Rumah Burung # 101

Aku melihatnya sebagai tempat singgah bagi pembawa kabar di jaman dulu. Ada kesan, bahwa tempat itu adalah ucapan selamat datang bagi sang kurir yang pulang dari petualangan heroik menembus medan perang.

Beberapa waktu lalu, aku menemukan kayu-kayu bekas di sebuah bengkel.

Aku menonton ‘The Inconvenient Truth, filmnya Al Gore – bekas wakil presiden Amerika Serikat dan pemenang Nobel itu. Di dalamnya terdapat cuplikan beruang kutub berenang beratus mil, mencari bongkahan es untuk beristirahat. Ia ditakutkan mati  kecapaian karena pemanasan global sedang gencar melelehkan wilayah kutub.

Aku minta kenalan untuk membuatkan beberapa rumah kecil untuk burung.

Beberapa hari lalu, aku kecapaian. Melihat kegiatan bodoh, kemiskinan, arogansi, manipulasi terjadi bergantian secara acak, dengan pikiran yang terbuka, kenyamanan, kerendahan hati, dan kejujuran. Dari pintu terbuka di gerbong kereta yang berjalan cepat, rumah-rumah di kanan kiri rel tampak berhimpit, berdesakan menawarkan solusi cepat bagi keletihan kota. Inilah yang membuat aku perlu tempat singgah yang bisa jadi adalah aku sendiri.

Rumah-rumah burung berukuran kecil itu akan rampung hari ini.

Jakarta :: 13 Juni 2008

..

Leave a Reply

Close Menu