Program Difabel Yogyakarta: Istimewa!

Samuel Indratma mengajakku mampir ke Taman Budaya Yogya. Tempat itu ramai, walau hari sudah mulai malam.

Di salah satu ruang, Ugo Untoro sedang memamerkan karya-karyanya yang dibuat di atas kertas; pojok sini ada yang sedang mengerjakan kapal-kapalan kertas, dibuat besar dari bahan lempeng besi; di undakan tangga ke lantai atas, batu-batu kali yang dilukis di atasnya dengan potret orang-orang hilang ingatan yang sering ditemui di sekitar kota Yogya; sebelah sana terlihat banyak hasil aktifitas para difabel. Bentuk-bentuk mata, telinga, hidung, tangan, dibuat besar dengan media tanah yang kemudian dibakar. Bentukan-bentukan itu dijadikan ‘kanvas’ bagi para difabel.

Sebuah becak Yogya kemudian dikeluarkan dari samping gedung. ‘Slebor’ (spakbor?) yang dicat putih, terlihat kontras dengan warna kayu yang dilapis vernis mengkilat dan rangkaian besi yang membentuk rak buku. Ini Adalah media promosi bagi program difabel Yogyakarta, kata Sam. Becak itu akan diisi dengan berbagai cetakan literatur, promosi tentang program yang mulai digiatkan di kota istimewa itu.

Wuiih!

This Post Has One Comment

  1. Pak Sam! gak ada matinye! Selamat pak Sam, mengajak kita utk lebih peduli pada kawan2 difabel melalui sarana yang tak terduga..

Leave a Reply

Close Menu