nuansa

1996_akhir Oktober _Edisi 055_nuansa:

Sebenarnya apa sih susahnya “bicara”? Tinggal buka mulut, keluarkan rangkaian vocal (dan konsonan, tentunya)…jadilah bahan pembicaraan. Tapi, kenapa sering sekali maslah timbul gara-gara pekerjaan ini? Paling tidak, masalah itu sering kami alami. Kata orang bijak, gagalnya seseorang untuk “bicara” adalah tanda bahwa di pun telah gagal untuk “mendengar”. Artinya, kita selalu “bicara” tapi tidak mau “mendengar”. Akhirnya kita bahkan tidak tahu, bahwa orang yang kita ajak “bicara” tidak mengeri sepatah pun kata-kata kita.

Sebenarnya apa sih susahnya “mendengar”? Tinggal buka kuping dan berkonsentrasi. Tapi, mungkin kegiatan ini memang tidak pernah dirasakan gunanya. Buktinya, kita lebih sering mendengar orang tua berkata ‘anak saya sedang belajar bicara;, dari pada mendengar ungkapan ‘anak saya sedang belajar mendengar’. Padahal, ‘salah bicara’ ternyata sama berbahayanya dengan ‘salah mendengar’.

Salam !

Leave a Reply

Close Menu