peta

1997_awal Maret_Edisi 064_bahas:
peta

“Banyak jalan menuju Roma”…siapa nyana ungkapan kondang tersebut muncul dari sebuah peta. Ceritanya, para peziarah yng berdatangan ke Roma, dengan berjalan kaki atau berkereta, telah membuat berbagaia rute terbaik dari kediaman mereka menuju kota tersebut. Prototipe dari peta yang membuat berbagai jalur peziarah ini kemudian dikembangkan oleh Erhard Etzlaud of Nuremberg, yang kemungkinan besar dibuat untuk para peziarah yang akan menghadiri misa suci pada tahun 1500.

Kisah tentang Peta, nampaknya sepanjang jalur yang digambarkannya. Kisah pembuatannya dapat ditelusuri paling tidak sampai tanggal 3 Mei 496 SM! Dan, kalau dipeta sering kita lihat garis-garis yang menandakan adanya jalan, ternyata tanda itu pun telah dikenal dari sekitar 700 tahun yang lalu. Tidak hanya itu, jauh sebelum para Indian di kawasan Utara Amerika “berkenalan” dengan bangsa Eropa mereka telah mengenal apa yang kita sebut peta. Mereka menorehkan jalur-jalur tertentu di kulit pohon sebagai “pesan” untuk pemakai jalan berikutnya. Peta semacam itu ditemukan pada tahun 1814 oleh seorang kapten dari kerajaan Inggris di kawasan Sungai Ottawa. Peta tersebut menggambarkan dua orang tengah mendayung kano dan lokasi pemukiman yang digambarkan dengan symbol segitiga (diambil dari bentuk tenda mereka, “tepee”). Peta tersebut kemudian dikirim ke Inggris dengan selembar pesan yang antara lain berbunyi: “…..ternyata betapa kecil upaya yang diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenain strategi militer yang berguna, bahkan manusia primitive pun telah dapat membuat perencanaan yang begitu jelas (mudah dimengerti)”

Beberapa Kegunaan Peta

  1. Penunjuk arah ketika berpergian
  2. Mengetahui sumber daya alam
  3. Merencanakan pembangunan
  4. Merencanakan strategi militer
  5. Menjadi bukti dalam sengketa batas wilayah
  6. Mengetahui cuaca di suatu daerah

Peta Jual-Beli Tanah: 3 Mei 496 SM

Pada sebuah tablet keramik tertera informasi, yang ditulis dalam bentuk torehan, mengenai transaksi jual beli tanah pada tanggal 3 Mei 496 SM di kawasan Babilonia. Disebutkan, bahwa pemilik tanah tersebut, yang bernama Bel-ittanu, telah menjual tanahnya kepada tetangganya, yang bernama Bitanu. Selain itu, dalam artefak tersebut diperoleh pula gambaran rinci mengenai berbagai hal, seperti kepemilikan dan dimensi dari tanah yang dijual. Bahkan, masih pula ditambahkan informasi mengenai jumlah bibit gandum yang dapat ditanam di tanah tersebut.

Dari gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pada masa itu, masyarakat kawasan Babilonia telah mengenal kepemilikan tanah pribadi. Dan tidak hanya itu, bangsa Babilonia pun kemudian dikenal sebagai pencipta peta tertua.

Reproduksi Peta di Djogja

Dimana membuatnya?
Untuk wilayah Djogjakarta, laboratorium Fakultas Geografi UGM merupakan referensi utama. Sedang untuk urusan reproduksi peta, Pak Parman jagonya. Kira-kira begini uraiannya.

Mulanya adalah klise negative dari peta induk. Kemudian untuk memisahkan warna mulailah melakukan proses blue guide yaitu mengggambar ulang untuk menyusun teks yang akan ditempel sesuai lokasi dipeta induk. Sekali lagi tempelan ini dijadikan negatif, lalu digaraplah area dengan peel take, misalnya area sawah, kebun, hutan dll. Gambar negative tersebut kemudian disusun kembali menjadi positif, untuk selanjutnya diakhiri dengan proses cetak.

Sekarang bagaimana kalau ingin membuat peta baru?
Menurut Pak Sukoco Kartografi, modal utamanya adalah peta dasar. Berdasarkan peta dasar ini, dibuatlah pengukuran. Bisa juga melalui data statistic mengenai satu daerah, atau dengan foto udara. Setelah bahan terkumpul maka dibuatlah suatu manuskrip dengan skala yang telah ditentukan, baru kemudian peta memasuki proses cetak dan selesai.

Beberapa Jenis Peta
Ada 3 jenis peta yang digunakan dalam geografi dan ilmu perencanaan, yaitu:

  • Choropleth, biasa digunakan berupa angka menggambarkan citra, baik berupa angka atau huruf. Setiap area yang digambarkan mewakili kategori dan tingkat yang berbeda.
  • Dot, biasa digunakan hanya untuk menggambarkan citra angka seperti populasi atau produksi pangan.
  • Isopleth, biasa digunakan untuk menggambarkan nilai urutan pola atau arah gejala dari suatu area.

Tahu/Tidak?

  • Peta topografi tertua yang diketahui berupa tablet tanah liat dari kawasan Nuzi, Timur laut Iraq yang diperkirakan dibuat pada abad ke-3 SM
  • Abad 14 Sm, bangsa Mesir membuat peta tentang batas-batas tanah hak milik yang digunakan untuk penarikan pajak
  • Antara abad 15 – 17, kemajuan dalam ilmu pemetaan berkembang pesat sejalan dengan munculnya para penjelajah seperti Christoper Columbus, Ferdinand Magellan, dan John Cabot.
  • Pada tahun 1570, martin Wald Seemuller mempersiapkan peta yang pertama kalinya memunculkan nama Amerika.
  • Peta-peta dekoratif diciptakan oleh Saason pada abad 17
  • Peta khusus untuk penerbangn pertama kali dipublikasikan di Jerman pada tahun 1909.
  • Baru setelah menghabiskan waktu selama 23 tahun dan menelan biaya AUS$ 425 million pemerintah Australia mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membuat peta seluruh daratan benua kangguru itu untuk pertama kalinya…dan pengumuman itu baru dilakukan pada tanggal 16 Desember 1988!
  • Pada tahun 1883, seorang veteran Perang Sipil bernama John Wesley Powell, mulai melakukan usaha untuk mengukur seluruh daratan Amerika Serikat serinci mungkin. Sayanganya, usahanya itu tidak akan dapat diselesaikan sampai akhir abad sekalipun. Pada tahun1983, US Geological Survey telah merampungkan 82% pengukuran seluruh negeri dengan skala 1 : 2.000 feet (25mm : 7,6 meter), dua kali lebih rinci dari peta yang dibuat oleh Powell. Untuk itu, badan ini mempekerjakan 1.850 orang, yang setiap saat berkata “hanya negara sekaya negara kita yang dapat menghasilkan peta sejelek ini”
  • Pada tahun 1913, Charles Trowbridge, pencetus konsep “peta mental”, menyatakan bahwa sebagian orang memiliki orientasi ruang yang sangat baik. Mereka dapat mengenal seluk-beluk sebah kota, sementara orang lain merasa kehilangan. Menurut Trowbridge, mereka menggunakan “peta imajiner” dalma benak mereka, yang berpusat pada letak tempat tinggal mereka. Ia menyarankan cara seperti ini dijarkan kepada para murid di sekolah.

Peta National Geographic = Kunci Kemenangan Sekutu

Tidak ada yang meragukan keunggulan divisi kartografi majalah national Geographic, termasuk mantan presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt. Bahkan di tangannya, peta dari majalah, yang pada masa itu saja telah mempunyai pelanggan sekitar 1.2 juta orang, menjadi salah saru penentu kemenangan tentara sekutu pada Perang Dunia II.

Dalam siaran radionya pada tanggal 23 Februari 1942, FDR membuka salah saru rahasia strategi perangnya: “Follow with me the references which I shall make to the world encircling battle lines of this war.” Dan, yang dimaksud dengan “references” tersebut adalah peta yang menjadi sisipan di National Geographic edisi Desember 1941., FDR tidak berhasil menemukan letak sebuah pulau kecil dekat Pulau Kalimantan di koleksi peta milik Gedung Putih. Lalu, ia mengirim utusannya ke kantor National Geographic Society (NGS) yang berbeda 5 blok dari Gedung Putih. Ternyata, langkah FDR sangat tepat, utusannya berhasil menemukan letak pulau tersebut.

Sumber:

  • Ensiklopedia nasional Indoneisa, jilid13. PT. Cipta Adi Pustaka, 1990.
  • The History of Topographical Maps, P.D.A Harvey, Thames and Hudson, 1980.
  • Landscape Planning William M.Marsh, John Willey and Sons, 1983.
  • Book Of Firtsts, Melvin Harris, ITN
  • The Book Of Curious Facts, John May, Collins and Brown
  • What Use is A Map, The British Library, The British Library Board, 1989
  • Hasil wawancara dengan Gunther W.Holtorf
  • National Geographic, Vol. 187, No. 5 May 1995
  • Kompas, Kamis, 28 November 1991
  • Wawancara dnegan Bapak Parman (Lab. Reproduksi Peta Fak. Geografi UGM) dan Bapak Sukoco (Dosen Kartografi Fak. Geografi UGM)

 

Leave a Reply

Close Menu