aikon adalah nama gerakan
Secara legal, ia bernama Yayasan Pikir Buat Nusantara

VISI

Hadirnya masyarakat Indonesia yang berpikiran terbuka dan bermartabat.

MISI

 

  1. Melakukan dokumentasi, publikasi, serta mendorong penyelenggaraan program-program yang berkelanjutan.
  2. Melakukan proses intermediasi kultural (cultural intermediaries) yang mendorong hadirnya kesadaran otentik.
  3. Mendorong kerjabersama yang setara antar aktor quadra helix; Pemerintah, Intelektual, Bisnis, warga, dalam aspek Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan sesuai dengan peraturan negara yang berlaku.
  4. Mendorong praksis yang multikultur.

AKSI

aikon sebagai sebuah lembaga not-for-profit di bawah Yayasan Pikir Buat Nusantara, sejak lama dikenal sebagai media cetak pertama di Indonesia yang mengulas berbagai informasi terkait dengan lingkungan hidup, sosial, seni, dan sejarah. Sejak 22 Juli 1994 aikon didistribusikan secara gratis dengan prinsip berkelanjutan. Media ini telah dan tetap selenggarakan berbagai program off-print antara lain:

  • Gelar Kebon (1995), kegiatan relawan untuk Kebun Binatang Ragunan
  • Program Pagi (1997), program daur ulang yang menggelar Minggu Kertas di 1999 dan 2001
  • Peta Hijau (2002), kegiatan pemetaan berbagai aktivitas ‘terpinggirkan’ yang ada di sekitar warga kota
  • Warga Peduli Bangunan Tua (Walibatu, 1997), adalah sebuah program untuk pelestarian bangunan bersejarah
  • AikonTV, episode ‘peniti’, memperoleh Piala Vidia di tahun 1997, untuk kategori non-cerita terbaik.

Menanggapi perkembangan teknologi khususnya internet, di 2002 aikon mulai membangun aikon.org dengan berbagai kekiatan offline, antara lain;

  • Di 2008 aikon mulai mengembangkan konsep internet keliling (netling), dengan program ini diharapkan internet dapat menjadi ruang belajar, di samping bermain
  • Pada 2010 aikon menerjemah dan menerbitkan Buku Do Good Design tulisan David B. Berman dalam Bahasa Indonesia. Penerbitan cetakan kedua buku ini dilengkapi dengan workshop dan diskusi yang diikuti profesional dan mahasiswa desain di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali di 2011
  • Masa tahun 2010 juga, aikon mulai mengembangkan konsep patungan.net. Program ini mendukung inisiatif warga melalui pengumpulan dana berbasis internet dan jaringan sosial (crowdfunding). Situs yang diharapkan dapat turut mengembangkan industri kreatif ini, diluncurkan Februari 2012 atas dukungan HIVOS
  • Di 2013, satu divisi di dalam aikon: Laboratorium Desain Publik, meluncurkan BioBemo: bemo bertenaga listrik, sebagai produk dari Program Revitalisasi Bemo Karet yang diinisiasi di 2011.
  • Di akhir 2011 aikon memunculkan program Desain untuk Difabel yang melibatkan berbagai lembaga di Jakarta dan Solo, untuk merayakan Hari Difabel Internasional dan menyambut Asean Paralimpic Games 2011 di Solo.

PROGRAM KOLABORATIF

Kini aikon masih terus mendorong berbagai program beserta turunan kegiatan yang mendorong keterbukaan berpikir melalui kolaborasi aksi dengan berbagai lembaga terkait:

Obalihara

Balihara adalah Bahasa Suku Kei, Maluku Utara yang berarti pelihara. Semangat ini digunakan sebagai citra (brand) berbagai produk hasil petani, peternak, nelayan Nusantara. Madu hasil panen masyarakat Dayak di Meratus, kopi dari luwak liar Sumatera Utara, panganan olahan dari hasil laut ibu-ibu di pesisir, berbagai produk olah dari pisang uter sampai beragam produk tepung dan makanan dari umbi umbian. Seluruhnya membuktikan betapa kayanya Nusantara ini. Setiap produk bebas konflik dan bersama-sama mendorong semangat melawan ketidakadilan yang semata didasari oleh prinsip kapital-ekonomi. Setiap petani, peternak, nelayan, atau disebut produsen dapat menggunakan citra O Balihara. Cukup mengunduh template yang dibutuhkan dan memproduksinya sebagai kemasan. Teman-teman di kota-kota besar yang memiliki semangat sama akan mendistribusikan, mempromosikan, dan memesan kembali, langsung ke produsen, bila produk yang ditawarkan dapat memberi keuntungan bersama. O Balihara adalah citra (brand) produk hasil memelihara negeri Nusantara.

Bhinneka Itu Indonesia

Bhinneka Itu Indonesia adalah sebuah gerakan dan ajakan bersama masyarakat untuk merayakaan kebhinnekaan. Berkolaborasi dengan Komisi Nasional anti Kekerasan Terhadap Perempuan, aikon menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pameran, pagelaran musik, penempelan poster, pembuatan mural, dan segala bentuk aktivitas lain yang dilakukan baik secara mandiri maupun merupakan hasil kolaborasi banyak pihak untuk ikut serta mendorong toleransi di tengah pluralisme bangsa, sebab tanpa bineka tak mungkin Indonesia.

Pése

Pése bermakna ‘rasa kemanusiaan adil beradab, yang menyalakan semangat rela berkorban’. Makna ini yang menjadi etos budaya gerakan Membangkitkan Pemahaman Wawasan Budaya Bahari yang sejak September 2017 digagas-kawal oleh Yayasan Pikir Buat Nusantara. Gerakan refleksi diri bahwa sejatinya bangsa Indonesia adalah pewaris peradaban bahari, yang harus terwujud dalam watak-laku warga negara dan segala tindak yang meliputi upaya membangun negeri. Wawasan budaya bahari bukanlah akhir atau konsep yang dapat dipergunakan seperti obat mujarab, melainkan alun gelombang proses perwujudan gugus pengetahuan budaya yang ombaknya terus membesar menggelora, semakin menajam dan semakin memberdayakan kita di dalam menghadapi tantangan paradigma kebudayaan sebagai haluan pembangunan, dengan segala masalah lingkungan alam berikut perubahan iklim global. Proses ini berjalan perlahan dan rentan terhadap pengulangan tema dan persoalan. Namun, proses ini begitu penting untuk menjamin hari esok yang lebih baik bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, proses pengembangan pengetahuan budaya bahari secara terus-menerus hingga memperluas dan sekaligus memperdalam wawasan budaya bahari perlu dilembagakan. Untuk menuju pelembagaan gerakan bangkit pemahaman wawasan inilah pusaka adat-adab bahari Indonesia harus jadi warisan yang tertanam mendarah-daging dan digunakan untuk memahami lingkungan serta menjadi pedoman laku sosial yang perlu menerus diingatkan kepada segenap anak negeri. Gerakan Pése dengan kegiatan bangkitkan wawasan budaya bahari ini telah diinisiai oleh komunitas, dimulai dari Kepulauan Seribu, Jakarta per September 2017, dan diharapkan akan menjadi gerakan nasional.

Leave a Reply

Close Menu