Perdamaian di mulai dari Kampung

2001_Juli_Edisi 126_Sekitar Kita:
Perdamaian di mulai dari Kampung
Ade Tanesia

Selain keluarga, basis perumbuhan seseorang adalah kampung, lingkungan seosialnya yang paling awal. Kesadaran inilah yang paling awal. Kesadaran inilah yang menjdi dasar bagi Yayasan Anak Wayang untuk menyelenggarakan pertunjukan Kabaret (Persahabatan Anak Kampung) pada tanggal 21-22 Juli 2001 di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta.

Sangat beralasan jika Anak Wayang memilih kampung sebagai basis kegiatannya, karena karakter dasar dari kota Yogyakarta adalah kampung besar yang masih kuat dengan hubungan sosial khas kampung. “Kampung adalah tempat pertama seorang anak belajar interaksi sosial. Itulah alasannya kami ingin berkonsentrasi pada anak-anak di kampung perkotaan. Bagaimana pun mereka juga punya persoalan, misalnya terjadi penyempitan ruang bermain karena kepadatan kota. Sehingga mereka tetap perlu diberikan ajang kreasi”, ujar Sigit Gembong dari Yayasan Anak Wayang.

Yayasan Anak Wayang yang didirikan pada tahun 1998 ini memang berawal dari kampung Mergansari di pusat kota Yogyakarta. Di kediaman Ki Sukasman Wayang Ukur, Sigit Gembong sering memperhatikan anak-anak yang bermain di halaman. Lalu ia berniat untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada mereka. Selanjutnya, terlihat bahwa anak-anak itu juga gemar menggambar, sehingga akhirya Sigit beserta Aji dari Institut Seni Indonesia menggagas sebuah festival kartu pos bertema “kartu pos perdamaian” yang melibatkan anak-anak dari 25 sekolah. Kemudian kartu pos dan poster perdaman itu dipamerkan di sekolah-sekolah. “Dari perjalanannya sendiri, akhirnya kami menemukan visi utama yaitu pendidikan dan budaya perdamaian yang ditanamkan sejak anak-anak”, tegas Sigit Gembong. Dalam waktu tiga tahun, cukup banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh Anak Wayang, seperti pentas teater, dan pem-buatan film “Jadi Satria” dengan durasi 35 menit yang pernah memenangkan juara II Festival Film Independen yang didirikan oleh Konfiden di Jakarta. Soal anak, kebanyakan lembaga lebih memperhatikan anak jalanan. Itu penting, tapi bukan berarti anak-anak di kampung tidak penting. Bukankah setiap anak bangsa ini adalah harta berharga yang perlu dibimbing untuk mengahargai perbedaan dan mencintai perdamaian? “Ini tugas kita bersama”, ujar Sigit menutup pembicaraan.

Yayasan Anak Wayang
Jl. Mergangsan Kidul MG III/1308
Yogyakarta. T: 0274-413827
Kontak: Sigit Gembong & Aji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *