Penyederhaan Pesan

1997_akhir Juli_Edisi 071_pilihan:
Penyederhaan Pesan

Sudah menjadi kodrat bagi televisi untuk harus menyampaikan pesan dengan cara yang sangat sederhana. Karena sifat televisi yang transitory (pesan melintas), maka pesan pun harus mudah dipahami dalam sekilas dan dengan jenjang konsentrasi yang tidak setinggi membaca. Dan, karena begtiu sederhana, dengan idiom gambar yang sangat universal, tayangan untuk orang dewasa pun mudah dipahami oleh anak-anak.

Rendahnya keinginan anak-anak untuk mengakses informasi dari media lain menjadikan televisi sebagai satu-satunya pilihan yang dapat memuaskan banyak keingintahuan mereka. Mereka jadi enggan membaca, sekalipun bacaan yang sarat gambar seperti halnya komik. Malah, eksodus pembaca buku ke televisi sebagai satu-satunya pilihan yang dapat memuaskan banyak keingintahuan mereka. Pasalnya, mereka telah terbiasa mencerna idiom gambar dengan sedikit tulisan sehingga dengan menonton televisi mereka lebih terbantu untuk memperjelas imajinasi.

Dengan segala kelebihan tersebut, tidak mengherankan bila anak-anak betah menghabiskan 22-26 jam waktu mereka per minggu di depan pesawat televisi. Padahal, dengan kenyataan bahwa acara televisi khusus anak-anak hanya tersedia 4,6 jam per minggu, berarti mereka lebih banyak menonton tayangan yang bukan untuk mereka alias untuk orang dewasa. Di Amerika, sebuah penelitian mengatakan bahwa sampai kelas enam, anak-anak Amerika telah menonton paling tidak 100.000 tindak kekerasan yang didramatisasi. Dan sebelum menginjak usia 18 tahun, mereka telah menyaksikan 20.000 adegan pembunuhan. Dengan segala pesonanya, sejak usia dini hingga tamat SMU, televisi telah menyita sekitar 22.000 jam waktu yang dimiliki anak-anak Amerika.

Televisi menjadi terlalu menggoda untuk tidak ditonton. Akibatnya, bisa macam-macam. Mulai dari perilaku meniru idola (seperti meloncat dari balkon untuk meniru Superman) sampei terinspirasi untuk membuat dekor video klip. Mulai dari gejala obesitas (karena tidak melakukan kegitan lain selain menonton tv sembari “ngemil”) sampai menurunnya minat baca.

Sekalipun tidak pernah ada yang dapat membuktikan, televisi telah dituding sebagai pemicu sikap agresif atau beberapa sikap buruk lainnya. Banyak yang percaya bahwa anak-anak masa kini dan masa depan adalah anak-anak yang terbentuk dalam lingkungan televisi. Artinya, hak anak-anak untuk mendapat kualitas acara televisi yang baik dan sepadan adalah sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan lagi, bila tidak bisa disebut sebuah kebutuhan mendesak.

Dalam KTT-1 tentang Anak dan TV tahun 1995 di Melbourne, Australia, Moira Rayner dari Former Equal Opportunity Commissioner-Australia  menyebutkan bahwa anak-anak dibombardir oleh media massa dengan berbagai gagasan, pesan, suara, dan imajinasi. “Sebagai media komunikasi satu arah, tentu saja anak-anak tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka harus menerima apa adanya. Apalagi berbagai pesan itu datang bertubi-tubi dan terlalu cepat. Berbagai aturan pun berubah cepat Anak-anak dirangrasang berbagai hal. Kita pun menjadi takut,” papar Moira Rayner. Senada dengan Moira, Anna Home (Kepala Program Anak-Anak untuk BBC) menekankan perlunya memberikan hak-hak anak dalam “menikmati” media. Hak-hak anak itu antara lain adalah kualitas siaran yang berguna untuk kepribadiannya, mempunyai unsur hiburan, dan merangsang daya nalar.

Namun, membuat acara anak-anak lebih mudah dibicarakan dari pada dibuat. Sebut saja untuk membuat tayangan sekualitas Si Unyil, pasti biayanya lebih mahal dari pada membeli film impor seperti Candy-Candy, Dora Emon, atau Cesper and His Friends. Bandingkan, untuk produk lokal dengan jam tayang 30 menit paling tidak harus dikeluarkan biaya Rp. 20 juta – Rp. 30 juta. Padahal, untuk membeli sebuah film impor, yang hampir pasti akan digemari, stasiun televisi hanya perlu merogoh kantung antara US$ 500 sampai US$ 700 saja. Namun, tentu saja mesalahnya tidak hanya di besarnya biaya. Ketika uang tidak lagi menjadi masalah, kita masih harus bertanya, apakah kita mampu membuat konsep acara anak-anak yang baik?

Leave a Reply

Close Menu