Perjalanan untuk konversi masih panjang.. :)

30 Januari 2014. Sehari sebelum tahun baru imlek. Pak Kinong mendapat hadiah dari Pak Hardy berupa senter berlampu LED dan lampu darurat DIY untuk penerangan saat banjir. Terima kasih juga pada pak Hardy yang telah membantu membetulkan dua charger biobemo.. sangat berarti bagi kami.

Hari ini pun Pak Kinong menyelesaikan pembuatan rak-rak buku di bak kayu si oren. Tiga rak alumunium yang dibuat oleh pengrajin kompor Dewi Sartika telah terpasang mantap di rangka kap Bajaj yang telah dimodifikasi. Selanjutnya, pak Taqim, ahli pembuat ‘bekleding’ akan perlu diundang untuk mulai membuat kap penutupnya.

Kemarin ini, pak Kinong menukar si pinki dengan bemo biru trayek Benhil milik Adi. Bemo biru itu kemudian ditukar lagi dengan bemo biru lain yang kondisi badannya full-dempul dan bergelombang. Kami pikir, sayang bila badan bemo pink yang mulus itu ‘dibedah’ demi ‘program diet’, demi pengurangan bobot, jadi penukaran-penukaran itu terjadi.

Al hasil, kami perlu ‘mulai lagi dari nol’, namun memiliki uang tunai Rp 2 juta untuk biaya ‘penggarapan’ yang dibutuhkan..

Dinamo DC yang dibeli dari Joddy telah tersambung dengan transmisi bemo. Kami mencoba memadupadankan mereka ke tempat asli mesin.

Perjalanan untuk konversi masih panjang.. 🙂

O ya.. terima kasih pak Junardi dan pak Ongko untuk informasi alat penghitung pemakaian listrik. Segera bisa mengukur ‘pengeluaran real’ nih.. 🙂

Leave a Reply

Close Menu