nuansa

1996_APRIL_Edisi 042_nuansa:

Apakah status media Cuma-Cuma merupakan salah satu ciri alternatif dari AIKON begitu kurang lebih pertanyaan yang sedang ditayangkan kepada kami. Seorang seniman kami secara panjang lebar pernah mengomentari keberadaan AIKON, ia berpendapatan seperti ini:

“AIKON”  bukan suatu alternative bisa tidak diberi harga, ia akan menjadi seperti udara yang kita hirup secara gratis. Ia tidak menjadi sebuah pilihan. Kalau dijual dengan harga Rp 300,- saja, ia akan menjadi alternatif ia akan menjadi salah satu dari rangkaian pilihan seharga Rp 300,-. Ketika sering memiliki uang sebesar itu. Ia akan memilih apakah ia akan membeli permen, menelpon selama sembilan menit atau membeli AIKON , nah pada saat ini AIKON dapat disebut sebagai alternative,karena orang bedah diberikan kesempatan untuk menimbang sebelum memutuskan untuk membeli, kalau gratis ya seperti udara itu tadi, selalu diambil (dihirup) tanpa disadari keberadaanya,

Selama berminggu- minggu ucapan teman baik kami itu menjadi topik pemikiran di bentuk kami dan tidak jarang pula menjadi bahan perdebatan di antara kami selepas jam kantor. Apakah benar AIKON harus diberi harga untuk menjadi sesuatu yang alternatif? Apakah Cuma –Cuma itu sendiri bukan sesuatu yang alternative di jaman yang semuanya harus dihitung dengan rupiah?

 

Salam!

Pada dasarnya informasi adalah HAK setiap MEMO orang dapat diperoleh secara Cuma-Cuma AIKON memungkin kan itu

Leave a Reply

Close Menu