Puss Gets the Boot = Tom and Jerry

1996_akhir Desember _Edisi 059_rupa-rupa:
Puss Gets the Boot = Tom and Jerry

Pada tahun 1939, Amerika baru saja merangka untuk memperbaiki julukan “the Great Depression”. Namun, bukan Hollywood namanya kalau “tidak menawarkan sisi gemerlap dari Amerika”. Di tengah keterpurukan ekonomi, dari studio-studio Metro-Goldwyn-Mayer, drama, komedi, dan musik tetap silih berganti ditampilkan kepada publik. Bahkan pada tahun 1938, MGM masih sempat meluncurkan film-film yang hingga saat ini tetap diminati oleh banyak orang, di antaranya The Wizard of Oz dan Gone With the Wind.

Di masa itu pula, tepatnya tanggal 10 Februari 1940, MGM meluncurkan sebauh film kartun yang berjudul Puss Gets the Boot dengan Jasper Kucing sebagai tokohnya. Menceritakan tentang superioritas kucing terhadap seekor tikus (meskipun pada akhirnya, tikus yang kecil selalu dapat menyiasati kucing berekor panjang itu), film ini mendapat sambutan yang menggembirakan. Padahal, sebelumnya, ide pembuatan film ini sempat ditolak oleh Fred Quimby, yang pada saat itu menduduki posisi sebagai pimpinan Departemen Film Kartun di MGM. Menurut Quimby, cerita mengenai tokoh kuicng dan tikus telah banyak dibuat sebelumnya. Jadi, cerita yang ditawarkan oleh Hanna Barbera ini hampir tidak mungkin menyajikan sesuatu yang lain. Namun, ternyata perkiraan Quimby tersebut tidak tepat. Tokoh kucing dan tikus yang selalu berkerjaran ini menjadi tokoh langgeng dengan nama Tom and Jerry, hingga saat ini.

Dalam rentang waktu begitu panjang, penampilan Tom and Jerry mengalami beberapa perubahan Tokoh kucing usil misalnya, bila pada film Puss Gets the Boot (ketika namanya masih Jasper) kupingnya digambarkan membulat, maka dalam seri Tom and Jerry (ketika namanya telah berubah menjadi Tom), kupingnya dibuat sedikit lebih runcing.

Hal ini tidak terlalu banyak berubah dari serial kartun ini adalah ide ceritanya, yaitu seeokor kucing dan seekor tikus yang selalu saling beradu siasat untuk saling mengalihkan. Dan untuk itu, segala macam cara yang paling kejam sekalipun. Para penyayang binatang, khususnya penyayang kucing, bukan tidak pernah melayangkan protes kepada Hanna dan Barbera. Namun Bill Hanna berujar, “kami menemukan bahwa semakin keras mereka dipukul, semakin keras pula penonton tertawa. Jadi kami tidak merubah formula cerita kami.”

Sumber: Tom and Jerry, Fifty Years of Cat and Mouse, T.R. Adams, Pyramid, 1991

Leave a Reply

Close Menu