PLASTIK, pakailah dengan bijak !!

1996_mula November _Edisi 056_peduli:
PLASTIK, pakailah dengan bijak !!

Ketika seorang ahli kimia asal Belgia, Leo Baekeland, tahun 1907 berhasil menciptakan 100% plastik sintetis, ia tidak hanya berhasil menciptakan kotak radio,/tapi juga peradaban benda-benda kedap air, anti akrat, ringan, praktis, murah dan tahan lama. Sayangnya PLASTIK SINTESIS ternyata TERLALU LAMA hingga ALAM memerlukan waktu RATUSAN TAHUN untuk menghancurkannya.

Tapi kita nampaknya tidak bisa memungkiri bahwa sampai saat ini kita membutuhkan plastik. Kantong, wadah, peralatan rumah tangga, bahkan bunga terbuat dari plastik. Plastik memang diciptakan untuk mempermudah hidup manusia, bukan untuk dihindari. Masalahnya, kita harus bijak menggunakannya, agar bumi tidak menderita oleh timbunan sampah plastik yang semakin menggunung.

Daur ulang plastik
Daur ulang merupakan salah satu cara untuk mengurangi pencemaran sampah plastik, selain untuk menghemat sumber daya alam (salah satu bahan dasar plastik adalah minyak bumi). Saat ini sudah ada beberapa tempat di Jakarta yang melakukan daur ulang plastik, misalnya di daerah Kapuk Muara. Di tempat ini, palstik yang dikumpulkan oleh para pemulung didaur untuk kemudian dibuat ember, gantungan pakaian, dan berbagai produk lainnya.

Karena kita sudah mampu melakukan daur ulang plastik, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu kelancaran proses ini, misalnya dengan memilah sampah. Dengan demikian, plastik bekas tidak akan tercampur dengan sampah lain dan kerja pemulung akan menjadi lebih mudah.

Setelah tahap pilah sampah menjadi kebiasaan, ada hal lain yang dapat kita lakukan berikutnya, yaitu memilah plastik berdasarkan jenisnya.

Untuk sampai berpartisipasi pada proses ini, kita (sebagai konsumen) tidak dapat bergerak sendiri, diperlukan keikutsertaan para produsen untuk selalu menerapkan kode jenis plastik di setiap kemasan produk mereka. Perlu diketahui, ada sekitar 50 jenis plastik yang biasa kita gunakan untuk berbagai kebutuhan. Enam jenis di antaranya, yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, dan Ps (dengan kode 1-6), adalah plastik yang paling umum dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila kita akan mendaur ulang palstik, harus dapat dipastikan bahwa setiap jenis plastik tidak tercampur satu dengan yang lainnya. Karena itu bila setiap produsen telah mencantumkan kode (1-6 untuk yang dpat didaur ulang, dan 7 untuk plastik yang tidak dapat didaur ulang)  dan konsumen telah terbiasa untuk memilih plastik berdasarkan jenisnya, proses daur ulang akan semakin mudah dan penderitaan alam pun semakin berkurang.

Sumber : recycled hand book. Green encyclopedia

Leave a Reply

Close Menu