Poster Kereta Api di Inggris

1997_akhir September_Edisi 077_bahas:
Poster Kereta Api di Inggris

Pada abad 19, sebelum iklan merambah media elektronik, poster merupakan pilihan untuk berpromosi yang efektif. Para desainer handal banjir pesanan dari berbagai perusahaan, termasuk  dari perusahaan kereta api Inggris. Begitu berperannya poster dalam menunjang perkembangan sarana transportasi ini sampai poster tersebut jadi karya seni yang dikoleksi oleh museum.

Dua abad lalu, jaringan kereta api Inggris tengah mengalami perkembangan pesat, walaupun pengorganisasiannya masih dianggap belum maksimal. Pembangunan jalur dan pengoperasian kereta api yang ditangani oleh swasta sering kali tumpang tindih. Kondisi ini diperburuk dengan persaingan yang tidak sehat antar perusahaan yang jumlahnya lebih dari 100.

Lapas dari masa depresi ekonomi tahun 1930, perkeretaapian Inggris memasuki era baru yang ditandai dengan munculnya Sunny South Express, kereta api di Jalur wisata yang mengangkut pelancong dari kota-kota di Utara menuju pantai Selatan. Pada saat itulah perusahaan kereta api mulai melirik poster untuk memprosmosikan jasa mereka.

Sebenarnya poster keluaran perusahaan kereta api bukan barang baru, karena telah muncul sejak khir abad 19, terutama untuk memproduksikan jalur wisata. Namun, pada saat itu tampilan poster masih sangat sederhana, tidak lebih dari sekedar kertas pengumuman. Baru setelah adanya perkembangan lithography warna, penampilan poster pun turut berubah. Tapi itupun belum berhasil membuat poster yang baik. Seringkali informasi yang ingin disampaikan begitu banyak sehingga memenuhi seluruh bidang poster dan studi untuk dicerna pembaca.

Setelah industri periklanan makin professional, poster-poster layanan kereta api pun menjadi lebih baik. Salah satu orang periklanan yang cukup berpengaruh dalam promosi ini adalah Frank Pick dari “Underground Group” di London. Namanya tambah melambung pada tahun 1908 ketika ia dinilai berhasil memperbaiki citra perusahaan kereta api London and North Eastern Railway (LNER). Kebolehan Frank Pick tidak hanya terletak pada kecermatannya dalam menyampaikan informasi, tapi juga pada penataan poster di stasiun yng begitu menyita perhatian masyarakat. Di tahun yang sama, keterlibatan seniman dari Underground group di dunia periklanan makin diperhitungkan, bahkan mereka sempat menjadi patron. Mereka berani menciptakan tipografi baru untuk poster-poster yang mereka rancang dan menerbitkan iklan serial. Hasil dari gebrakan ini melahirkan predikat baru bagi Underground Group yaitu sebagai gerakan reformasi dalam periklanan

Poster Great Western Railway
Awalnya rancangan poster Great Western Railway (GWR) dianggap sangat tidak menarik. Salah satu contohnya adalah poster keluaran bulan Februari 1923, yang hendak mempromosikan Cornwall sebagai daerah tujuan wisata yang sangat cocok untuk liburan musim dingin, tapi apa yang ditampilkan dalam poster tersebut tidak lebih dari sekedar ajakan bagi para pelancong untuk berenang disana. Disinyalir,poster tersebut tidak berhail “menjual”  layanan GWR. Sekalipun demikian, Gwr sangat lambat mengantisipasi kelemahan penampilan poster-posternya. Hal ini disebabkan karena mereka lebih mengandalkan promosi melalui buku-buku saku seperti “a railway book for boys all ges” atau iklan di surat kabar. Tetapi sikap itu kemudian berubah pada tahun 1930’an, sejak Keith Grand menawarkan desain poster yang baru. Ia mengajak para perancang untuk membuat poster GWR yang khas. Dari usahanya tersebut pada tahun 1936 muncul karya Ronald Lampitt berupa poster bergaya mosaic yang sangat disukai masyarakat. Selain itu, lahir juga karya Charles Mayo yang terkenal dengan ungkapan “speed to west” menyertai sosok lokomotif kelas raja pada rangkaian kereta liburan. Karya Mayo lainnya adalah poster berseri “This England of Ours” yang menampilkan keindahan bangunan dan pemandangan di kawasan Inggris.

Poster Southern Railway!
Perusahaan kereta api ini dianggap paling banyak memproduksi poster-poster berkualiatas nomor 1. Namun di tahun 1924, Shouthern Railway mendapat banyak kritik atas pelayanannya di jalur pedesaan yang selalu penuh sesak dan gerbong jelek. Perusahaan inipun mengadakan perbaikan, namun belum mendapat tanggapan ulang karena tidak adanya publikasi. Akhirnya, Southern Railway menggandeng underground Group yang diketuai Lord Ashfield untuk menerbitkan iklan kampanye di majalah dan surat kabar. Selain itu, serial poster “progress” yang menggambarkan modernisasi kereta api Southern Railway mampu menangkal kritik dan mengembalikan kerpercayaan publik.

Poster London Midland and Ccottish Railway
Poster pertama perusahaan London Midland and Ccottish Railway (LMS) ini adalah “Sweet Rothesay Bay” kemudian disusul poster-poster yang menampilkan slogan-slogan seperti “the best way”. Untuk menaikkan mutu posternya, LMS mengambil seniman dari Royal Academy untuk merancang. Ide ini diajukan oleh Norman Wilkinson yang sangat percaya bahwa seni murni bisa digabung dengan seni komersial. Dengan mengambil seniman dari Royal Acadmic, yang belum pernah membuat poster, Wilkinson mengharapkan lahir sesuatu yang baru. Kemudian ia mnegajak 18 seniman Royal Academic untuk rancangan poster LMS dengan bayaran 100 pound per orang ditambah royalty untuk masing-masing karya yang dipakai. Eksperimen Wilkinson ternyata membuahkan hasil yang baik. Berbagai poster yang artistic berhasil menjadi tombak promosi LMS. Norman Wilkinson sendiri bukanlah pendatang baru di dunia rancang poster. Di tahun 1905, dia sudah membuat poster yang sangat mempesona, dengan tata huruf sederhana, kecil, minimal dan menempatkan gambar sebagai elemen utama.

Poster London and North Eastern Railway (LNER)
Pada awalnya, London and North Eastern (LNER) lebih mengandalkan promisinya melalui surat kabar. Baru setelah pada bulan Februari 1923 William Teasdale ditunjuk sebagai manager periklanan perusahaan ini, poster pun mulai dilirik. Teasdle sendiri, punya reputasi baik sebagai penggarap dan penata poster. Matanya pun jeli memilih karya-karya poster yang tidak saja artistic tapi sekaligus memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk menggenjot promosi LNER, pada bulan Desember 1926, Teasdale tidak tanggung-tanggung menghabiskan dana sekitar 1000 pound untuk 5 seniman yang akan menggarap poster LNER. Karena dianggap berhasil, kontak kelima seniman tersebut diperpanjang selama 3 tahun. Tentu saja bayaran kepada para perancang poster itu pun turut melambung. Seorang seniman bernama Taylor, misalnya, mendapat bayaran 100 pound untuk setiap poster berukuran 50 x 40 inch.

Tahun 1927, para seniman LNER sepakat untuk membuat poster yang lebih seragam, baik dari segi pemakaian huruf maupun pemakaian logo LNER. Usaha mereka disambut dengan pemesanan jenis huruf baru oleh LNER kepada Eric Gill pad tahun 1929. Jenis huruf inilah yang kemudian banyak pula dipakai oleh perusahaan kereta api lainnya untuk berpromosi di media cetak.

Pecahnya Perang Dunia II menyebabkan hilangnya kesempatan poster untuk tampil di tempat-tempat umum.Papan-papan pengumuman pada saat itu dibersihkan dari segala tempelan media publikasi. Namun , masih ada poster-poster yang dipertahannkan, agar wajah stasiun tidak terlalu sepi. Semakin mendekati masa pertempuran besar, poster-poster yang sering muncul malah dipenuhi slogan-slogan seperti “Is your Journey necessary?” atau “The Signal is against holiday travel”.

Leave a Reply

Close Menu