Museum Cetak Desa Putera

Sehari-hari, ruang berjendela di hampir setiap sisinya itu terkunci. Pak Napiun mengajakku masuk. Hawa panas menyerbu ke luar. Ruang gelap itu disesaki oleh berbagai peralatan cetak. Ada mesin lettertype, monotype, dynatype, lengkap dengan lemari kayu jati berisi huruf-huruf timah.

Aku membayangkan: pasti akan sangat menyenangkan bila dapat melihat berbagai alat cetak jaman dulu itu bercerita ke lebih banyak orang.

This Post Has 3 Comments

  1. Iya, mas.. semoga bisa kita coba dalam waktu dekat..

  2. Sangat menakjubkan menyaksikan benda-benda seperti ini. Puluhan tahun silam, kita telah diberi pelajaran dan manfaat dari buku-buku pelajaran di SD, SMP, SMA… tak terasa, waktu berlalu dengan cepat.

    Marilah menghargai mereka yang dahulu telah berjasa dalam mengisi kehidupan kita…

    Aku ingin juga menghirup udara di ruangan itu… dan mengucap syukur kepada yang Esa atas berkah-Nya di hidupku…

Leave a Reply

Close Menu