Pentas Teater Durna Rumangsa

Dipentaskan oleh Teater Tetas di Gedung Kesenian Jakarta.

Orang boleh berbuat salah. Tapi sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan seorang guru bangsa, akan terlalu besar akibatnya.

Bahkan Durna, guru bangsa yang kontroversial itu, tercenung melihat kondisi bangsa yang semakin carut-marut. Menyaksikan tata nilai semakin tumpang-tindih, manusia lebih menuruti naluri daripada nurani, ia bertanya-tanya, kalau-kalau ada perannya yang ikut melantarkan situasi tersebut. Ia pun mencoba mawas diri, merenungkan kembali perjalananan hidupnya.

Jika seorang Durna pun berani melakukan introspeksi atas perbuatannya, apakah para pemuka masyarakat, petinggi negara, cendekiawan, ulama dan aulia — serta mereka yang dalam kapasitas masing-masing bisa disebut sebagai guru bangsa — berani melakukan tindakan yang sama? Pertanyaan ini menjadi penting ketika suatu bangsa berniat untuk memperbaiki negerinya.

Pentas “Durna Rumangsa”, yang ditulis dan disutradarai oleh Ags. Arya Dipayana, merupakan ajakan untuk mawas diri dalam upaya memperbaiki kualitas manusia maupun bangsa. Dikemas dalam nuansa yang segar dan menghibur, naskah ini akan dimainkan oleh  Teater Tetas di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada hari Rabu dan Kamis, 4-5 Agustus 2010, jam 20.00.

“Durna Rumangsa” akan dipentaskan dalam format semi kolosal dengan durasi 90 menit, didukung pemain-pemain Teater Tetas seperti Didi Hasyim, Meyke Vierna, Hari Prasetyo, Harris Syaus, dan banyak lagi. Bertindak sebagai Penata Musik adalah Nanang Hape, dengan mengusung musik kontemporer berbasis karawitan Jawa, didukung oleh Bianglala Voices. Tata Gerak dikerjakan oleh Wiwiek HW, dengan Tata Cahaya oleh Wardono.

Harga tanda masuk untuk pertunjukan ini adalah Rp. 50.000 dan Rp. 40.000 (balkon). Pemesanan tiket dapat dilakukan dengan menghubungi Gedung Kesenian Jakarta (Mulyono) di (021) 3808283, 3441892  atau Teater Tetas (Keke) di 0818858758.

Leave a Reply

Close Menu