik sedan dan ada yang naik bajaj,” papar pria kelahiran Jakarta tahun 1925 ini. Pendapat yang sama juga diajukan Romo Riono, dari Dinamika Edukasi Dasar. “Justru tanpa seragam, murid sedari kecil dapat belajar menerima perbedaan dan tidak mengukur manusia hanya dari hal yang sifatnya fisik semata”, ungkapnya.

Masalnya, apakah siswa memang siap untuk menyikapi secara bertanggungjawab jika aturan bebas seragam diterapkan? Tidakkah ini akan diartikan sebagai kebebasan tak terkendali? Menurut Pater Drost, itu hanya kekhawatiran orang yang tidak ingin menjadi diri sendiri, dan cukup nyaman menjadi pengikut. Ia tetap bersikukuh bahwa seragam sekolah harus dihapus. Itulah langkah awal untuk membongkar penyeragaman pendidikan yang telah dilakukan Indonesia selama ini.

This Post Has One Comment

  1. hore,, terima kasih atas infromasi sekolah bebas seragam, ke sekolah pake baju biasa itu memang enak

Leave a Reply

Close Menu