Nama

1999_Januari_Edisi 097_selip:
Nama

Menghadapi pergantian abad 21, para ilmuwan Amerika melakukan berbagai eksperimen agar kelak manusia bisa hidup di planet lain. Rasanya akan lebih lengkap jika visi spektakuler ini disertaio dengan pemahaman kembali tentang bagaimana kebudayaan di dunia ini telah membingkai proses kehidupan manusia.

Soal proses kehidupan, Arnold Van Gennep, seorang antrolog asal Belgia mengemukakan teorinya bahwa manusia selalu melewati tahap-tahap penting kehidupannya – diantaranya masa kelahiran – pubertas- pernikahan- kematian. Dalam masa peralihan dari satu tahapan ke tahapan lainnya termuat pengharapan sekaligus kecemasan. Oleh karena itu, budaya setiap masyarakat telah mempersiapkan cara untuk menghantar anggotanya melewati masa peralihan tersebut, yaitu dengan adanya ritus peralihan yang sarat ajaran kehidupan. Kalau begitu banyak nilai kehidupan yang terkandung dalam ritus, maka keragaman isinya dapat disimak sepanjang tahun 1999 di edisi media ini. Suatu cara lain untuk menghadapi pergantian millennium.

Ritus pertama yang harus dilalui manusia adalah kelahirannya yang ditandai dengan pemberian identitas berupa nama. Setiap bangsa memiliki caranya sendiri, sehingga terdapat beragam ritus pemberian nama di muka bumi ini. Nama apapun yang diberikan pada seseorang, selalu saja mengandung makna tertentu yang akan dibawa seseorang sepanjang hidupnya. Sehingga akan sulit bagi seseorang yang tiba-tiba harus mengalami pergantian nama, seperti yang terjadi pada masyarakat Tiong Hoa di Indonesia, karena berarti ia harus menata kembali identitas yang dihancurkan. Mungkin sama sulitnya ketika manusia harus pindah ke planet lain.

Leave a Reply

Close Menu