Perkembangan Rumah Eks Perkebunan Karet di Karawaci

Siaran Pers

Dengan ini disampaikan perkembangan sehubungan dengan upaya Warga Peduli Bangunan Tua (Walibatu) untuk mempertahankan Rumah Eks Perkebunan Karet di Karawaci sebagai situs bersejarah:

• Upaya meminta perhatian pemerintah kota (pemkot) Tangerang, yang dilakukan dengan mengirimkan surat ke Bapak Walikota Tangerang, tidak mendapatkan respon yang memadai.
• Sejumlah media cetak dan elektronik telah meminta perhatian berbagai kalangan supaya dilakukan penyelamatan terhadap Rumah Eks Perkebunan Karet di Karawaci, Tangerang (daftar judul dan media terlampir).
• Audiensi dengan pemilik rumah dan lahan untuk mencari kemungkinan penyelamatan Rumah Eks Perkebunan Karet di Karawaci, Tangerang, tidak dapat dilakukan. Dari upaya komunikasi melalui kontak dengan pihak penghubung, diperoleh keterangan bahwa pemilik rumah/lahan telah menjual lahan kepada pihak lain dan tidak mungkin diadakan pertemuan untuk membicarakan penjualan kembali.
• Di tengah pembongkaran bagian-bagian bangunan rumah bergaya Cina (sisi yang menghadap kali Cisadane), diperoleh kabar adanya pihak yang hendak menyelamatkan sisa-sisa bangunan tersebut. Walibatu bertemu dengan pihak ini dan mendapatkan keterangan bahwa pihak ini bermaksud menyelamatkan sisa-sisa bangunan tersebut untuk kemudian suatu hari kelak didirikan kembali di tempat yang lain.
• Upaya Walibatu untuk mempertahankan bangunan tersebut pada situs awalnya tidak bisa dilanjutkan. Pertama, didapat kabar, bahwa tanah sudah dibeli oleh pihak kedua yang telah melakukan pembayaran uang muka. Kedua, deadline untuk pembongkaran yang diberikan oleh pemilik lahan/rumah kepada pihak pembeli bangunan hanya sekitar 2 (dua) bulan. Ketiga, diperlukan biaya yang begitu besar untuk – seandainya – dilakukan pembelian lahan.
• Sebagai bentuk private initiative, pihak pembeli bangunan eks Rumah Eks Perkebunan Karet di Karawaci, Tangerang telah memilih pihak yang dinilai secara profesional menguasai proses dismantling (pembongkaran, pelepasan), sehingga proses tersebut akan didahului oleh survei dan pemetaan serta pendokumentasian. Pihak pembeli bangunan berniat untuk mengumpulkan kembali bagian atau elemen-elemen rumah yang sebelumnya telah dijual kepada pihak lain, untuk dikumpulkan kembali.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Kiranya diperlukan usaha yang terus menerus untuk penyelamatan banguan tua & bersejarah. Hal itu dapat dilakukan dengan membuat satu unit percontohan, di mana bangunan tua & bersejarah dapat tetap terpelihara karena mengikutsertakan ekosistem sosial dan ekonomi. Dengan mengikutsertakan aspek sosial & ekonomi, maka banguan tua & bersejarah tidak semata-mata hanya dikaitkan dengan aspek kultural dan kesejarahan, yang biasanya dipandang tidak menghasilkan nilai tambah sosial & ekonomi – suatu hal yang kerap menjadi alasan pembongkaran bangunan tua & bersejarah.

Tentang Walibatu
WALIBATU adalah forum cair dimana terhimpun warga yang menaruh kepedulian terhadap pelestarian bangunan tua, dengan partisipan dari beragam profesi dan usia.

Kontak Person: Yoanata, HP 08159958115.
Alamat: d/a Jl. Kemang Selatan XII A No. 18, Jakarta Selatan.
Fax: 021.759.10687
Alamat Email: walibatu@yahoo.com.
Mailing list: walibatu@yahoogroups.com

Dirilis pada 24 Desember 2008

Kliping Berita:
1. Gedung Tua di Tangerang Dibongkar, Ong, Kompas, 4 Desember 2008.
2. Unprotected Chinese, Indisch Buildings Razed in Tangerang, Mariani Dewi, The Jakarta Post, 7 Desember 2008
3. Sebelum Tinggal Puing, Silvia Galikino, Jurnal Nasional, 7 Desember 2008
4. Tangerang Belum Punya Perda Cagar Budaya, Pembongkaran Rumah ‘Si Pitung’ di Karawaci, Cel, Warta Kota, 6 Desember 2008.
5. Rumah Tuan Tanah yang Hampir Punah, David Christian, Corysha FP Akmalsyah, Media Indonesia, 5 Desember 2008.
6. Public Want Houses Saved, Govt Shrugs, Mariani Dewi dan Multa Fidrus, The Jakarta Post, 10 Desember 2008.
7. Daerah Harus Punya Penilik Kebudayaan, Sidik Pramono, Media Indoensia, 9 Desember 2008.
8. Stop Pembongkaran! Rumah Tua Perkebunan Karet Karawaci, Pra, Warta Kota, 11 Desember 2008.
9. Petition Signed to Save Heritage Buildings, Mariani Dewi, The Jakarta Post, 11 Desember 2008.
10. Rumah Perkebunan Karet Terancam Dibongkar, Fokus Pagi Indosiar, 17 Desember 2008.
11. Petisi untuk Selamatkan Jejak Sejarah, Media Indonesia, Corysha FP Akmalsyah, 13 Desember 2008.
12. Ketika Waktu dan Pilihan Menipis, Silvia Galikano, Jurnal Nasional,14 Desember 2008.
13. Berita Rumah Karawaci, Radio CVC, sebuah radio Australia berbahasa Indonesia (www.cvc.tv) yang siarannya dapat didengar melalui streaming internet di www.cvc.tv, radio gelombang SW, dan dipancarkan oleh 20 radio dari Aceh sampai Papua, 10 Desember 2008.
14. Periskop Metro TV, 17 Desember 2008.

Leave a Reply

Close Menu