Otok-Otok dan Bermain

Siaran Pers

Meruwat Pikiran Dengan Kesederhanaan

Depok, 7 Februari 2019 – Dikenal sebagai desainer, Enrico Halim tahun ini menggelar pameran tunggalnya di galerikertas. Ia menjadi seniman berpengalaman pertama yang membuka pameran di galerikertas di tahun 2019. Diberi judul, “Oom Otok-Otok Oom” Enrico Halim akan menampilkan mainan kapal otok-otok sebagai sebuah benda yang sudah popular di Indonesia sejak lama.

Menurut Enrico, ia  ingin menyampaikan pesan bahwa pikiran-pikiran dan kerja-kerja sederhana harus dikembalikan di dalam kepala kita.

“Meruwat pikiran dan hati dengan sesuatu yang remeh-temeh yang ada di sekitar kita. Memperhatikan sesuatu yang biasa diabaikan, bisa jadi sebuah kegiatan yang dibutuhkan untuk membongkar kesadaran palsu yang selama ini kita adopsi dengan lekat,” tutur Enrico.

Pameran “Oom Otok-Otok Oom” akan menggunakan kertas sebagai medium yang menampilkan pembesaran dari beragam aspek, detail dari mainan bermaterial kaleng itu. Dari berbagai pembesaran itu diharapkan kehadiran manusia pada mainan itu akan makin terasa.

“Selain sebagai medium, kertas ini akan dipertemukan dengan kawat dan komponen-komponen elektronika  atau material lain. Ini adalah kegiatan yang berangsur menghilang dari daftar kegiatan ekstrakuler pelajar sekolah menengah di Indonesia,” jelasnya.

Bagi Enrico, pameran “Oom Otok-Otok Oom” menyodorkan gagasan untuk saling menguatkan dalam perjalanan menuju revitalisasi – atau kematian – bersama.

Secara khusus, Seno Gumira Ajidarma (SGA), pengarang juga dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menanggapi karya-karya Enrico Halim sebagai pengembangan gagasan dari segala kemungkinan yang diberikan kapal otok-otok itu. Seno, memaknai bagaimana proses kreatif berlangsung sebagai bagian dari gejala kebudayaan yang berkelanjutan.

“Kapal-kapalan yang digagas oleh Enrico Halim “Oom Otok-Otok Oom” bukan lagi sebagai mainan kanak-kanak atau barang dagangan, tetapi membawanya ke wilayah dimensional baru dalam dunia penciptaan seni kontemporer. Bukan berarti terangkat menjadi lebih “tinggi”, sebaiknya justru mendapat penghargaan sesuai dengan daya gugahnya,” ungkap Seno.

“Memang, kapal otok-otok masih ada, tetapi konteks Enrico adalah kapal otok-otok dalam kepalanya sendiri, baik sebagai kenangan, maupun sumber gagasan,” tambahnya.

Harapannya, pameran “Oom Otok-Otok Oom” ini dihadirkan sebagai upaya untuk meruwat pikiran dan jiwa manusia di era masa kini. Siapa tahu ia dapat membantu kita kembali ke kehidupan nyata yang semestinya sederhana.

Pembukaan pameran “Oom Otok-Otok Oom” akan berlangsung pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 di Galerikertas. Yang akan dibuka oleh perupa Hanafi, Heru Joni Putra dan Dede Sulaeman, selaku RT 02 RW 12 Parung Bingung, Depok. Musik angklung perkusi Depok dan dangdut gerobak akan turut memeriahkan pembukaan pameran.

Berbeda dari pameran lainnya, pameran kali ini akan melibatkan warga setempat untuk berpartisipasi dan membincang karya bersama Enrico.

“Oom Otok-Otok Oom” akan dipamerkan sampai dengan 15 Maret 2019. Galerikertas-Studiohanafi juga menggelar  Bincang Karya Bersama Enrico Halim, Sapardi Djoko Damono dan Sonya Sondakh pada Minggu, 23 Februari 2019 Pkl. 16.00-18.00 WIB di Galerikertas-Studiohanafi Jl. Raya Cinere, Gang Manggis 72 Kp. Parung Bingung Kec. Pancoran Mas Depok. Seluruh program terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Tentang Galerikertas

GaleriKertas merupakan ruang pameran untuk karya seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas, baik sebagai media, material, atau apapun kemungkinan penciptaan lainnya. Maka, karya-karya yang bisa dihadirkan di galerikertas mulai dari sketsa, desain komunikasi visual, rancang bangunan, bahkan komposisi not musik, sampul buku, hingga karya tiga dimensi serupa instalasi, patung, topeng, serta segala kemungkinan penciptaan seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas. Galerikertas tak hendak berdiri di atas isu dikotomis seperti itu, melainkan mencoba mengambil peranan lain yang lebih kompleks melalui jalur dunia seni visual dan seni rupa. Sebagai contoh, dalam arena seni rupa kita, karya-karya yang dibuat di atas kertas cenderung dipandang sebagai karya uji coba sebelum masuk ke kanvas. Sketsa di atas kertas, misalnya, seakan-akan tak lebih berguna dari tumpukan kertas lain yang menunggu hari untuk digunakan dengan berbeda; ia seakan hanya tempat menumpang gagasan sementara sebelum kanvas menerima gagasan tersebut sebagai karya yang diperhitungkan. Sesungguhnya, karya di atas kertas seperti sketsa, sangat pantas diposisikan sebagai karya utuh tanpa harus dianggap sebagai versi “uji coba” dari karya kanvas.

Tentang Enrico Halim

Enrico Halim bekerja sebagai desainer grafis. Pada 1994 ia mulai menerbitkan media bernama aikon. Media berformat jurnal yang fokus pada isu lingkungan hidup, sejarah, dan seni itu, atas bantuan teman-teman, didistribusikan secara gratis di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Pada pertengahan 2016 ia menyusun program Pulauku Nol Sampah dan bersama teman-teman serta berbagai kementerian mendorong banyak kegiatan di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pada tahun yang sama, ia mulai mengumpulkan dan mencatat berbagai hal tentang mainan kapal otok-otok di Desa Jemaras.

Oom Otok-Otok Oom

Pembukaan: Sabtu, 16 Februari 2019, 16.00 WIB

Dibuka oleh:
Hanafi, Perupa dan Direktur GaleriKertas-StudioHanafi
Heru Joni Putra, Kurator GaleriKertas-StudioHanafi
Dede Sulaeman, Ketua RT. 02 RW. 12 Parung Bingung, Depok

Penampil: Angklung Perkusi Depok dan Dangdut Gerobak

Program Publik:
Bincang Karya Bersama Enrico Halim, Sapardi Djoko Damono dan Sonya Sondakh
Minggu, 23 Februari 2019, 16.00-18.00 WIB
Di GaleriKertas-StudioHanafi

Info lebih lanjut, silakan hubungi:
Selvi Agnesia
Art management StudioHanafi
+62857 2194 1986
e-mail: kontakgalerikertas@gmail.com
atau studio.hanafi72@gmail.com
Jl. Raya Cinere, Gang Manggis 72
Kp. Parung Bingung Kec. Pancoran Mas, Depok, Jabar
www.studiohanafi.com
IG: @galerikertas_art
FB: @Galerikertas
IG: @galerikertas_art | FB: @Galerikertas

Leave a Reply

Close Menu