Ragusa Italian Ice Cream

1999_Oktober_Edisi 105_info santap:
Ragusa Italian Ice Cream

Kalau ditilik dari bangunannya, tentunya Rausa tidak semewah kafe-kafe yang kini bertebaran di kota Jakarta. Bahkan didepannya berjejeran penjual sate ayam, otak-otak, rujak, siomay. Ragusa memang cukup terbuka terhadap pedagang makanan sekelilingnya, jadi kalau kita lapar, bisa saja langsung memesan dan makanan dibawa masuk ke Ragusa. Kadang pengamen yang tidak asal menyanyi juga datang menghipur pengunjung. Namun ada yang lebih penting dari sekedar rasa lezat Ice Cream dan keterbukaan Ragusa, yaitu nilai pentingnya dalam sejarah pemanfaatan waktu luang kaum kelas menengah di kota Jakarta. Sebelum masjid Istiqlal yang konon bernama Wilhelmina Park, kedai Ragusa Italian Ice Cream telah menjadi tempat rendezvous populer di kalangan elit.

Sejarah Ragusa Italian Ice Cream berawal dari gerobak keliling milik Lulgi Ragusa, pria keturunan Italia yang memperistri seorang janda Belanda bernama Olga di tahun 1932. Olga yang kebetulan memiliki peternakan sapi itu mengilhami Luigi untuk membuka usaha Ice Cream, Luigi yang sebelumnya adalah tukang jahit, lalu membangun kedai es cream Italia ini. Lambat laun usaha es cream Luigi ini berkembang dan hadir di setiap perayaan Pekan Raya di Pasar Gambir. Pada tahun 1947 Luigi menempatkan usahanya di jalan Veteran 1 yang waktu itu masih bernama Citadel Weg.

Kini usaha tersebut sejak tahun 1970 dipegang oleh Buntoro Kurniawan, adik Ipar Fransisco Ragusa, anak bungsu Lulgi Ragusa. “Karena sejak kecil saya sudah sering kemari dan juga belajar cara membuatnya, maka sewaktu usaha ini diserahkan, saya sudah tidak menemui kesulitan lagi,” ujar pak Buntoro. “Sejak dulu sampai saat ini, resep ice cream Ragusa tidak ada perubahan,” Lanjut Buntoro yang telah mendaftarkan merek dagang Ragusa menjadi hak patent.

Kini Ragusa Italian Ice Cream telah memiliki beberapa cabang lain diantaranya Pasar Raya Blok M, Pasar Raya manggarai, Gedung Dewan Pers Kebon Sirih, dan beberapa cabang lain. Khusus di Jalan Veteran 1 No. 10, adalah tempat dimana orang bisa bernostalgia karena tempat dan suasananya pun masih belum berubah.

Leave a Reply

Close Menu