Ranjang

1997_mula April_Edisi 066_inap:
Ranjang

Hampir sepertiga hidup manusia dilewatinya untuk tidur, sehingga betapa pentingnya ranjang bagi kehidupan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan tidur yang nyaman, maka dibuatlah rupa-rupa desain ranjang.

Bentuk dasar sebuah ranjang sebenarnya sama, yaitu terdiri dari rangka atau boks, alas tilam untuk rebahan atau sering disebut kasur, matras, dan selimut untuk menghangat tubuh seseorang. Untuk menyadarkan kepalanya diletakkan sepasang bantal di ranjang. Tilam pun mengalami perubahan bentuk. Konon, tilam diisi dengan rambut kuda, bulu atau karet busa.

Pada mulanya manusia tidur di timbunan jerami, daun atau kulit binatang. Misalnya orang Jepang konon tidur di atas tumpukan jerami, atau para pemburu cukup tidur di sleeping bags, bentuknya meniru tempat tisur orang Eskimo. Namun semakin berkembangnya peradaban manusia, maka dibuatlah ranjang cantik dari kayu terpilih dan emas. Ranjang bertirai sangat populer di Eropa pada masa abad pertengahan.

Ukuran sebuah ranjang bisa bermacam-macam. Double Bed berukuran panjang 188 cm, dan lebarnya 137 cm. Ranjang kembar atau twin bed ukurannya sama, hanya lebih lebar 99 cm. Single bed mungkin merupakan ranjang yang berukuran paling sempit. Beberapa orang menyukai ranjang yang memiliki ukuran extra, seperti ranjang Queen Size dengan panjang 200 cm dan lebar 150 cm. Sedangkan King Size, berukuran panjang 200 cm dan lebar 198 cm.

Ranjang bisa pula berfungsi ganda yaitu untuk tempat tidur atau sofa. Tipe-tipe yang paling terkenal adalah Covertible Sofas yang terdiri dari satu lembar tilam. Lalu Studio Couches yang bisa dirubah menjadi dua ranjang; dan single sleepers yang digunakan untuk dipan tempat tidur dan juga untuk sofa.

Sumber: The World Book Encyclopedia. USA:1975, by Field Enterprise Educational Corporation.

Leave a Reply

Close Menu